Akankah OPEC+ Meringankan Tingginya Harga Minyak? Saat AS Menghindari Resesi

Agustus 02, 2022 01:58

Saat kita melihat ke depan, pertama-tama penting untuk mengingatkan diri tentang apa yang baru saja terjadi, karena ada dua peristiwa utama yang harus diperhatikan trader dan investor.

Pertama, pada 27 Juli, Federal Reserve mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, bank sentral AS itu menaikkan suku bunga sebesar 75 basis point, membawa suku bunga tolak ukur itu ke kisaran 2.25% - 2.5%.

Hari berikutnya, Bureau of Economic Analysis (BEA) merilis angka pertumbuhan PDB untuk Q2. Untuk dua kuartal berturut-turut, PDB turun, kali ini sebesar 0.9%.

Di samping resesi yang secara tradisional didefinisikan sebagai pertumbuhan negatif dua kuartal berturut-turut, BEA enggan memberinya label demikian. Namun, sebutan apa pun, ia tentu buka kabar baik bagi ekonomi AS.

Alasan mengapa kami menyoroti pengumuman ini adalah bahwa mereka kemungkinan akan mempengaruhi sejumlah aset di minggu-minggu mendatang.

  • Emas menutup sesi Kamis dengan perolehan sebesar 1.2% mengikuti pengumuman PDB terbaru, dan mungkin mulai menarik lebih banyak pembeli yang mencari lindung nilai terhadap potensi penurunan.
  • Minyak mentah telah menghabiskan mayoritas lima bulan ini di atas $100 per barel, tetapi mungkin mulai kehilangan daya tariknya, karena permintaan akan minyak memiliki korelasi kuat dengan ekonomi.
  • Dolar AS telah diuntungkan dari ketidakpastian dan kenaikan suku bunga yang agresif, namun ia telah mulai mendingin, karena banyak yang memprediksikan bahwa The Fed akan mengambil lebih banyak pendekatan yang lebih rileks terhadap kebijakan moneter untuk sisa tahun ini.
  • Dan awal sulit di 2022, pasar saham bisa memiliki lebih banyak suka cita di bulan-bulan mendatang. Mengikuti ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga akan melamban untuk sisa tahun ini, Wall Street reli pada hari Rabu, Kamis dan Jumat – dengan pasar saham global mencatat Juli sebagai bulan terbaik di tahun ini.

Sekarang, mari alihkan perhatian ke seminggu ke depan, dan beberapa peristiwa utama yang perlu dicermati trader dan investor.

Keuntungan Besar Raksasa Minyak Berlanjut? 

Pada hari kamis, dikarenakan harga minyak dan gas yang terus tinggi, raksasa energi Shell membukukan hasil blockbuster, mengalahkan rekor profit kuartalan untuk kuartal kedua yang tengah berlangsung. Ia juga mengumumkan program pembelian kembali saham senilai $6 miliar.

Selasa akan beralih ke pesaingnya BP yang akan mengumumkan hasil kuartal keduanya, dan kemungkinkan akan melihat penembusan rekor profit lebih lanjut.

Hari berikutnya, tanggal 3 Agustus, trader minyak akan mencermati rapat Organisation of Petroleum Exporting Countries and allies (OPEC+). Sementara pemimpin dunia berharap supaya grup itu mendorong produksi minyak untuk meringankan harga, laporan mengindikasikan bahwa pasokan akan tetap stabil, meskipun sedikit peningkatan mungkin akan didiskusikan.

 

Kenaikan Suku Bunga Lainnya

Mengikuti pengumuman The Fed minggu lalu, Komite Kebijakan Moneter Bank of England (BoE) akan mengumumkan keputusan suku bunga terbaru mereka pada hari Kamis, 4 Agustus. Tampak bahwa mereka akan memilih untuk menaikkan suku bunga untuk enam rapat berturut-turut, setelah menjadi bank sentral utama yang pertama melakukannya pada bulan Desember 2021.

Meskipun konsensus pasar tampaknya memperkirakan kenaikan 25 basis poin, kenaikan lebih agresif di 50 basis point tidak dapat dikesampingkan. Jadi siapa pun trader pasangan mata uang mencakup GBP atau saham Inggris akan ingin mencermati pengumuman ini dan harus bersiap untuk peningkatan volatilitas di sekitar pengumumannya.

Nonfarm Payroll

Seperti biasa, Jumat pertama di tiap bulan akan melihat AS mengumumkan tingkat pengangguran dan nonfarm payroll, yang selalu menjadi peristiwa besar dalam kalender ekonomi. Namun, mengingat angka PDB minggu lalu yang mengecewakan, data pekerjaan ini akan menjadi signifikan.

Ingat apa yang kami katakan di awal, terlepas dari memenuhi kriteria definisi resesi di kamus, BEA enggan memberinya label demikian? Salah satu argumen terhadap klasifikasi penurunan saat ini sebagai resesi adalah, terlepas dari pertumbuhan ekonomi yang negatif, data perkerjaan AS tahun ini positif.

Data bulan Juni mengungkapkan bahwa pekerjaan sektor swasta lebih tinggi dari sebelum pandemi, dan nonfarm payroll melihat penambahan lebih dari 372.000 di bulan Juni, jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan sebesar 268.000.

Jadi, trader dan investor harus mencermatinya – karena, jika data pekerjaan lebih rendah dari perkiraan, prospek ekonomi AS bisa jadi lebih buruk, dan BEA bisa dipaksa untuk mengevaluasi pandangan mereka mengenai apakah AS berada dalam resesi atau tidak.

Akun demo dengan Admirals 

Berlatih trading di akun demo bebas risiko dari Admiral Markets. Klik banner di bawah untuk daftar hari ini!

Akun Demo Bebas Risiko

Daftar akun demo online gratis dan kuasai strategi trading Anda

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran, atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis perdagangan seperti ini bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus mencari saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda mengerti risikonya.

Roberto Rivero
Roberto Rivero Penulis Keuangan, Admirals, London

Roberto menghabiskan 11 tahun merancang sistem trading dan pengambilan keputusan untuk trader dan manajer investasi, serta 13 tahun lagi di S&P, bekerja dengan investor profesional.