Laporan Pendapatan Disney & Inflasi AS Jadi Perhatian

November 07, 2022 21:58

Minggu lalu, Federal Reserve dan Bank of England (BoE) keduanya menaikkan suku bunga sebesar 75 basis point. Namun, sementara komentar ketua The Fed, Jerome Powell pasca pengumuman jelas hawkish, gubernur BoE Andrew Bailey memberi nada yang lebih dovish, menyarankan bahwa suku bunga mungkin tidak akan naik setinggi yang diperkirakan sebelumnya.

Mengingat tingkat inflasi AS terakhir dilaporkan 10.1% dibandingkan dengan 8.2% di AS, Anda mungkin mengharapkan komentar sebaliknya.

Namun, dua ekonomi itu menemukan diri mereka dalam posisi yang sangat berbeda. Ekonomi AS yang relatif kuat memberikan The Fed lebih banyak ruang lingkup untuk meningkatkan suku bunga tanpa terlalu khawatir menghancurkan ekonomi.

BoE, di sisi lain, tidak memiliki hal tersebut. Inggris tampak berada pada jurang apa yang BoE prediksikan bisa jadi resesi terpanjangnya sejak catatan dimulai. Meskipun harapannya bahwa ia tidak akan sedalam apa yang sebelumnya telah diperkirakan. Oleh karena itu, dimengerti bila BoE sedikit lebih waspada tentang kenaikan suku bunga yang agresif di masa depan.

Tetapi itu minggu lalu bagaimana dengan minggu ini?

Pendapatan Disney

Musim pendapatan saat ini sedang berlangsung dengan baik, dengan sebagian dari S&P 500 telah melakukan pengumuman mereka. Salah satu nama besar yang harus diperhatikan minggu ini adalah Walt Disney Company, yang akan melaporkan pendapatan satu tahun fiskal setelah pasar tutup pada hari Selasa.

Bagi pemegang saham Disney, 2022 adalah tahun yang terlupakan. Saat bel penutupan berbunyi pada Hari Jumat lalu, harga saham Disney turun 36% sepanjang tahun ini.

Tentu saja, sebagian besar penurunan ini disebabkan oleh masalah yang lebih luas yang mempengaruhi pasar saham; namun, penurunan Disney jauh lebih dalam daripada penurunan 21% S&P 500 dan lebih dari itu, kenyataan bahwa penurunan spiral Disney dimulai jauh sebelum 1 Januari.

Covid-19 memukul keras Disney. Dengan taman hiburan dan pengalaman langsung lain dipaksa tutup, Disney kehilangan aliran pendapatan yang besar dan tidak mengejutkan, harga sahamnya turun. Namun, berkat pertumbuhan tajam di jumlah pelanggan layanan streaming baru Disney+, saham itu menjadi favorit investor selama lockdown. Akibatnya, harga saham melonjak, mencapai tertinggi sepanjang masa pada 8 Maret 2021. 

Meskipun begitu, seperti kebanyakan saham “stay-at-home”, kesuksesan era pandemi Disney di pasar saham tampaknya didorong oleh spekulasi yang besar terhadap hasil di masa depan bukannya didasarkan pada data real time. Mungkin mau tidak mau, sentimen berubah dan saham-saham ini mulai melihat aksi jual saat investor menyadari pendapatan saat ini belum tentu membenarkan valuasi yang tinggi.

Sejak tertinggi sepanjang masa pada 8 Maret 2021, harga saham telah merosot lebih dari 50% dan sekarang berada tidak jauh dari di mana ia berada pada awal pandemi. Apakah ini menciptakan peluang beli bagi investor? Mungkin, tetapi tentu tidak tanpa risiko; masa depan tidak pasti di Magic Kingdom itu.

Sementara pendapatan Disney pulih, ia belum kembali ke level tertinggi sebelum pandemi. Juga tampaknya mereka belum mencapai level di mana raksasa hiburan itu merasa nyaman mengembalikan dividen mereka, yang mereka hilangkan sebagai respons terhadap pandemi.

Pendapatan dan penghasilan kedua diprediksikan naik pada pengumuman hari Selasa. Namun, investor kemungkinan akan memberi perhatian khusus pada prospek perusahaan ke depannya.

Seperti kebanyakan perusahaan, Disney menghadapi hambatan yang sangat serius saat ini. Inflasi tinggi dan kenaikan suku bung mengikis pendapatan diskresioner, yang sangat mungkin merusak permintaan serangkaian barang dan layanan menyenangkan namun tidak esensial Disney. Lebih lanjut, penurunan ekonomi akan menyebabkan pendapatan periklanan divisi media Disney menyusut.

Inflasi AS

Pada hari Kamis, Lembaga  Statistik Tenaga Kerja akan merilis data inflasi terbaru AS. Setelah keputusan suku bunga The Fed dan laporan Situasi Ketenagakerjaan minggu lalu, banyak mata akan beralih ke pengumuman penting ini.

Tingkat inflasi tahunan diperkirakan akan dilaporkan di angka 8%, yang sedikit lebih rendah dari 8.2% yang dilaporkan tahun lalu.

Jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, ia akan memberikan kepercayaan kepada pendekatan agresif The Fed dalam mengatasi inflasi, tetapi dapat mendorong lebih banyak pengekangan pada rapat kebijakan mereka berikutnya pada bulan Desember. Dalam skenario ini, kita bisa berharap melihat reaksi positif dalam pasar saham AS dengan mengorbankan reaksi negatif terhadap dolar AS.

Namun, jika inflasi dilaporkan lebih buruk dari perkiraan, ditambah dengan Pidato hawkish Powell minggu lalu, spekulasi tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut akan marak. Dalam skenario ini kita dapat berharap untuk melihat ekuitas menderita dan USD menguat.

Terlepas dari hasilnya, trader dan investor harus bersiap untuk peningkatan volatilitas di pasangan mata uang yang melibatkan USD dan saham AS di sekitar waktu pengumuman.

Investasi dengan Admirals

Dengan akun Invest.MT5, Anda dapat membeli saham di Disney dan lebih dari 4.500 perusahaan lainnya dari seluruh dunia! Klik banner di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut:

Investasi di berbagai instrumen top dunia

Ribuan saham dan ETF ada di ujung jari Anda

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran, atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis perdagangan seperti ini bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus mencari saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda mengerti risikonya.

Roberto Rivero
Roberto Rivero Penulis Keuangan, Admirals, London

Roberto menghabiskan 11 tahun merancang sistem trading dan pengambilan keputusan untuk trader dan manajer investasi, serta 13 tahun lagi di S&P, bekerja dengan investor profesional.