Kami menggunakan cookies untuk memberi Anda pengalaman terbaik di situs web kami. Dengan terus menelusuri situs web ini, Anda memberi izin atas penggunaan cookies tersebut. Untuk detail lebih lanjut, termasuk cara mengubah preferensi Anda, silakan baca Kebijakan Privasi.
Info Selengkapnya Setuju

Panduan Perdagangan Komoditi Untuk Pemula

Juni 23, 2020 12:20 UTC
Waktu membaca: 36 menit

Tahukah Anda bahwa perdagangan komoditi atau komoditas berasal dari peradaban kuno?

Pada tahun 4500 sebelum masehi pasar komoditas telah ada di Sumeria (sekarang Irak). Pada masa itu, warga setempat menggunakan token tanah liat sebagai alat pertukaran untuk kambing. Di Jepang pada abad ke-17, pedagang beras biasanya menjual simpanan beras mereka dengan menjual 'tiket beras' (sama seperti token tanah liat) kepada pembeli.

Namun, pasar komoditas global, dan perdagangan komoditi benar-benar baru dimulai ketika Chicago Board of Trade didirikan pada tahun 1848. Faktanya, pada hari ini, pasar komoditas dan perdagangan komoditi adalah salah satu jenis pasar yang paling populer untuk melakukan perdagangan, untuk tujuan komersil, institusi, sampai kepada spekulator.

How to Start Commodity Trading

Setiap orang terlibat dengan berbagai jenis komoditas setiap harinya, mulai dari kopi yang Anda minum di pagi di pagi hari atau jus jeruk, hingga minyak mentah dan gas untuk bahan bakar mobil dan daya pada rumah Anda. Namun, apa yang Anda mungkin tidak sadari adalah bahwa, sebagai bahan baku, masing-masing dari komoditas adalah sebuah aset yang dapat diinvestasikan, atau diperdagangkan, untuk mendapatkan keuntungan.

Untuk mengetahui lebih dalam, artikel ini akan memberikan Anda pengertian terhadap komoditas, empat kategori utama komoditas, faktor-faktor yang mendorong harga pada pasar komoditas, cara kerja perdagangan komoditi, serta berbagai cara investasi perdagangan komoditi, dan masih banyak lagi.

Apa Itu Komoditas?

Suatu komoditas adalah barang dasar atau bahan baku yang digunakan dalam perdagangan. Komoditas secara individu adalah suatu dasar untuk jenis barang atau jasa yang lebih kompleks. Sebagai contoh, gula dan biji kakao adalah komoditas yang merupakan bahan penyusun cokelat batangan.

Apa yang memisahkan komoditas dari jenis barang lain adalah fakta bahwa sebuah komoditas dapat diperdagangkan dan distandarisasi dengan harga yang ditentukan oleh badan perdagangan komoditas yang relevan.

Hal ini berarti bahwa siapa pun yang memproduksi suatu komoditas, atau di mana komoditas diproduksi, dua unit komoditas yang setara, akan kurang lebih, memiliki kualitas dan harga yang sama. Sebagai contoh, 500 gram gula yang diproduksi di India, Brasil, atau Thailand akan memiliki nilai yang sama.

Secara historis, komoditas diperdagangkan secara fisik, namun hari ini, sebagian besar perdagangan komoditi dapat dilakukan secara online.

Jika Anda siap untuk melakukan perdagangan dengan beberapa jenis komoditas online yang paling populer, Anda dapat melakukannya dengan Admiral Markets! Kami menawarkan berbagai jenis trading komoditi melalui CFD, termasuk minyak mentah, gas alam, kopi, jus jeruk, dan bahkan emas! Pelajari lebih lanjut tentang trading emas dengan terus membaca artikel ini

Mulai Trading Emas Hari Ini!

Empat Kategori Utama Perdagangan Komoditi

Secara umum, komoditas diperoleh melalui proses pertambangan, pertanian atau produksi. Komoditas juga terbagi dalam empat kategori utama:

  • Komoditas Pertanian: Barang mentah seperti gula, kapas, biji kopi, dll.
  • Komoditas Energi: Produk bensin seperti minyak dan gas.
  • Komoditas Logam: Logam mulia seperti emas, perak dan platinum, tetapi juga logam dasar seperti tembaga.
  • Komoditas Ternak: Termasuk hewan ternak seperti babi, sapi dan ternak umum lainnya, serta komoditas daging.

Anda juga akan menemukan istilah seperti komoditas keras dan komoditas lunak. Komoditas keras sebagian besar adalah komoditas yang didapatkan dari pertambangan (emas, minyak, dll.) Sedangkan komoditas lunak adalah yang didapatkan dari pertanian atau peternakan (gandum, kedelai, babi, gula, dll.).

Seperti yang dapat Anda bayangkan, beberapa pasar komoditas diperdagangkan lebih aktif daripada yang lainnya. Sebagai contoh, pasar komoditas peternakan Feeder Cattle hanya akan melibatkan petani dan perusahaan distribusi makanan. Oleh karenanya, pasar tersebut tidak akan menghasilkan banyak aktivitas perdagangan.

Bahkan menurut TradingView, total volume perdagangan Feeder Cattle untuk September 2019 hanya berjumlah 36.000 kontrak. Jumlah ini menunjukkan jumlah kontrak pembelian dan penjualan sapi pengumpan yang telah berhasil dibeli dan dijual.

Di sisi lain, pasar komoditas seperti minyak akan melibatkan perusahaan pengeboran publik, perusahaan pengeboran yang didukung pemerintah, dan perusahaan jasa seperti BP dan Shell, maskapai penerbangan yang secara aktif terlibat dalam membeli dan menjual minyak untuk menjaga biaya bahan bakar mereka terkendali dan, tentu saja, spekulan. Menurut TradingView, total volume perdagangan untuk Minyak Mentah pada September 2019 berjumlah hampir 14 juta kontrak, perbedaan yang sangat besar dibandingkan dengan performa Feeder Cattle.

Oleh karena itu, pada bagian berikutnya, kami akan menjelaskan jenis komoditas mana yang paling sering diperdagangkan di pasar keuangan.

Komoditas Pertanian

Kopi: Kopi adalah salah satu jenis minuman favorit dunia dengan 2,25 miliar cangkir kopi dikonsumsi per hari. Kopi juga merupakan salah satu pasar komoditas favorit dunia, menjadi pasar kedua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi.

Gula: Gula putih dan mentah diperdagangkan sebagai komoditas. Sementara kebanyakan dari kita menganggap gula sebagai pemanis, gula juga memainkan peran kunci dalam produksi etanol. Pasar komoditas gula diprediksi tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 2,9% hingga mencapai USD 89,24 miliar pada tahun 2024.

Komoditas Energi

Minyak Mentah: Minyak mentah adalah komoditas yang populer untuk diperdagangkan karena kondisi pasar yang sangat fluktuatif. Dengan produsen utama minyak mentah termasuk Arab Saudi, AS, Rusia dan Cina, pasar komoditas minyak mentah adalah jenis pasar yang sangat reaktif terhadap peristiwa politik.

Permintaan untuk komoditas ini juga tinggi, karena minyak mentah digunakan untuk bahan bakar transportasi, produksi plastik, tekstil sintetik, pupuk, komputer, kosmetik dan masih banyak lagi. Tolok ukur utama minyak mentah adalah adalah minyak mentah WTI dan Minyak Mentah Brent

Gas Alam: Gas memiliki beragam penggunaan untuk industri, perumahan dan komersial, termasuk untuk menghasilkan listrik. Produsen gas alam teratas adalah Gazprom, Royal Dutch Shell, ExxonMobil, PetroChina dan BP.

Komoditas Logam

Emas: Emas adalah komoditas populer lainnya. Dikenal sebagai aset safe haven, emas biasanya menjadi tempat investor menaruh uang mereka ketika pasar keuangan mengalami kekacauan. Hal ini menjadikan emas seringkali berkorelasi terbalik dengan dolar AS.

Perak: Sementara emas adalah komoditas logam yang paling populer untuk diperdagangkan, perak juga memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah bahwa harga perak cenderung bergerak jauh lebih cepat daripada harga emas, membuatnya menarik untuk pedagang komoditas aktif. Emas, di sisi lain, memiliki nilai yang lebih tinggi dan sering dipandang menarik bagi investor jangka panjang.

Tembaga: Keuntungan dari tembaga adalah komoditas ini memiliki jumlah permintaan tinggi yang konsisten. Tembaga digunakan untuk peralatan listrik, teknik, pipa ledeng dan peralatan memasak. Harga tembaga dianggap sebagai barometer ekonomi global, jadi berinvestasi dalam tembaga adalah cara untuk mengambil sikap bullish terhadap PDB dunia.

Perdagangan Komoditi Mana Yang Tersedia di Admiral Markets?

Dengan Admiral Markets Anda memiliki akses melalui CFD ke enam belas komoditas terbesar yang diperdagangkan di pasar komoditas, ditambah 10 CFD pada komoditas berjangka. Berikut adalah daftar CFD komoditas yang saat ini tersedia:

Komoditas Pertanian

  • Kopi Arabika
  • Biji cokelat
  • Kapas
  • Jus jeruk
  • Kopi Robusta
  • Gula Mentah
  • Gula Putih

Komoditas Energi

  • Minyak Mentah Brent
  • Minyak Mentah WTI
  • Gas alam

Komoditas Logam

  • Emas
  • Tembaga
  • Paladium
  • Platinum
  • Perak
  • XAUAUD

Faktor Perubahan Harga Pada Perdagangan Komoditi

Setiap komoditas memiliki faktor unik yang dapat mempengaruhi harga komoditas tersebut. Perubahan harga yang sangat besar di pasar komoditas dapat terjadi ketika ada kelangkaan atau kelimpahan dari suatu komoditas. Secara keseluruhan, pengaruh perubahan harga terbesar untuk semua jenis komoditas terdapat pada perubahan penawaran dan permintaan, namun elemen-elemen lain seperti dolar AS, substitusi, dan cuaca juga dapat mendorong perubahan harga.

Penawaran Komoditas

Penawaran terhadap suatu komoditas dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti intervensi pemerintah, cuaca, perang, dan sebagainya.

Misalnya, pada 14 September tahun 2019, segerombolan drone peledak menyerang pabrik pemrosesan minyak terbesar di dunia di Arab Saudi, mengurangi produksi minyak global sebesar 5 juta barel per hari. Hal ini mengurangi hampir setengah produksi minyak Arab Saudi saat itu dan sebanyak 5% produksi global. Peristiwa ini kemudian menyebabkan lonjakan dan rekor terhadap harga minyak.

Ketika pasar dibuka pada 16 September, harga Minyak Mentah Brent melonjak dari titik awal di 60,42 pada tanggal 13 September malam hari, menjadi 72,19 saat pembukaan pasar pada tanggal 16 September - terjadi peningkatan sebanyak 19,4%. Dalam waktu yang sama, Minyak Mentah WTI juga melonjak sebanyak 15,5% - dari 54,79 menjadi 63,28.

Perdagangan Komoditi - Grafik Harian Minyak Mentah WTI Brent

Sumber: Admiral Markets MT5 Supreme Edition - Grafik Harian WTI - Rentang data: 7 Mei 2019 hingga 12 Desember 2019 - Diambil pada 12 Desember 2019. Harap Dicatat: Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa depan, juga bukan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja masa depan.

Lonjakan harga ini dipicu karena lebih sedikit minyak yang tersedia di pasar tetapi permintaan tetap sama seperti sebelumnya. Oleh karena itu, perusahaan dan institusi berebut untuk mendapatkan minyak apa pun yang tersisa. Jenis 'kelangkaan' ini biasanya mengarah pada kenaikan harga.

Ketika berbicara mengenai perdagangan komoditas, perlu diingat bahwa penawaran komoditas energi sebagian besar dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (seperti sanksi ekonomi) dan ketegangan Timur Tengah, karena Arab Saudi memiliki seperlima dari cadangan minyak terbesar dunia.

Permintaan Komoditas

Permintaan suatu komoditas juga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti perubahan kebiasaan konsumen dan kesehatan ekonomi. Sebagai contoh, banyak kebiasaan masyarakat sekitar dalam mengkonsumsi gula telah berubah. Orang-orang secara aktif berusaha mengurangi konsumsi gula. Jika cukup banyak orang yang melakukan hal ini, maka permintaan terhadap gula akan menyusut. Pada grafik di bawah ini, kita dapat melihat harga gula untuk periode dari masa ke masa:

Perdagangan Komoditi- Grafik Harian Gula Putih

Sumber: Admiral Markets MT5 Supreme Edition - Grafik Harian Gula Putih - Rentang data: 19 April 2009 hingga 16 Juni 2020 - Diambil pada 16 Juni 2020 pukul 16.20 GMT

Kotak kuning pada grafik di atas menyoroti penurunan tajam harga gula mulai tahun 2010. Namun, ada pergerakan yang lebih tinggi antara September 2015 hingga September 2016, karena kekhawatiran atas kekurangan gula secara global yang disebabkan oleh gangguan pasokan pada tanaman tebu Brasil (yang merupakan produsen terbesar di dunia), membuat gula menjadi 'langka', dan, karenanya, menyebabkan harga bergerak lebih tinggi.

Namun, dalam contoh khusus ini, sementara perubahan cuaca menyebabkan harga gula bergerak lebih tinggi selama periode waktu itu, masalah permintaan yang lebih besar akhirnya terjadi, membuat harga kembali turun. Hal ini adalah salah satu alasan mengapa perdagangan komoditi CFD dapat menjadi menguntungkan dalam skenario 'gula' ini.

Permintaan Komoditas - Contoh WTI

Komoditas juga bisa sangat fluktuatif dan tren dalam satu arah untuk waktu yang lama.

Contoh yang baik pada kasus ini adalah bagaimana pada tahun 2020 kenaikan harga minyak mentah WTI dari hampir 65 USD per barel menjadi negatif dalam 4 bulan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang jatuh bersamaan pada saat yang sama, tetapi faktor utama disebabkan oleh penurunan permintaan minyak ketika Coronavirus menghantam ekonomi global dan karenanya sebagian besar transportasi global dihentikan.

Pada saat yang sama produsen minyak terus memproduksi hampir mendekati rekor tingkat minyak pasar global bahkan ketika analis memperingatkan bahwa dampak dari coronavirus akan menurunkan permintaan secara signifikan.

Semua kondisi ini telah menyebabkan penyimpanan minyak global menjadi penuh dan tidak ada tempat untuk menyimpannya. Sederhananya, untuk menyingkirkan minyak, penjual minyak harus membayar pembeli untuk mengosongkan gudang mereka.

Namun, mengapa para produsen terus meningkatkan produksi minyak?

Tambang minyak tidak bisa dihentikan begitu saja. Dibutuhkan sumber daya manusia dan biaya yang besar untuk menutupnya dan bahkan lebih banyak sumber daya untuk memulainya kembali. Karena itu, produsen minyak harus menjaga agar produksinya terus berjalan, bahkan jika mereka harus merugi untuk waktu yang singkat, mereka bersedia membayar agar perusahaan distribusi dapat tetap memperoleh minyak.

Di bawah ini Anda dapat melihat grafik di mana tren CRUDOIL turun dari 65 USD per barel ke wilayah negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Pada saat penulisan artikel ini harga minyak telah menelusuri kembali dan diperdagangkan di sekitar 37,60 USD per barel.


Perdagangan Komoditi Minyak Mentah

Sumber: Admiral Markets MT5 Supreme Edition - Grafik Harian CRUDOIL - Rentang data: 23 April 2015 hingga 06 Juni 2020 - Diambil pada 06 Juni 2020 pukul 20:31 GMT

Dengan CFD komoditas, Anda dapat mengambil untung dari kejatuhan dan kenaikan harga pada pasar, selama Anda melakukan perdagangan pada arah yang benar. Jadi, sekarang Anda telah mengetahui lebih banyak tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga komoditas, serta komoditas populer untuk diperdagangkan.

Apakah Anda tertarik untuk memulai perdagangan komoditi tanpa risiko hari ini?

Dengan akun demo bebas risiko dari Admiral Markets, Anda dapat melakukan perdagangan pada ribuan pasar keuangan dunia (termasuk energi, logam, dan komoditas pertanian) secara gratis! Cukup klik banner di bawah ini untuk mendaftar dan mulai berdagang hari ini

Buka Akun Demo Hari Ini!

Hubungan Antara Dolar AS dan Komoditas

Bersama dengan penawaran dan permintaan, perilaku dolar AS juga dapat mempengaruhi harga komoditas.

Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia dan, di pasar internasional, komoditas dihargai dalam USD. Hal ini menandakan bahwa harga komoditas terkait langsung dengan nilai dolar terhadap mata uang asing. Sebagai contoh, jika nilai dolar turun terhadap mata uang lain, maka akan dibutuhkan lebih banyak dolar untuk membeli komoditas daripada ketika dolar dinilai lebih tinggi.

Selain itu, emas dipandang sebagai aset safe haven, dan sering kali investor membeli aset ini ketika nilai USD turun, terutama di saat terjadi gejolak ekonomi. Jadi emas tidak hanya mendapat manfaat dari penetapan harga yang lebih tinggi dalam USD, tetapi juga mendapat manfaat dari investasi lebih lanjut, yang dapat menyebabkan lompatan yang lebih besar daripada yang mungkin dilihat oleh pedagang pada komoditas lain.

Substitusi Komoditas

Substitusi komoditas berarti bahwa pasar akan mencari alternatif komoditas yang lebih murah jika memungkinkan. Ketika komoditas tertentu menjadi lebih mahal, pembeli akan mencari pilihan yang lebih murah. Jika mereka menemukan alternatif yang sesuai, mereka akan mulai membeli komoditas tersebut, yang kemudian hasilnya mengurangi permintaan untuk komoditas asli dan dapat mengakibatkan penurunan harga.

Salah satu contoh substitusi komoditas adalah tembaga, yang digunakan dalam berbagai penerapan industri. Karena harga tembaga terus meningkat, banyak produsen yang mulai menggunakan aluminium sebagai gantinya.

Bagaimana Cuaca Mempengaruhi Harga Komoditas

Cuaca juga dapat mempengaruhi harga komoditas. Secara khusus, perubahan cuaca yang abnormal atau tidak terduga seperti hujan ekstrem atau kekeringan dapat berdampak signifikan pada komoditas pertanian. Sederhananya, komoditas seperti biji cokelat, kopi, dan jus jeruk didapatkan melalui proses pertanian, dan karenanya memerlukan siklus cuaca yang konsisten.

Karena itu, cuaca juga dapat mempengaruhi harga komoditas energi, karena musim dingin yang ekstrem dapat meningkatkan permintaan untuk pemanas ruangan, yang pada akhirnya akan meningkatkan permintaan untuk gas alam. Hal yang serupa juga berlaku untuk cuaca panas yang ekstrem, yang akan meningkatkan kebutuhan akan pendingin udara.

Kedua contoh perubahan cuaca ini dapat meningkatkan permintaan untuk komoditas yang terlibat dalam produksi listrik, seperti gas alam dan batubara.

Alasan Melakukan Perdagangan Komoditi

Meskipun ada berbagai alasan untuk memulai perdagangan komoditi, ada tiga alasan utama yang menjadikan komoditas sebagai investasi yang menarik bagi para pedagang saat ini. Berbagai alasan tersebut adalah pertumbuhan populasi global, lindung nilai inflasi dan diversifikasi portofolio.

Pertumbuhan Populasi

Pertumbuhan populasi global telah meledak sejak awal abad kedua puluh, dengan populasi global hari ini telah mencapai angka 7,7 miliar. Sementara tingkat pertumbuhan tahunan melambat, masih berada pada angka sekitar 1% per tahun, yang berarti angka itu akan terus meningkat.

Pertumbuhan populasi kemudian menciptakan permintaan untuk infrastruktur, yang dapat memiliki dampak signifikan pada permintaan komoditas logam dan energi. Selain itu, semakin tinggi populasi, maka berarti akan ada lebih banyak permintaan akan pangan, yang akan mempengaruhi permintaan komoditas pertanian.

Pada akhirnya, semakin banyak populasi akan berdampak pada lebih banyak permintaan, yang berarti bahwa harga komoditas cenderung terus meningkat dalam jangka panjang.

Lindung Nilai Inflasi

Inflasi adalah tingkat kenaikan harga, yang berarti daya beli uang hari ini akan memiliki daya beli lebih sedikit di masa depan. Dalam hal komoditas, hal itu berarti akan dibutuhkan lebih banyak dolar untuk membeli jumlah yang sama dari komoditas di masa depan.

Namun, dengan berinvestasi dalam komoditas secara langsung, pedagang yang memahami situasi ini dapat melindungi diri dari kenaikan harga ini, dan memiliki peluang keuntungan dari penjualan komoditas tersebut dengan harga yang lebih tinggi di masa depan.

Diversifikasi Portofolio

Banyak investor tidak memiliki portofolio yang terdiversifikasi. Di banyak negara barat, sebagian besar kekayaan bersih rumah tangga terikat di properti mereka. Sementara itu, mereka yang berinvestasi cenderung hanya menempatkannya pada saham atau obligasi.

Masalah dengan tidak adanya diversifikasi portofolio adalah bahwa jika pasar tempat Anda berinvestasi mengalami kejatuhan (mis. Jika harga real estat atau pasar saham ambruk), maka portofolio Anda akan terkena dampak yang signifikan.

Di sisi lain, jika Anda melakukan investasi dalam berbagai aset, investasi individu di pasar yang jatuh akan berpengaruh, namun tidak akan mempengaruhi portofolio secara keseluruhan, karena pasar lain akan tetap stabil atau bahkan mungkin mengalami kenaikan harga.

Komoditas adalah satu kelas aset yang dapat ditambahkan ke dalam portofolio Anda untuk menciptakan diversifikasi dan mengelola risiko dengan lebih baik.

Bagaimana Pasar Komoditas Berkembang?

Walaupun tanggal bermulanya perdagangan komoditas yang tepat sulit ditentukan, banyak yang percaya bahwa perdagangan komoditas sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri.

Salah satu contoh perdagangan komoditas adalah perdagangan beras sebagai komoditas pertama di Cina, 6.000 tahun yang lalu. Contoh lainnya adalah ketika bangsa Sumeria mulai menggunakan token tanah liat untuk membeli ternak pada tahun 4.000 dan 4.500 sebelum masehi.

Meskipun orang-orang Yunani dan Romawi telah menggunakan emas dan perak sebagai mata uang pilihan dan menjadikan emas sebagai sebuah komoditas yang pertama yang diperdagangkan secara luas di peradaban kuno. Namun, baru beberapa abad yang lalu pasar komoditas modern mulai berkembang melalui perdagangan berjangka komoditi emas.

Perdagangan berjangka komoditi adalah suatu kontrak yang memungkinkan dua pihak (pembeli dan penjual) untuk melakukan transaksi di masa mendatang dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya. Harga ini akan tetap berlaku, terlepas dari perubahan nilai pasar aset pada tanggal berakhirnya kontrak.

Contoh yang paling terkenal dari perdagangan berjangka komoditi historis ada pada sekitar tahun 1800 di Amerika Serikat, ketika petani Midwestern ingin membawa hasil panen biji-bijian mereka ke Chicago untuk disimpan sebelum dikirim ke Pantai Timur. Namun, ketika mereka sampai pada tempat penyimpanan, harga untuk biji-bijian ini dapat berubah. Hal yang bisa disebabkan karena peningkatan penawaran atau permintaan, atau kualitas yang memburuk dalam penyimpanan.

Untuk menghindari kerugian terhadap perubahan harga yang tidak terduga, maka para pihak yang terlibat menciptakan kontrak berjangka yang mengharuskan penjual untuk mengirimkan sejumlah biji-bijian untuk harga yang disepakati pada tanggal berakhirnya kontrak. Sebagai imbalan atas kewajiban ini, penjual akan dibayar di muka untuk jumlah biji-bijian yang diperdagangkan.

Sayangnya, kontrak berjangka ini tidak terlalu efisien, dan juga membuat pembeli menanggung sebagian besar risiko karena penjualan telah dibayar di muka. Dengan pemikiran ini, kontrak berjangka komoditas dikembangkan, yang membuat ketentuan dengan mendefinisikan komoditas yang akan dikirim, tanggal kedaluwarsa, dan persyaratan pengiriman.

Perbedaannya adalah bahwa kontrak-kontrak ini dibuat melalui lembaga kliring yang tersentralisasi, Chicago Board of Trade, yang akan bertindak sebagai perantara bagi pembeli dan penjual dalam transaksi, untuk menghilangkan risiko gagal bayar.

Selama seratus tahun berikutnya, produk pertanian adalah komoditas utama yang diperdagangkan di bursa berjangka. Namun, pada pertengahan 1900-an, kapas, binatang ternak dan logam mulia secara bertahap diperkenalkan kepada bursa.

Kemudian pada tahun 1970-an produk keuangan baru mulai dikembangkan, produk yang memungkinkan pedagang untuk berspekulasi tentang perubahan harga komoditas, tanpa harus membeli atau menjual komoditas secara fisik.

Jika Anda siap untuk memulai perdagangan, salah satu langkah pertama adalah mengunduh platform perdagangan.

MetaTrader 5 adalah platform perdagangan multi-aset nomor 1 di dunia, yang dapat Anda gunakan untuk memantau dan memperdagangkan ribuan aset pasar saham, forex, mata uang kripto, dan komoditas. Berita baiknya adalah Anda dapat mengunduhnya sekarang, secara gratis!

Untuk mengunduh MetaTrader 5, klik banner di bawah ini dan mulailah berdagang pasar live hari ini

Unduh MetaTrader 5 dan masuki perdagangan komoditi hari ini!

Bagaimana Saya Dapat Berinvestasi dalam Perdagangan Komoditi?

Ada beberapa cara Anda dapat melakukan perdagangan komoditi: berinvestasi dalam komoditas fisik itu sendiri, memperdagangkan komoditas berjangka, memperdagangkan komoditas opsi, memperdagangkan komoditas ETF, memperdagangkan komoditas saham, dan memperdagangkan komoditas CFD.

Kami akan membahas masing-masing cara tersebut pada bagian selanjutnya.

Berinvestasi dalam Komoditas Fisik

Salah satu cara untuk berinvestasi dalam komoditas adalah dengan secara langsung membeli komoditas itu sendiri (mis. Membeli minyak, emas atau gula secara langsung). Seiring waktu, jika harga naik, Anda dapat menjualnya dan mendapatkan keuntungan dari selisih harga.

Namun, apakah benar-benar setimpal, bagi Anda untuk pergi dan mencari produsen dan penjual minyak, atau gula, untuk membeli barang-barang tersebut? Kemudian Anda juga harus menemukan pembeli untuk barang-barang tersebut dan Anda harus juga menyimpannya karena Anda memiliki produk komoditas secara fisik!

Produsen gula hanya menjual gula secara langsung dalam jumlah 112.000 pon yang sama dengan sekitar delapan setengah kali berat gajah. Bisakah Anda menyimpan gula dengan jumlah tersebut? Sangat tidak mungkin! Selain itu, jangan lupa fakta bahwa volatilitas komoditas cenderung lebih tinggi daripada dengan saham dan obligasi, karena ada lebih banyak masalah penawaran dan permintaan yang mempengaruhi harga.

Selain ruang penyimpanan fisik, Anda juga perlu mempertimbangkan faktor penyimpanan lainnya. Misalnya, jika Anda membeli logam mulia (untungnya, penjualan logam mulia tersedia dalam jumlah yang lebih kecil daripada gula), Anda akan memerlukan fasilitas penyimpanan yang aman, yang juga kemudian akan meningkatkan biaya dan kompleksitas investasi Anda.

Perdagangan Komoditi Berjangka

Seperti yang kita bahas sebelumnya, perdagangan berjangka melibatkan kontrak di mana penjual setuju untuk menjual sejumlah komoditas tertentu dengan harga tetap pada tanggal yang telah ditentukan di masa depan kepada pembeli.

Secara historis, pada berakhirnya kontrak berjangka, komoditas akan berpindah dari tangan pembeli kepada penjual. Namun, saat ini banyak pedagang menggunakan perdagangan berjangka sebagai alat untuk berspekulasi pada harga komoditas dan tidak mengambil hak kepemilikan komoditas saat kontrak berakhir.

Sederhananya, jika harga komoditas naik di antara tanggal pembelian kontrak dan tanggal berakhirnya kontrak, pedagang dapat menjual kontrak berjangka dan mendapatkan untung. Namun, jika terjadi kejatuhan harga, maka pedagang akan mengalami kerugian.

Salah satu manfaat dari perdagangan komoditi berjangka adalah penggunaan leverage yang memungkinkan pedagang untuk melakukan perdagangan yang lebih besar daripada apa yang dapat mereka beli langsung dengan dana yang tersedia. Misalnya, jika kontrak berjangka ditawarkan dengan leverage 1:10, maka hal ini berarti bahwa untuk setiap dolar investasi yang dimiliki pedagang, dapat digunakan untuk mengakses komoditas senilai $10.

Leverage jelas bisa memperbesar keuntungan perdagangan, tetapi juga bisa memperbesar kerugian dalam perdagangan. Pelajari lebih lanjut tentang leverage di sini.

Sementara leverage dapat membuat perdagangan berjangka terlihat menarik bagi pedagang pemula, namun perdagangan berjangka juga sangat kompleks karena ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan saat mengevaluasi harga pasar dan memprediksi arah pergerakannya. Misalnya, bersamaan dengan melihat harga komoditas saat ini, penting juga untuk mempertimbangkan biaya penyimpanan dan suku bunga dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi harga komoditas.

Perdagangan Komoditi Opsi

Seperti halnya perdagangan komoditi berjangka, perdagangan komoditi opsi adalah jenis lain dari derivatif yang memungkinkan Anda untuk melakukan perdagangan pada perubahan harga dari suatu komoditas tanpa harus membeli komoditas tersebut secara langsung. Perdagangan komoditi opsi juga dapat memanfaatkan fitur leverage.

Ada dua jenis kontrak perdagangan opsi - call dan put.

Pemilik option call memiliki hak tetapi bukan kewajiban untuk membeli kontrak berjangka komoditas pada harga yang disepakati (strike price) pada atau sebelum tanggal tertentu (jatuh tempo). Pemilik put option, di sisi lain, memiliki hak tetapi bukan kewajiban untuk menjual kontrak berjangka dengan harga strike pada atau sebelum tanggal jatuh tempo.

Jika harga di masa depan menjadi lebih tinggi dari harga yang telah disepakati, maka option call dapat dijual untuk mendapatkan keuntungan. Untuk put option, maka adalah kebalikannya, harga di masa depan harus jatuh di bawah harga yang telah disepakati.

Hal ini juga berarti pedagang opsi tidak hanya perlu mempertimbangkan bagaimana harga pasar akan berubah dalam strategi perdagangan mereka, tetapi juga waktu perubahan itu.

Komoditi ETF

ETF, atau Exchange Traded Fund, adalah reksa dana yang mewakili suatu kelompok aset keuangan. Sebagai seorang pedagang, Anda dapat berinvestasi dalam ETF melalui broker atau di bursa saham.

ETF cukup dikenal untuk mewakili jenis investasi pada sekumpulan saham, namun, beberapa ETF juga dapat mewakili bentuk investasi komoditas fisik seperti emas batangan, dan jenis investasi ETF lainnya juga tersedia dalam bentuk komoditas berjangka atau opsi.

Dengan mengingat hal ini, risiko yang terlibat dalam perdagangan ETF mencerminkan risiko dari aset yang dikandungnya. ETF investasi dalam komoditas fisik akan membawa risiko yang sama dengan investasi pada komoditas fisik, begitu juga dengan ETF perdagangan berjangka yang memiliki risiko yang serupa dengan membeli kontrak berjangka secara langsung.

Salah satu keuntungan utama berinvestasi dalam komoditi ETF adalah keanekaragaman jenis investasi dalam berbagai aset melalui sebuah reksa dana, daripada pemilihan aset investasi secara individu. Namun, hal ini juga dapat berarti bahwa Anda kehilangan pergerakan besar yang terjadi dalam komoditas individu.

Perdagangan Komoditi Saham

Yang dimaksud dengan 'komoditi saham' adalah saham dari perusahaan yang memproduksi komoditas. Teorinya adalah bahwa pendapatan perusahaan-perusahaan ini didasarkan pada harga komoditas yang mereka jual, jika harga komoditas meningkat, maka pendapatan perusahaan dan harga sahamnya juga harus meningkat.

Tantangan dengan perdagangan komoditi dengan cara ini adalah bahwa ada risiko terhadap harga saham produsen komoditas di samping faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga komoditas. Beberapa diantaranya adalah:

  • Persaingan pasar
  • Biaya usaha
  • Suku bunga
  • Kinerja ekonomi lokal
  • Pertumbuhan harga/pendapatan /penyusutan

CFD Komoditi

Seperti opsi dan berjangka, CFD (Kontrak Untuk Perbedaan) adalah instrumen derivatif lain yang dapat digunakan untuk melakukan perdagangan komoditi.

CFD memungkinkan pedagang untuk berspekulasi tentang perubahan harga komoditas, dan aset lainnya, tanpa harus memiliki komoditas tersebut. CFD awalnya dikembangkan pada awal tahun 1990-an di London, oleh dua bankir investasi di UBS Warburg.

Pada dasarnya, CFD adalah kontrak antara dua pihak, pedagang dan broker. Pada akhir kontrak CFD, selisih antara harga komoditas pada saat mereka masuk ke dalam kontrak, dan harga komoditas pada saat mereka keluar dari dalam kontrak diperhitungkan.

Jadi jika Anda membuka posisi beli CFD perdagangan emas ketika emas dihargai sebesar $1.525, dan Anda menutup perdagangan setelah harga emas naik menjadi $1.550, maka Anda akan mendapat untung dari selisih harga emas, atau sama dengan sebesar $25.

Namun, jika harganya turun menjadi $1.500, maka Anda akan mengalami kerugian sebesar $25. Secara sederhana, pedagang membayar perbedaan antara harga pembukaan dan penutupan komoditas yang diperdagangkan.

Kesederhanaan untuk masuk dan keluar dari posisi perdagangan, dibandingkan dengan jenis perdagangan lainnya seperti perdagangan opsi dan berjangka, hanyalah salah satu alasan mengapa perdagangan komoditi CFD sangat populer. Namun, itu bukan berarti perdagangan CFD komoditi adalah mudah, walaupun ada manfaat-manfaat tertentu, seperti berikut:

  • Leverage - pedagang ritel dapat memperdagangkan posisi dua puluh kali lipat dari jumlah ekuitas akun mereka. Seorang trader profesional dapat memperdagangkan posisi lima ratus kali lipat dari jumlah ekuitas mereka.
  • 24h / 5d - pedagang dapat melakukan perdagangan dua puluh empat jam, lima hari dalam seminggu, mengakses peluang dari berbagai komoditas di seluruh dunia.
  • Nol Komisi - pedagang dapat melakukan perdagangan dengan nol komisi, dan dapat memulai dengan hanya 200 euro di akun mereka.
  • Dapatkan keuntungan dari kondisi naik dan turun pasar, tentu saja hanya jika Anda mendapatkan pergerakan ke arah yang benar! Jika sebaliknya, maka kerugian bisa terjadi.

Namun, ada lebih banyak manfaat dalam melakukan perdagangan komoditi CFD komoditas dengan Admiral Markets, seperti:

  • Kebijakan perlindungan keseimbangan negatif, yang berarti bahwa jika saldo akun Anda turun di bawah 0, Admiral Markets akan mengatur ulang saldo kembali pada angka 0 untuk menghindarkan Anda jatuh ke dalam hutang dagang
  • Biaya perdagangan rendah, spread mulai 0 pips
  • Portal analitik premium gratis yang mencakup berbagai kumpulan berita dari portal berita Dow Jones hingga 850 artikel sehari, widget sentimen pasar, kalender ekonomi, dan masih banyak lagi
  • Akses ke platform perdagangan paling populer di dunia, MetaTrader 4 danMetaTrader 5

Memiliki platform yang tepat dan broker terpercaya adalah aspek yang sangat penting dalam perdagangan. Admiral Markets adalah broker pemenang penghargaan yang menawarkan kemampuan untuk melakukan perdagangan komoditi melalui CFD, pasar forex dan saham, ETF dan masih banyak lagi.

Semua hal ini dimungkinkan dengan menggunakan platform perdagangan mutakhir multi fungsi MetaTrader 4 dan MetaTrader 5 Admiral Markets yang dilengkapi dengan plugin MetaTrader Supreme Edition eksklusif.

Dengan MetaTrader Supreme Edition, pedagang memiliki akses ke berbagai alat bantu trading tambahan untuk meningkatkan pengalaman perdagangan mereka, termasuk paket indikator 16 indikator baru, wawasan teknis dan ide-ide perdagangan yang disediakan oleh Trading Central, dan terminal perdagangan baru, yang menyediakan fitur perdagangan canggih seperti menutup sebagian perdagangan.

Untuk mengunduh MetaTrader Supreme Edition secara gratis, klik banner di bawah ini!

Unduh MetaTrader Supreme Edition untuk Perdagangan Komoditi Anda!

Contoh CFD Komoditas

Mari kita lihat contoh perdagangan komoditi. Misalnya, Anda berspekulasi bahwa harga minyak mentah Brent akan jatuh, sehingga Anda memutuskan untuk membuka posisi jual pada perdagangan. Penempatan posisi ini pada dasarnya ditempatkan pada satu harga dan jika harga mengalami kejatuhan, maka Anda akan menutup posisi perdagangan dan mendapatkan selisih harga sebagai keuntungan.

Dalam contoh ini, harga pasar minyak mentah Brent adalah $72,22 per barel. Satu lot (ukuran standar CFD) adalah 1.000 pon. Oleh karena itu, nilai satu lot Brent adalah $7.222.

Leverage keuangan yang tersedia yang Anda miliki adalah 1:10, sehingga untuk membuka perdagangan di satu lot, atau $7.222, minyak mentah Brent, Anda harus memiliki dana sejumlah $722 di akun perdagangan Anda. ($7.222/10 = $722).

Jika Anda membuka posisi jual pada perdagangan komoditi di 72,22, dan kemudian menutupnya pada harga 53,46 sen per pon, maka perbedaan antara harga pembukaan perdagangan dan harga penutupan perdagangan adalah sebesar $18,76.

Grafik Harian Perdagangan Komoditi Minyak Mentah Brent

Sumber: Grafik Harian minyak mentah Brent - Admiral Markets MetaTrader 5. Rentang Data: 30 April 2019 hingga 16 Juni 2020 - Dilakukan pada 16 Juni 2020. Penafian: Grafik untuk instrumen keuangan dalam artikel ini adalah untuk tujuan ilustrasi dan bukan merupakan saran perdagangan atau ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun yang disediakan oleh Admiral Market (CFD, ETF, Saham). Kinerja masa lalu tidak selalu merupakan indikasi kinerja masa depan. Grafik Harian Perdagangan Komoditi Minyak Mentah BrentSumber: Grafik Mingguan minyak mentah Brent - Admiral Markets MetaTrader 5. Rentang Data: 9 November 2014 hingga 16 Juni 2020 - Dilakukan pada 16 Juni 2020. Penafian: Grafik untuk instrumen keuangan dalam artikel ini adalah untuk tujuan ilustrasi dan bukan merupakan saran perdagangan atau ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun yang disediakan oleh Admiral Market (CFD, ETF, Saham). Kinerja masa lalu tidak selalu merupakan indikasi kinerja masa depan.

Untuk mengetahui laba Anda, Anda perlu melipatgandakan selisih harga dengan ukuran perdagangan, dan dengan nilai pergerakan satu titik. Baik untuk ukuran kontrak dan juga selisih harga adalah berbeda untuk setiap komoditas, oleh karena itu penting untuk mengetahui hal ini sebelumnya.

Dalam contoh ini, perdagangan Anda ada pada satu lot, atau 100 barel komoditas minyak mentah Brent. Maka hal ini akan memberikan perhitungan sebagai berikut:

(72.22 - 53.46) x 100 = $1.876

18,76 x 100 x $ 1 = $1.876

Jadi, Anda akan mendapat untung dari perdagangan sebesar $1.876! Harap diingat bahwa jika harga Brent naik dan bukannya turun, maka Anda akan mengalami kerugian.

Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang formula ini dalam panduan pemula kami untuk perdagangan CFD. Rumus untuk menghitung laba/rugi Anda adalah sama untuk setiap komoditas (perbedaan harga x ukuran kontrak x nilai pergerakan satu titik).

Namun perlu diingat, bahwa ukuran kontrak dan nilai pergerakan titik adalah berbeda untuk setiap instrumen, jadi hal ini juga perlu dipertimbangkan dalam strategi perdagangan Anda.

Biaya Perdagangan

Penting untuk diingat bahwa keuntungan perdagangan Anda bukanlah hanya mengenai perbedaan antara harga pembukaan dan penutupan perdagangan, namun Anda juga perlu mempertimbangkan biaya perdagangan.

Saat memperdagangkan CFD komoditas, ada tiga biaya potensial yang perlu dipertimbangkan:

  • Spread: Spread adalah perbedaan antara harga bid (beli) dan ask (jual) instrumen keuangan. Misalnya, jika harga penawaran Emas adalah 1491,58, dan harga permintaan 1491,78, maka perbedaannya adalah sebesar 0,20. Agar perdagangan dapat menguntungkan, maka perdagangan harus melewati jumlah spread awal tersebut.
  • Swap: Jika Anda membuka perdagangan semalaman, maka biaya atau penyesuaian akan dibebankan pada pukul 23:59 di zona waktu platform.
  • Komisi: Beberapa instrumen juga dikenakan komisi untuk pembukaan dan penutupan perdagangan. Di Admiral Markets, CFD saham dan ETF, serta forex dan komoditas di akun Zero.MT4 kami dikenakan komisi.

Jadi, untuk menghitung laba perdagangan komoditas Anda, Anda harus mengurangi biaya perdagangan dari rumus di atas.

Cara Meningkatkan Hasil Perdagangan Komoditi

Kami telah memperkenalkan komoditas dan telah membagikan cara berbeda dalam memperdagangkannya. Namun, yang belum kami bahas adalah apa yang diperlukan untuk dapat berhasil dalam investasi atau perdagangan komoditi.

Meskipun tidak ada jaminan, ada sejumlah hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan peluang Anda untuk sukses saat melakukan perdagangan komoditi. Beberapa diantaranya termasuk:

  1. Edukasi
  2. Analisis pasar
  3. Kelola risiko Anda
  4. Diversifikasi portofolio Anda

1. Edukasi

Ada berbagai sumber daya yang tersedia untuk memulai perjalanan perdagangan Anda, termasuk webinar gratis, seminar, kursus, artikel perdagangan, dan masih banyak lagi.

Akun perdagangan demo adalah cara lain yang baik untuk belajar cara berdagang , terutama ketika menyangkut mekanisme pembukaan dan penutupan perdagangan dan melihat bagaimana pasar bekerja. Namun, akun demo tidak dapat mengajarkan Anda tentang psikologi perdagangan Anda, atau bagaimana Anda mengelola uang, jadi penting untuk melakukan transisi ke akun perdagangan live ketika Anda merasa siap.

2. Menganalisis Pasar Komoditas

Untuk perdagangan komoditi yang sukses, penting untuk memahami alasan Anda melakukan perdagangan tersebut. Mengapa Anda yakin suatu komoditas akan naik atau turun?

Sebagian besar analisis komoditas terbagi dalam dua kategori: analisis fundamental dan analisis teknis.

Analisis fundamental berfokus pada analisis faktor-faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi harga berbagai komoditas, terutama yang terkait dengan penawaran dan permintaan, seperti yang telah kita bahas sebelumnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk analisis ini adalah adalah:

  • Data ekonomi makro, seperti tren dalam PDB, pengangguran dan penjualan ritel. Semua hal ini adalah petunjuk tentang kekuatan ekonomi, dan seringkali terkait dengan kekuatan atau kelemahan harga komoditas industri.
  • Kekuatan pasar akhir komoditas yang berbeda, yang akan memengaruhi permintaan komoditas tersebut.
  • Tingkat penawaran, yang dapat dinilai dalam laporan seperti laporan Cattle on Feed USDA. Laporan ini menunjukkan pasokan sapi masa depan yang masuk ke pasar, dan dapat memberikan petunjuk tentang harga daging sapi.
  • Siklus pasar, keadaan pasar dalam siklus naik atau turun. Hal ini melibatkan analisis jangka panjang dari tren pasar untuk membuat penilaian tentang apa yang mungkin terjadi pada hari perdagangan.
  • Mengubah kebijakan dari ekonomi secara luas dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi permintaan komoditas.

Seperti yang Anda lihat, ada banyak hal yang perlu diingat! Jika Anda bukanlah seorang pedagang penuh waktu dengan tim analis yang tersedia, mungkin akan menjadi sulit untuk melacak berita ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Namun, itulah sebabnya banyak pedagang juga menggunakan analisis teknis untuk membantu dengan keputusan perdagangan mereka. Jadi apakah analisis teknis dari pasar komoditas? Analisis teknis dasar dilakukan hanya melihat pola dan indikator pada grafik harga untuk komoditas tertentu, untuk melihat petunjuk tentang arah masa depannya.

Misalnya, satu alat yang populer di kalangan pedagang adalah moving average, karena indikator ini dapat mereka membantu menentukan arah keseluruhan, atau tren pasar. Pada dasarnya, indikator moving average dapat menghitung jumlah harga penutupan sebelumnya yang ditentukan pengguna untuk menemukan harga 'rata-rata' pasar. Garis ini kemudian diplot pada grafik sehingga pedagang dapat melihat tren harga rata-rata, secara historis.

Perdagangan Komoditi Emas

Sumber: Grafik Harian Emas - Admiral Markets MT5 Supreme Edition. Rentang Data: 1 Mei 2019 hingga 16 Juni 2020 - Dilakukan 16 Juni 2020. Penafian: Grafik untuk instrumen keuangan dalam artikel ini adalah untuk tujuan ilustrasi dan bukan merupakan saran perdagangan atau permintaan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun yang disediakan oleh Admiral Markets (CFD, ETF, Saham). Kinerja masa lalu tidak selalu merupakan indikasi kinerja masa depan.

Pada grafik di atas, garis rata-rata bergerak merah mewakili nilai rata-rata dari lima puluh bar terakhir. Garis hijau mewakili nilai rata-rata seratus batang terakhir. Yang dapat Anda perhatikan adalah bahwa saat harga indikator batang berada di atas lima puluh moving average, yang juga berada di atas seratus moving average, harga cenderung bergerak semakin tinggi.

Moving average hanyalah satu jenis indikator gratis, di antara banyak indikator yang tersedia untuk digunakan pada platform MT5 Admiral Markets.

3. Kelola Risiko Anda

Banyak pedagang mempertimbangkan perdagangan komoditi, terutama CFD komoditas karena akses ke leverage agar mereka dapat melakukan perdagangan dengan posisi besar menggunakan deposit yang relatif kecil, dan sebagai hasilnya memperbesar keuntungan mereka.

Namun, penting untuk diingat bahwa leverage memperbesar kerugian hingga tingkat yang sama dengan laba, yang berarti juga meningkatkan risiko pada perdagangan CFD, terutama bila dibandingkan dengan investasi tradisional.

Inilah sebabnya mengapa manajemen risiko sangat penting. Ada beberapa cara Anda dapat mengelola risiko, dan beberapa cara umum termasuk:

  • Manajemen uang yang efektif: Hanya melakukan perdagangan dengan uang yang dapat Anda relakan.
  • Ukuran posisi yang masuk akal: Aturan umum adalah bahwa satu perdagangan tidak boleh mengambil risiko lebih dari 2% dari jumlah total saldo akun Anda. Jadi jika Anda memiliki $1.000 di akun Anda, Anda tidak ingin mengambil risiko lebih dari $20 per perdagangan. Jika saldo akun Anda meningkat atau menurun, maka demikian juga risiko maksimum per perdagangan Anda.
  • Menggunakan stop loss dan take profit: stop loss dan take profit adalah level otomatis yang Anda tetapkan di mana perdagangan Anda akan ditutup, artinya Anda tidak perlu menutupnya secara manual. Stop loss dirancang untuk mencegah Anda kehilangan uang lebih dari jumlah yang Anda harapkan - jika instrumen bergerak terlalu jauh dari harapan Anda, maka perdagangan akan ditutup.

    Sebaliknya, take profit adalah kebalikan dari stop loss, perdagangan akan ditutup secara otomatis setelah mencapai tingkat keuntungan tertentu.
  • Memiliki strategi yang jelas: Beberapa pedagang komoditas pemula membuka sejumlah perdagangan acak dan berharap salah satu dari perdagangan tersebut akan memberikan keuntungan.

    Lebih buruknya lagi, jika mereka kalah, mereka mungkin membuka perdagangan yang lebih besar dan lebih besar dengan harapan mengembalikan kerugian mereka dalam satu kemenangan besar.

    Maka dari itu, adalah penting untuk harus selalu memiliki dan mengikuti strategi perdagangan. Strategi yang menentukan seberapa besar risiko Anda, kapan Anda akan membuka perdagangan dan kapan Anda akan menutupnya.

4. Diversifikasi Portofolio Anda dengan Perdagangan Komoditi

Apakah Anda tahu ungkapan 'jangan taruh semua telur Anda dalam satu keranjang?' Hal ini sangat relevan pada situasi ketika Anda melakukan investasi - Anda tidak ingin menempatkan semua dana Anda ke dalam satu aset, atau satu pasar, karena jika pasar tersebut jatuh, maka Anda bisa kehilangan segalanya.

Sebaliknya, penting untuk membangun portofolio yang mencakup beragam aset, termasuk dalam perdagangan komoditi. Jadi, dalam praktiknya Anda mungkin memiliki portofolio dengan kombinasi sebagai berikut:

  • Komoditas logam emas dan perak
  • Komoditas energi gas alam dan minyak mentah
  • Komoditas pertanian seperti gula dan kopi
  • Saham dari berbagai pasar (AS, Eropa, Asia-Pasifik)
  • Indeks, mewakili seluruh pasar
  • Obligasi
  • Dan masih banyak lagi!

Berita baiknya adalah Anda dapat melakukan investasi di semua pasar di atas melalui CFD dengan Admiral Markets.

Memilih Broker Perdagangan Komoditi

Jika Anda mencari broker untuk memulai perdagangan CFD komoditas, ada beberapa hal yang perlu diingat untuk memastikan Anda tidak hanya memilih broker yang sah dan bereputasi baik, tetapi juga bahwa broker tersebut menawarkan kondisi dan alat terbaik untuk melakukannya. Hal ini dapat membantu Anda mendapatkan hasil perdagangan komoditi terbaik.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan termasuk:

  • Regulasi: Apakah broker teregulasi, idealnya oleh otoritas keuangan di daerah Anda?
  • Penghargaan: Apakah broker pernah memenangkan penghargaan? Pasar keuangan sangat kompetitif, dan hal yang sama berlaku untuk broker untuk tempat investasi Anda. Penghargaan dapat memberi Anda pemahaman yang baik tentang broker mana yang memiliki platform terbaik, dukungan pelanggan terbaik, dan masih banyak lagi.
  • Rentang pasar: Pasar apa yang ditawarkan broker? Beberapa broker hanya dapat menawarkan forex, atau mata uang kripto, atau saham. Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, mendiversifikasi portofolio Anda adalah salah satu kunci keberhasilan dalam perdagangan, dan mungkin lebih mudah untuk melakukan diversifikasi dengan broker yang memiliki beragam instrumen yang ditawarkan.
  • Platform perdagangan: Platform apa yang ditawarkan broker? Apakah platform mudah digunakan, bahkan jika Anda seorang pemula? Apakah ada banyak dukungan yang tersedia jika Anda memiliki pertanyaan?
  • Biaya perdagangan: Berapa biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perdagangan? Ingatlah untuk selalu melihat jumlah spread, komisi, dan swap.
  • Dukungan pelanggan: Bagaimana cara broker menawarkan dukungan? Apakah ada representatif yang dapat Anda hubungi, atau apakah Anda perlu menggunakan forum dukungan?

Berita baiknya adalah, jika Anda mencari broker komoditas CFD terbaik, Anda telah datang ke tempat yang tepat. Admiral Markets adalah broker CFD dan forex pemenang penghargaan dengan lebih dari 30 penghargaan internasional.

Kami menawarkan perdagangan di ribuan jenis pasar, termasuk CFD pada komoditas, forex, saham, mata uang kripto, indeks, obligasi dan ETF. Kami juga menawarkan perdagangan melalui platform perdagangan favorit dunia, MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Sebagai platform perdagangan paling populer di dunia, ada berbagai macam dukungan yang tersedia untuk keduanya.

Admiral Markets berkomitmen untuk menjaga biaya perdagangan tetap rendah untuk Anda, dengan spread khas yang sangat kompetitif (2,1 pips untuk Silver, dan 3 pips untuk minyak mentah Brent dan minyak mentah WTI). Selain itu, komisi perdagangan dimulai hanya sebesar $0,01 per saham untuk saham, ETF saham dan ETF CFD.

Admiral Markets juga hadir di 35 negara dengan dukungan melalui telepon, email, dan kantor lokal dalam bahasa Anda, ketika Anda membutuhkannya.

Jika Anda siap untuk memulai, klik banner di bawah ini untuk membuka akun perdagangan Anda hari ini.

Mulai Trading Perdagangan Komoditi Hari Ini!

Artikel lainnya yang mungkin menarik bagi Anda

Tentang Admiral Markets

Admiral Markets adalah broker forex dan CFD yang telah memenangkan banyak penghargaan dan diatur secara global, menawarkan trading dengan lebih dari 8.000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Mulai trading hari ini!

***

Data yang diberikan memberikan informasi tambahan mengenai semua analisis, perkiraan, tinjauan pasar, ramalan mingguan atau penilaian dan informasi serupa lainnya (selanjutnya disebut "Analisis") yang diterbitkan di situs Admiral Markets. Sebelum membuat keputusan investasi, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Artikel ini adalah komunikasi pemasaran. Artikel ini dipublikasikan hanya untuk tujuan informatif dan sama sekali tidak dapat ditafsirkan sebagai saran atau rekomendasi investasi. Artikel ini tidak disusun sesuai dengan persyaratan hukum yang dirancang untuk mempromosikan kemandirian penelitian investasi, dan bahwa itu tidak tunduk pada larangan berurusan sebelum penyebaran penelitian investasi.
  2. Setiap keputusan investasi dibuat oleh masing-masing klien saja sedangkan Admiral Markets AS (Admiral Markets) tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang timbul dari keputusan tersebut, baik berdasarkan analisis atau tidak.
  3. Dengan tujuan untuk melindungi kepentingan klien kami dan objektivitas Analisis, Admiral Markets telah menetapkan prosedur internal yang relevan untuk pencegahan dan pengelolaan konflik kepentingan.
  4. Analisis ini disusun oleh analis independen (selanjutnya disebut "Penulis") pribadi Jacqueline Pretty, Trader dan Analis Profesional.
  5. Sementara setiap upaya yang wajar diambil untuk memastikan bahwa semua sumber analisis dapat diandalkan dan bahwa semua informasi disajikan, sebanyak mungkin, dengan cara yang dapat dimengerti, tepat waktu, tepat dan lengkap, Admiral Market tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan setiap informasi yang terkandung dalam Analisis.
  6. Segala jenis kinerja instrumen keuangan masa lalu atau model yang ditunjukkan dalam analisis tidak boleh ditafsirkan sebagai janji tersurat atau tersirat, jaminan atau implikasi oleh Admiral Markets untuk kinerja di masa depan. Nilai instrumen keuangan dapat meningkat dan menurun dan pelestarian nilai aset tidak dijamin.

Produk leverage (termasuk kontrak untuk perbedaan) bersifat spekulatif dan dapat mengakibatkan kerugian atau keuntungan. Sebelum Anda memulai perdagangan, pastikan Anda memahami risikonya.

CFD adalah instrumen kompleks yang membawa risiko tinggi terjadinya kerugian dengan cepat karena penggunaan leverage.