Angka CPI Tokyo Turun, Nikkei Menyentuh Tertinggi 33 Tahun

Januari 10, 2024 07:08

Saat pasar keuangan menghangat setelah libur tahun baru, data inflasi Australia dan Jepang adalah dua di antara rilis data keuangan paling penting. Meskipun Selasa hari kalender yang ringan, Nikkei menjadi tajuk berita keuangan karena ia menyentuh tertinggi 33 tahun didukung oleh kenaikan saham-saham teknologi.

Harga minyak kembali stabil pada Selasa pagi setelah mencatat penurunan besar pada hari Senin. Eksportir minyak teratas, Arab Saudi mengumumkan bahwa ia akan memotong harga minyak mentah hingga ke level terendah yang tercatat dalam 27 bulan.

Dalam berita lain, Samsung, produsen memory chip, smartphone, dan televisi top dunia mengumumkan bahwa ia kemungkinan keuntungannya turun lebih dari 30% untuk tiga bulan terakhir tahun 2023. Sementara laporan pendapatan dijadwalkan akan terbit pada 31 Januari, analis memperkirakan bahwa penjualan alat-alat elektronik yang lebih rendah dari perkiraan, serta penumpukan stok komponen utama, bisa saja berperan di dalamnya.

Inflasi CPI Australia November 2023

Biro Statistik Australia (ABS) akan menerbitkan angka inflasi bulan November pada Rabu pagi. Meskipun data paling penting berasal dari laporan kuartalan, ekonom juga fokus pada laporan inflasi bulanan untuk memahami bagaimana harga berkembang dan dampaknya pada ekonomi lokal.

Analis pasar memperkirakan bahwa inflasi CPI berada di 4.4% pada basis tahunan, turun dari 4.9% yang tercatat di bulan Oktober. Catatan ekonom ING menyatakan bahwa “kenaikan di harga energi dan makanan tahun lalu dikarenakan cuaca yang dingin dan basah yang tidak biasa kemungkinan tidak akan berulang, setidaknya tidak sampai di level yang sama, meskipun begitu kami mencatat bahwa banjir di Queensland baru-baru ini bisa mendorong kenaikan harga di beberapa area. Bahkan, perbandingan dengan kenaikan tahun lalu bisa cukup ringan untuk melihat penurunan tingkat inflasi – mungkin secara substansial.”

CPI Tokyo Desember 2023

Survei yang diterbitkan oleh Biro Statistik Jepang menunjukkan bahwa inflasi CPI Tokyo turun menjadi 2.4% di bulan Desember dari 2.5% yang tercatat di bulan November. Inflasi CPI Tokyo inti berada di 2.1%, sejalan dengan perkiraan analis.

Meskipun angka inflasi bulan Desember turun, ia masih jauh dari target 2% Bank of Japan (BoJ). Segera setelah rilis laporan inflasi, yen Jepang naik terhadap dolar AS karena  beberapa trader percaya bahwa BoJ harus memulai fase stimulus yang besar tahun ini.

Morgan Stanley: The Fed Pertahankan Suku Bunga Stabil Lebih Lama

Ekonom Morgan Stanley menyatakan bahwa Federal Reserve bisa mempertahankan suku bunga stabil lebih lama dari perkiraan pasar, menambahkan bahwa penundaan ini akan mengakibatkan penurunan suku bunga yang lebih besar dari yang diperkirakan. Analis Morgan Stanley sekarang memperkirakan penurunan suku bunga pertama akan sebesar 25bps dan akan terjadi di bulan Juni.

Berbicara dalam sebuah konferensi, kepala ekonom AS Morgan Stanley mengatakan: "jangan salah, mereka akan menurunkan suku bunga tahun ini. Mereka bisa bersabar dan mereka bisa memakan waktu."

Trading di Akun Demo Bebas Risiko

Ingin berlatih trading tanpa mempertaruhkan dan Anda? Akun trading demo dari Admirals memungkinkan Anda untuk melakukannya, sementara berlatih trading di kondisi pasar nyata. Klik banner di bawah ini untuk membuka akun demo sekarang: 

Akun Demo Bebas Risiko

Daftar akun demo online gratis dan kuasai strategi trading Anda

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran, atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading seperti ini bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus mencari saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda mengerti risikonya.

Miltos Skemperis
Miltos Skemperis Penulis Konten Keuangan

Miltos Skemperis memiliki latar belakang jurnalisme dan manajemen bisnis. Ia sebelumnya bekerja sebagai reporter di berbagai saluran berita TV dan surat kabar. Miltos bekerja sebagai penulis konten keuangan selama tujuh tahun terakhir ini.