Trading Pasar Barang Mewah: Perlambatan di Tahun 2024?

November 27, 2023 19:18

Natal sebentar lagi, waktunya untuk memberi hadiah. Bergantung pada anggaran mereka, konsumen akan merencanakan pembelian untuk orang-orang yang mereka cintai. Mereka dengan anggaran lebih besar akan beralih ke merek-merek barang mewah yang menawarkan lebih mahal dari rata-rata barang. Pasar merek mewah biasanya mendapat dorongan selama liburan Natal dengan perusahaan-perusahaan yang memperkuat tab keuangan mereka.

Namun bagaimana merek-merek barang mewah berkinerja di 2023? Apa yang harus diketahui atau diharapkan oleh trader barang mewah? Dalam artikel ini, kami akan berbagi beberapa wawasan berharga terkait kinerja pasar barang mewah yang mungkin berguna bagi Anda sebagai seorang trader saat menyusun strategi Anda.

Trading Pasar Barang Mewah: Kinerja di Tahun 2023

Beberapa analis menyatakan bahwa pasar barang mewah telah mengikuti nasib pasar lainnya di 2023, yang dipengaruhi oleh suku bunga dan inflasi yang tinggi yang memakan anggaran konsumen dan menekan pengeluaran. Banyak orang di seluruh dunia kesulitan untuk memenuhi kebutuhan mereka karena penurunan ekonomi memukul bahkan konsumen yang kaya. 2023 belum berakhir namun masih ada beberapa datang yang bisa memberikan sedikit cahaya tentang bagaimana pasar barang mewah berkinerja sejauh ini.

Bain & Company, perusahaan konsultasi manajemen global, menerbitkan laporan yang menunjukkan bahwa pasar barang bisa tumbuh sebesar 8.0% tahun ini, tingkat pertumbuhan yang baik mengingat lingkungan keuangan dan tantangannya di tahun 2023. Perlu dicatat bahwa meskipun ekspansi sektor ini dalam kondisi seperti ini termasuk positif, ia masih jauh dari tingkat pertumbuhan 26% yang tercatat di tahun 2021 dan 2022.

Menurut survei tersebut, “pasar barang mewah global diproyeksikan akan mencapai €1.5 triliun di tahun 2023. Segmen utama, barang-barang mewah pribadi, mengalami pertumbuhan berkelanjutan di tahun 2023 dan diperkirakan akan mencapai €362 miliar hingga akhir tahun, 4% lebih tinggi dibandingkan 2022 di nilai tukar saat ini.”

Namun, analis pasar kurang optimis untuk tahun depan. Karena mereka menyatakan, skenario saat ini mengindikasikan pelemahan barang mewah pribadi di tahun 2024, mencapai terendah hingga medium pertumbuhan satu digit selama 2023. Laporan itu memperkirakan bahwa di tahun 2030, “Konsumen China akan menyumbang 35-40% pasar barang mewah pribadi, sementara Eropa dan Amerika bersama akan mewakili 50%.”

LVMH Tidak Memenuhi Ekspektasi di Q3 2023

Pada 11 Oktober, LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton, yang lebih dikenal dengan LVMH, raksasa merek barang mewah, mengumumkan hasil keuangannya untuk kuartal ketiga tahun ini yang mengecewakan. Perlambatan di pertumbuhan revenue (+9% bukannya 11% y/o/y) yang memicu aksi jual saham yang mengakibatkan harga sahamnya turun ke level terendah tahun ini. Alhasil, LVMH kehilangan posisi pertamanya di Eropa berdasarkan valuasi pasar terhadap perusahaan farmasi Denmark, Novo Nordisk.

Kepala bagian keuangan LVMH menyatakan dalam laporan yang menyertainya bahwa “Setelah tiga tahun gemilang dan tahun-tahun yang luar biasa, pertumbuhan konvergen ke angka yang lebih sesuai dengan rata-rata historis." Pejabat perusahaan menyatakan bahwa “dalam ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, Group yakin akan kelanjutan pertumbuhannya”

Ekonom di UBS tampaknya tidak memiliki optimisme yang sama dengan eksekutif LVMH karena mereka mengumumkan keputusannya untuk menurunkan peringkat perusahaan dari “beli” menjadi “netral” pada 21 November. Analis bank itu menyatakan bahwa mungkin ada periode di mana LVMH mungkin tidak akan bisa mempertahankan lintasan pertumbuhannya yang luar biasa, yang mengarah ke posisi yang lebih defensif untuk sahamnya.

Keuntungan Richemont H2 2023 Lebih Rendah dari Perkiraan

Compagnie Financière Richemont S.A yang lebih dikenal dengan Richemont, grup barang mewah lainnya dari Swiss dan pemilik Cartier, Montblanc, Vacheron Constantin, Van Cleef & Arpels di antaranya, mengumumkan hasil keuntungannya untuk paruh pertama 2023 pada 10 November.

Keuntungan bersih Richemont di enam bulan pertama tahun ini adalah €1.51 miliar, kurang €2.17 miliar dari perkiraan, sementara penjualan juga naik kurang dari yang diperkirakan analis. Saham Richemont turun hampir 6% setelah laporan itu dirilis. Kepala Richemont, Johann Rupert, menyatakan bahwa “ada moderasi di permintaan, yang sudah diperkirakan, itulah yang diinginkan oleh bank-bank sentral dunia. Mereka menginginkan permintaan berkurang, dan di seluruh kelas aset.”

Berkomentar tentang pasar Asia, Rupper menambahkan, “kami telah memprediksikan bahwa pemulihan China akan memakan waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan sebagian besar analis pasar dan bahkan kompetitor. Yang terbukti benar, meskipun kami mulai melihat tanda-tanda ketika mereka bepergian ke Hong Kong, Makau, bahkan Jepang, bahwa pasar masih ada di sana, hanya saja faktor rasa nyamannya tidak.”

Hermes Menahan Penurunan Q3 2023

Hermès International S.A. adalah desain barang mewah Francis yang memiliki sejarah hampir 200 tahun di pasar dan pemilik Crystal Saint-Louis, John Lobb, Le Crin, dan J3L. Hermes merupakan salah satu dari beberapa grup barang mewah besar yang berhasil menyampaikan kenaikan 16% dalam hal penjualan di kuartal ketiga tahun ini, melampaui perkiraan analis.

Eksekutif Hermes yang berbicara pada media mengatakan bahwa “kinerja yang solid di kuartal ketiga mencerminkan keinginan koleksi kami di seluruh dunia, dengan momentum berkelanjutan di Asia dan Amerika. Lebih dari sebelumnya, dalam lingkungan global yang tidak menentu, kami memperkuat investasi dan tim kami untuk mendukung pertumbuhan."

Perusahaan itu berencana untuk terus investasi di Asia, membuka toko-toko batu untuk memuaskan kebutuhan pelanggannya karena menurut laporan hasil keuangan ‘wilayah itu meneruskan momentum kuatnya.”

Trading Pasar Barang Mewah dan Manajemen Risiko

Pasar barang mewah merupakan salah satu yang terkuat di dunia terlepas dari penurunan ekonomi yang sesekali terjadi, ia membuktikan ketangguhannya. Trader yang memulai perjalanannya sekarang mungkin tergoda untuk trading CFD saham barang-barang mewah. Namun, seperti halnya dengan semua instrumen, trading memerlukan pengetahuan fundamental dan waktu yang tepat saat mengeksekusi strategi.

Trader pemula harus fokus pada meningkatkan pengetahuan mereka dan belajar cara menggunakan alat manajemen risiko untuk mengurangi risiko. Broker menawarkan materi edukasi yang disiapkan oleh trader berpengalaman secara gratis termasuk artikel, panduan dan video, webinar dsb., yang dapat membantu trader belajar cara membangun strategi trading yang komprehensif. Trader pemula tidak boleh menyimpang jauh dari belajar cara menggunakan alat manajemen risiko seperti order stop loss yang bisa mengurangi kerugian dana jika pasar bergerak melawan rencana mereka. Meningkatkan pengetahuan trading adalah cara yang harus Anda pertimbangkan sebelum memulai perjalanan trading.

Tertarik trading berita ekonomi makro? Pelajari cara kerja pendekatan ini dengan webinar gratis kami. Bertemu dan berinteraksi dengan trader berpengalaman. Saksikan dan pelajari dari sesi trading live.

Webinar trading gratis

Bergabunglah dengan webinar live yang dibawakan oleh ahli trading kami

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran, atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading seperti ini bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus mencari saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda mengerti risikonya.

Miltos Skemperis
Miltos Skemperis Penulis Konten Keuangan

Miltos Skemperis memiliki latar belakang jurnalisme dan manajemen bisnis. Ia sebelumnya bekerja sebagai reporter di berbagai saluran berita TV dan surat kabar. Miltos bekerja sebagai penulis konten keuangan selama tujuh tahun terakhir ini.