Mata Uang Australia, Jepang & Keputusan Suku Bunga Terbaru RBA

Desember 06, 2022 21:48

Sejalan dengan ekspektasi, Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan tingkat kas resminya sebesar 0.25 persen hingga 3.1 persen, menggarisbawahi kekuatan AUD terhadap JPY. Ini adalah bulan ke delapan berturut-turut RBA memperketat kebijakan moneternya untuk meredam inflasi, terakhir berada di level 7.3 persen.

Berada di 10 tahun tertinggi, lingkungan suku bunga Australia yang hawkish sangat berbeda dari pendekatan dovish Jelang, dan ini telah membebani JPY pada saat di mana inflasi mendorong harga ekspor Australia. Jepang adalah pasar ekspor terbesar kedua Australia, dan nilai tukar AUDJPY saat ini mendukung Dolar Australia saat berbicara tentang makanan dan bahan baku.

Pengeluaran konsumen Jepang melemah?

Pengeluaran rumah tangga melemah pada bulan Oktober, turun dari sebelumnya 2.3 persen menjadi 1.2 persen pada basis tahunan, pendapatan tunai rata-rata juga turun menjadi 1.8 persen pertumbuhan di bulan Oktober versus 2.1 persen tahun lalu. Apakah ini berarti bahwa pengeluaran konsumen di Jepang melemah?

Mengimpor inflasi dengan barang-barang dari Australia dan negara lainnya dapat menambah tekanan lebih lanjut pada Bank of Jepang untuk mempertimbangkan peningkatan suku bunga. Di sisi lain, upah lembur di Jepang naik sebesar 7.9 persen pada bulan Oktober dibandingkan dengan 6.7 persen pada bulan yang sama tahun lalu. Pada bulan Oktober, tingkat pengangguran rendah di level 2.6 persen, menambahkan argumen bahwa pasar kerja jepang tetap kuat.

Sektor pertambangan meningkat setelah pandemi?

Pasar ekspor Australia sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan karena negara itu sangat bergantung pada bahan baku pertambangan. Australia adalah salah satu eksportir batu bara, bauksit, alumina, bijih besi, nikel, perak, timah dan bijih emas terbesar dunia.

Pertumbuhan di pasar global untuk nikel sendiri diperkirakan akan tumbuh dari 22 miliar USD pada tahun 2019 menjadi 81 miliar USD pada tahun 2030. Pasar internasional untuk aluminium diperkirakan akan tumbuh dari 123 miliar USD pada tahun 2019 menjadi 216 miliar USD pada tahun 2030.

Sekarang bahwa pandemi COVID-19 mundur, industri pertambangan Australia pulih, dan ini bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan dalam jangka menengah. Kita akan mengetahui lebih banyak tentang pertumbuhan PDB Australia kuartal per kuartal pada hari Rabu, ketika hasil Q3 dirilis.

Sebelumnya berada di level 0.9 persen, konsensus melihat tingkat pertumbuhan sebesar 0.7 persen di kuartal ketiga. Pada basis tahunan, pasar memperkirakan PDB Australia telah tumbuh sebesar 6.2 persen di Q3 dibandingkan dengan 3.6 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Berita baik untuk Jepang dan Australia adalah harga spot minyak mentah turun di bawah 80 USD per barel baru-baru ini, meningkatkan harapan bahwa setidaknya satu mesin inflasi melamban.

Berlatih trading di akun demo bebas risiko dari Admirals. Klik banner di bawah untuk daftar hari ini!

Akun Demo Bebas Risiko

Daftar akun demo online gratis dan kuasai strategi trading Anda

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran, atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis perdagangan seperti ini bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus mencari saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda mengerti risikonya.

Sarah Fenwick
Sarah Fenwick Penulis Keuangan

Sarah Fenwick memiliki latar belakang jurnalisme dan komunikasi. Sebelumnya ia bekerja sebagai koresponden yang meliput berita untuk Bursa Efek Swiss dan ia telah menulis tentang keuangan dan ekonomi selama 15 tahun.