Memahami Suku Bunga dan Pasar Keuangan

Desember 19, 2023 06:08

Pekan lalu, Federal Reserve, Bank of England (BoE) dan Bank Sentral Eropa masing-masing mengadakan rapat untuk membahas kebijakan moneter untuk terakhir kalinya di tahun 2023.

Sesuai perkiraan, tiga bank sentral itu mempertahankan suku bungnya. Dengan keputusan yang hampir pasti, pasar lebih tertarik dengan komentar yang menyertai dari tiga lembaga tersebut, mencari petunjuk kapan suku bunga akan mulai dipotong.

Sementara tiga keputusannya sama, pertunjuk tentang pemotongan suku bunga beragam.

Pengumuman

Pertama, The Fed. Anggota Federal Open Market Committee (FOMC) pada hari Rabu memberikan suara buat untuk tidak mengubah suku bunga, namun dengan nada yang lebih dovish lebih dari yang diperkirakan, menandakan kemungkinan tiga seperempat poin pemotongan.

Berikutnya adalah BoE. Tidak seperti The Fed, keputusan untuk memotong mempertahankan suku bunga tidak bulat di antara anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC), dengan tiga dari sembilan anggota merasa bahwa kenaikan suku bunga sesuai.

Dengan pemungutan suara itu sendiri mengungkap bahwa pendirian hawkish di MPC tampaknya belum puas dengan kenaikan suku bunga, pengumuman yang menyertainya juga sangat hakiwsh. BoE mendorong kembali spekulasi bahwa penurunan suku bunga akan segera terjadi, dengan Gubernur Andres Bailey menyatakan bahwa suku bunga perlu tetap tinggi untuk jangka waktu yang diperpanjang untuk menghadapi inflasi yang mungkin terbukti lebih lengket di Inggris daripada di tempat lain.

Terakhir, ECB mengambil giliran, dan tampaknya mengambil isyarat dari BOE. Suku bunga masih tidak berubah namun pernyataan ECB membuat ikrar yang serupa dengan BoE: “suku bunga kebijakan akan ditetapkan pada tingkat yang cukup ketat selama diperlukan".

Sama seperti BoE, ECB tampaknya tidak memberikan indikasi bahwa pemotongan suku bunga akan segera dilakukan. Faktanya, Presiden ECB Christine Lagarde menyatakan bahwa masalah pemotongan suku bunga bahwa tidak dibahas selama rapat.

Jadi, bagaimana pasar keuangan bereaksi terhadap semua ini? Bagi mereka yang familier dengan dampak suku bunga pada pasar reaksinya mungkin dapat diprediksi. Bagi mereka yang tidak familier dengan dampak yang bisa dimiliki suku bunga, lanjutkan membaca dan kami akan menjelaskan apa dan mengapa ia terjadi.

Pasar Saham

Karena The Fed pada hari Rabu mengumumkan bahwa suku bunga tidak berubah dan mengisyaratkan pemotongan yang kemungkinan dalam perjalanan, Wall Street langsung bersorak. Di jam menyusul pengumuman tersebut, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq Composite semuanya naik lebih dari 1%.

Sumber: Admirals MetaTrader 5 – Grafik M15 SP500. Rentang Waktu: 13 Desember 2023 – 14 Desember 2023. Tanggal Diambil: 14 Desember 2023. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

 

Fenomena serupa terlihat di pasar Eropa yang di buka pada Kamis pagi. Indeks pas Eropa Euro Stoxx 50dan FTSE 100 Inggris keduanya membuka sesi dengan naik lebih dari 1%. Meskipun begitu, setelah pengumuman BoE dan ECB, tidak lama kemudian kedua indeks mulai mengembalikan kenaikan sebelumnya.

Sumber: Admirals MetaTrader 5 – Grafik M5 FTSE100. Rentang Waktu: 13 Desember 2023 – 14 Desember 2023. Tanggal Diambil: 14 Desember 2023. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

 

Di sini kita dapat mengamati korelasi antara suku bunga dan harga saham. Secara umum, pemotongan suku bunga, atau spekulasi tentang pemotongan suku bunga, cenderung disambut dengan reaksi positif di pasar saham. Di sisi lain, suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga saham. Mengapa demikian? 

Suku bunga adalah salah satu alat yang digunakan bank sentral untuk membantu mengendalikan inflasi. Ketika inflasi tinggi, suku bunga biasanya naik untuk menjinakkannya. Sementara suku bunga yang lebih tinggi bekerja untuk menurunkan inflasi, mereka juga bisa berdampak negatif pada laba perusahaan.

Hal ini karena dua alasan utama. Pertama, suku bunga yang lebih tinggi mengurangi pendapatan diskresioner, yang kemudian mengurangi permintaan konsumen. Jika orang-orang membeli lebih sedikit barang-barang dari biasanya, ini akan secara negatif mempengaruhi penjualan dan laba. Kedua, suku bunga yang lebih tinggi artinya bahwa akan menjadi lebih mahal bagi bisnis untuk membayar utangnya, yang akan lebih lanjut membebani keuntungan.

Logika ini, maka, menjelaskan mengapa pasar saham bereaksi positif terhadap pengumuman The Fed pada hari Rabu dan negatif pada pengumuman BoE dan ECB pada hari Kami. Tentu saja, hubungan antara saham dan suku bunga tidak selalu sesederhana ini, dan mungkin ada saham yang diuntungkan dari kenaikan suku bunga dalam kondisi tertentu.

Pasar Forex

Jadi, kita menyaksikan reaksi yang terlihat nyata di pasar saham terhadap tiga keputusan suku bunga pekan lalu, namun bagaimana dengan pasar Forex? Bisakah kita mengamati hal serupa di sana?

Dalam waktu satu jam setelah pengumuman dovish dari The Fed pada hari Rabu, Indeks Dolar AS, yang melacak nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang saingannya, turun 1% dan terus turun di jam-jam berikutnya. Karenanya, indeks itu sekarang berada di level terendahnya sejak bulan Agustus.

Menuju ke seberang Atlantik, tentu saja, ketika dolar AS turun, pasangan mata uang GBPUSD dan EURUSD diuntungkan. Kemudian, ketika BoE dan ECB memberikan pernyataan yang dingin tentang prospek penurunan suku bunga dalam waktu dekat, kedua pasangan mata uang tersebut kembali diuntungkan dan terus menguat selama sesi tersebut.

Sumber: Admirals MetaTrader 5 – Grafik M15 GBPUSD. Rentang Waktu: 13 Desember 2023 – 14 Desember 2023. Tanggal Diambil: 14 Desember 2023. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

 

Di sini, kita dapat mengidentifikasi reaksi yang berlawanan dengan reaksi di pasar saham. Secara umum, suku bunga yang lebih tinggi akan berdampak pada penguatan mata uang, dan suku bunga yang lebih rendah akan melemahkannya.

Penjelasannya lebih mudah dibandingkan dengan ekuitas. Sederhananya, suku bunga yang lebih tinggi cenderung menarik lebih banyak investasi asing. Peningkatan permintaan mata uang suatu negara selanjutnya berdampak pada penguatan mata uang tersebut terhadap mata uang negara lain.

Dalam kasus GBPUSD dan EURUSD, keputusan suku bunga minggu lali memiliki hasil ganda yang positif. Sementara The Fed yang mengisyaratkan bahwa penurunan suku bunga akan segera terjadi melemahkan USD, BoE dan ECB tidak memberikan sinyal tersebut sehingga memperkuat GBP dan EUR.

Trading di Akun Demo Bebas Risiko

Tertarik berlatih trading tanpa mempertaruhkan dana Anda? Akun trading demo dari Admirals memungkinkan Anda untuk melakukannya, sementara Anda trading di kondisi pasar sebenarnya. Klik banner di bawah ini untuk membuka akun demo Anda sekarang:

Trading dengan akun demo bebas risiko

Berlatih trading dengan dana virtual

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran, atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading seperti ini bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus mencari saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda mengerti risikonya.

Roberto Rivero
Roberto Rivero Penulis Keuangan, Admirals, London

Roberto menghabiskan 11 tahun merancang sistem trading dan pengambilan keputusan untuk trader dan manajer investasi, serta 13 tahun lagi di S&P, bekerja dengan investor profesional.