RBNZ Memutuskan Suku Bunga Sementara Mandatnya Dipertanyakan

November 29, 2023 05:48

Keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan menjadi salah satu peristiwa keuangan utama minggu ini. RBNZ adalah salah satu bank sentral utama pertama di dunia yang memperketat kebijakan moneternya serta salah satu yang pertama mengambil jeda kenaikan suku bunga.

Mandat RBNZ berada di bawah pengawasan karena pemerintah baru menunjukkan niatnya untuk “mengubah Undang-Undang Reserve Bank of New Zealand 2021 untuk menghapus mandat ganda tentang inflasi dan lapangan pekerjaan, untuk memfokuskan kebijakan moneter hanya pada stabilitas harga,” menurut laporan Reuters.

Dalam berita lain, harga minyak naik sedikit pagi ini karena trader percaya bahwa OPEC+ bisa memperdalam dan memperpanjang output pemasangan untuk menahan permintaan yang lemah. Perlu dicatat bahwa OPEC+ menunda rapatnya pada 30 November, menurut Reuters, tampaknya ada ketidaksepakatan mengenai target produksi minyak untuk produsen-produsen di Afrika.

Keputusan Suku Bunga Selandia Baru

Pada Rabu pagi, dewan pengurus RBNZ akan bersidang untuk memutuskan suku bunga. Mayoritas ekonom memperkirakan bank sentral Selandia Baru itu akan mempertahankan suku bunga karena inflasi terbaru dan survei lainnya bisa membenarkan tindakan ini.

Laporan yang dirilis bulan sebelumnya oleh RBNZ menunjukkan bahwa dewan memperkirakan inflasi utama akan turun ke kisaran target selama paruh kedua 2024.

Analis di ASB Bank menulis dalam laporan yang diterbitkan pada 27 November: “Kami tidak memperkirakan perubahan yang signifikan dalam pesan RBNZ. Namun, RBNZ kemungkinan akan sedikit lebih santai bahwa ia telah melakukan pengetatan yang cukup, berdasarkan pada arus berita sejak bulan Oktober yang termasuk data inflasi yang lebih lunak dari perkiraan.”

Dolar Selandia Bari adalah mata uang ketiga dengan kinerja terbaik di antara rekan-rekan G10 di bulan lalu. Analis mata uang memperkirakan bahwa nilai Kiwi bisa terpengaruh bergantung pada pernyataan setelah rapat RBNZ yang bisa mengungkap apakah bank itu akan melakukan kenaikan suku bunga lagi di tahun 2024 atau akan mengikuti strategi suku bunga yang lebih rendah.

Laporan Inflasi CPI Australia Bulan Oktober

Rabu pagi, Biro Statistik Australia (ABS) akan menerbitkan data terkait tingkat inflasi CPI negara itu yang tercatat di bulan Oktober. Ekonom memperkirakan bahwa inflasi utama bisa turun hingga 5.5% di bulan Oktober pada basis tahunan, sedikit lebih rendah dari pembacaan bulan September.

Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michelle Bullock berbicara pada reporter Bloomberg bahwa “pengetatan kebijakan moneter yang lebih substansial adalah respons yang tepat terhadap inflasi yang diakibatkan oleh permintaan agregat yang melebihi potensi ekonomi untuk memenuhi permintaan tersebut."

Gubernur BoE: Menurunkan Inflasi Perlu Kerja Keras

Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey berbicara pada media bahwa menurunkan inflasi ke kisaran target 2% yang ditetapkan oleh BoE akan memerlukan kerja keras”. Bailey menyebutkan bahwa penurunan inflasi saat ini dapat dikaitkan dengan meredanya kenaikan harga energi yang terjadi tahun lalu.

“Sisanya harus dilakukan oleh kebijakan moneter. Dan kebijakan beroperasi dalam apa yang saya sebut cara yang membatasi saat itu – ia membatasi ekonomi. Setengahnya dari sana adalah kerja keras dan tentu saja kita tidak ingin melihat lebih banyak kerusakan,” kepala BoE itu menyatakan.

Inflasi bisa kembali ke 2% hingga akhir tahun 2025 dengan beberapa analis memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga pertama bisa terjadi di bulan September 2024. Minggu lalu, Andrew Bailey berbicara pada Komite Perbendaharaan bahwa terlalu dini untuk membahas tentang pemangkasan suku bunga yang bisa membahayakan hasil kebijakan moneter BoE saat ini.

Tertarik trading berita ekonomi makro? Pelajari cara kerja pendekatan ini dengan webinar gratis kami. Bertemu dan berinteraksi dengan trader berpengalaman. Saksikan dan pelajari dari sesi trading live.

Webinar trading gratis

Bergabunglah dengan webinar live yang dibawakan oleh ahli trading kami

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran, atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading seperti ini bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus mencari saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda mengerti risikonya.

Miltos Skemperis
Miltos Skemperis Penulis Konten Keuangan

Miltos Skemperis memiliki latar belakang jurnalisme dan manajemen bisnis. Ia sebelumnya bekerja sebagai reporter di berbagai saluran berita TV dan surat kabar. Miltos bekerja sebagai penulis konten keuangan selama tujuh tahun terakhir ini.