Kami menggunakan cookies untuk memberi Anda pengalaman terbaik di situs web kami. Dengan terus menelusuri situs web ini, Anda memberi izin atas penggunaan cookies tersebut. Untuk detail lebih lanjut, termasuk cara mengubah preferensi Anda, silakan baca Kebijakan Privasi.
Info Selengkapnya Setuju

Panduan Oil Trading : Cara Melakukan Trading Minyak Mentah Dengan CFD

April 25, 2020 21:48 UTC
Waktu membaca: 28 menit

Pernahkah Anda melihat harga minyak mengalami fluktuasi dan bertanya-tanya bagaimana Anda dapat ikut serta dalam pergerakan harga minyak? Apakah mungkin bagi semua orang untuk dapat menggunakan minyak mentah melakukan perdagangan minyak mentah di pasar global?

Selama lebih dari 100 tahun, teknologi telah membuat perubahan dari menggunakan batu bara kepada menggunakan minyak mentah sebagai sumber energi utama, dan lebih lagi komoditas tersebut digunakan dalam berbagai produk, termasuk bensin, plastik, obat-obatan dan hal berguna lainnya. Akibatnya, minyak mentah menjadi sangat dihargai dan seluruh dunia mengikuti perkembangan perubahan harga minyak mentah.

trading minyak online

Dalam dunia trading, volatilitas harga minyak menciptakan banyak peluang trading. Minyak mentah juga dapat digunakan untuk mendiversifikasi portofolio, lindung nilai investasi dalam aset lain, serta untuk mengambil saham pada masalah geopolitik.

Berita baiknya adalah bahwa perdagangan minyak atau juga dikenal sebagai oil trading lebih sekarang lebih mudah diakses dari sebelumnya, tersedia selama 24 jam sehari, 5 hari seminggu, sepenuh secara online.

Jadi bagaimana Anda bisa mulai melakukan oil trading?

Oil Trading - Apa itu minyak mentah?

Minyak mentah adalah minyak bumi dan bahan bakar fosil yang tidak dimurnikan. Minyak mentah terdiri dari deposit hidrokarbon dan bahan organik lainnya, dan dapat disempurnakan untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan seperti bensin, solar, petrokimia (seperti plastik), pupuk, dan bahkan obat-obatan.

Minyak adalah komponen dasar dan penting dalam ekonomi global, dan, menurut Badan Energi Internasional (IEA), total konsumsi minyak global adalah sekitar 93 juta barel per hari. Tidak mengherankan, komoditas ini memiliki dampak besar pada kehidupan kita sehari-hari, dan mengapa perkembangan minyak diikuti oleh para ahli ekonomi, bisnis, pedagang, dan juga trader.

Dari sudut pandang dunia trading, minyak mentah adalah salah satu komoditas yang paling diperdagangkan di dunia, dan digunakan sebagai alat untuk spekulasi, investasi, lindung nilai, diversifikasi, dan masih banyak lagi.

Oil Trading - Apa itu minyak mentah WTI?

WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate. Minyak mentah WTI adalah salah satu dari dua tolok ukur oil trading paling populer dan terkenal pada platform MetaTrader 4 dan MetaTrader 5 . Tolak ukur yang kedua adalah minyak mentah Brent.

Juga disebut sebagai minyak mentah Amerika Serikat, WTI adalah minyak mentah berkualitas tinggi yang diekspor dan digunakan di seluruh dunia. Dimurnikan di Amerika Serikat, WTI adalah minyak mentah ringan dan manis dan secara tradisional dihargai sebesar $1 hingga $2 lebih tinggi daripada minyak mentah Brent.

WTI sebagai tolok ukur minyak berarti harga dari minyak mentah WTI berfungsi sebagai referensi bagi pembeli dan penjual minyak mentah, dan juga dikutip di media sebagai harga minyak.

Oil Trading - Apa itu minyak mentah Brent?

Minyak mentah Brent mengacu pada minyak mentah Brent Laut Utara, dan merupakan patokan populer kedua untuk perdagangan minyak. Seperti WTI, minyak mentah Brent juga berfungsi sebagai patokan untuk harga minyak.

Minyak mentah Brent sebagian besar diekstraksi dari Laut Utara dan dimurnikan di Eropa Barat Laut. Brent adalah jenis minyak utama di Eropa dan Afrika Utara.

Oil Trading - Apa itu Minyak OPEC?

Setelah minyak mentah WTI dan Brent, minyak OPEC adalah pemain penting lainnya di pasar minyak global. OPEC, atau Organisasi Negara Pengekspor Minyak, adalah salah satu pemain utama dalam industri minyak.

Minyak OPEC adalah kombinasi dari tujuh jenis minyak mentah, yang berasal dari Arab Saudi, Nigeria, Aljazair, Dubai, Venezuela, Indonesia dan Isthmus Meksiko. Kurang manis dan lebih gelap daripada WTI dan Brent, minyak OPEC cenderung lebih murah, tetapi memiliki peran penting di pasar global.

Oil Trading - Minyak Mentah WTI vs Minyak Mentah Brent

Meskipun minyak mentah Brent dan WTI adalah instrumen yang populer untuk diperdagangkan, ada lima perbedaan utama di antara kedua minyak tersebut:

  1. Lokasi ekstraksi: Minyak mentah WTI diekstraksi dan diproduksi di AS - terutama di Texas, North Dakota dan Louisiana. Sementara itu, minyak mentah Brent sebagian besar diekstraksi dari ladang minyak di Laut Utara.
  2. Perbedaan geopolitik: Harga minyak sering dipengaruhi oleh aktivitas politik, yang dapat berarti situasi politik di area dimana minyak diekstraksi dapat mempengaruhi harga dan aktivitas perdagangan minyak. Hal ini lebih relevan untuk minyak OPEC daripada minyak Brent atau WTI.
  3. Komposisi dan konten: Komposisi minyak juga mempengaruhi harga WTI dan Brent, terutama API gravity dan kandungan sulfur. Kandungan sulfur WTI adalah 0,24%, dan Brent pada 0,37%, dengan kandungan sulfur yang lebih rendah menghasilkan minyak yang lebih manis dan lebih mudah disuling.
  4. Pilihan oil trading: Minyak Brent dan WTI juga memiliki opsi trading yang berbeda, termasuk kontrak berjangka dan CFD. Kontrak berjangka untuk setiap minyak dikelola di bursa yang berbeda (WTI melalui New York Mercantile Exchange, dan Brent melalui Intercontinental Exchange), sementara banyak broker CFD akan menawarkan pilihan untuk melakukan trading baik melalui broker dan platform yang sama.
  5. Harga minyak Brent dan WTI: Secara teoritis, WTI harus diperdagangkan dengan premi untuk minyak mentah Brent, namun hal ini tidak selalu terjadi. Hal ini dikarenakan ada berbagai faktor yang mempengaruhi harga minyak, bukan hanya kualitas minyak itu sendiri. Salah satunya adalah penawaran dan permintaan, di mana pasokan minyak meningkat selama Revolusi Shale di awal tahun 2000-an, menyebabkan turunnya harga minyak.

Siap untuk mencoba melakukan oil trading? Berita baiknya adalah Anda dapat mencoba melakukan trading bebas risiko dengan akun demo gratis! Namun, pada saat yang sama, Anda masih mendapat manfaat dari akses ke data pasar real-time dan alat trading terdepan, sehingga Anda bisa mendapatkan hasil maksimal dari trading Anda. Cukup klik banner di bawah untuk memulai!

akun demo oil trading indonesia

Oil Trading - Faktor Yang Mempengaruhi Harga Minyak

Pergerakan harga minyak adalah penting bagi para trader, investor, dan bagi ekonomi secara global. Ketika harga minyak menjadi lebih mahal, hal tersebut akan meningkatkan biaya bagi konsumen secara langsung (minyak di pompa bensin) dan secara tidak langsung (produk yang dibuat oleh minyak, atau digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi sebuah produk). Pada akhirnya, minyak yang lebih murah akan menghasilkan biaya yang lebih rendah bagi konsumen di berbagai sektor.

Namun berikut dampak jangka panjang terhadap pergerakan harga minyak:

  • Harga minyak yang lebih tinggi cenderung membuat produk lebih menjadi mahal, yang pada akhirnya dapat merusak pertumbuhan ekonomi, karena menciptakan potensi inflasi dan kenaikan suku bunga.
  • Harga minyak yang lebih rendah cenderung membuat harga produk menjadi lebih terjangkau, yang pada akhirnya akan merangsang pertumbuhan ekonomi, karena mengurangi potensi inflasi dan kenaikan suku bunga.
  • Harga minyak yang sangat rendah dapat menurunkan pasokan produk, karena produsen dapat memangkas produksi mereka saat ini atau menunda proyek minyak baru.

Harga minyak sering berubah - hari demi hari, menit demi menit. Harga minyak juga dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Inilah beberapa faktor tersebut:

  • Penambahan atau pengurangan penawaran minyak oleh produsen minyak
  • Penambahan atau pengurangan permintaan oleh pengguna minyak dan importir
  • Subsidi untuk perusahaan minyak atau perusahaan energi lainnya
  • Politik internasional (perjanjian yang dibuat antar negara)
  • Politik internal produsen minyak
  • Pasokan minyak dunia
  • Persaingan dari sumber energi lain
  • Ketegangan dan ketidakamanan geopolitik (cenderung meningkatkan harga)
  • Penggunaan minyak dan gambaran fundamentalnya

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana faktor penawaran dan permintaan dapat berdampak pada harga minyak? Secara umum, penawaran yang lebih tinggi dan permintaan yang lebih rendah akan mengurangi harga minyak, sedangkan penawaran yang lebih rendah dan permintaan yang lebih tinggi akan meningkatkan harga minyak. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka ada dua faktor utama yang mempengaruhi penawaran dan permintaan. Mari kita bahas lebih lanjut.

Oil Trading - Penawaran minyak: tingkat produksi minyak

Minyak adalah sumber daya yang tidak terletak di setiap negara, dan karenanya produksi minyak menjadi terkonsentrasi. Minyak diproduksi di 100 negara, yang merupakan setengah dari jumlah negara dunia. Lima dari negara-negara tersebut menghasilkan 49,6% dari total produksi minyak mentah dunia. Hal tersebut memberikan negara-negara penghasil minyak dan asosiasi minyak (seperti OPEC) lebih banyak kekuatan dalam mengendalikan penawaran dan dampak harga mereka.

Mereka dapat menurunkan produksi minyak mereka untuk menghentikan penurunan harga, atau membantu meningkatkannya. Mereka dapat meningkatkan produksi minyak mereka jika mereka percaya harganya baik (cukup mahal) untuk dijual dan menghasilkan keuntungan.

Oil Trading - Permintaan minyak: Kesehatan ekonomi global

Permintaan minyak tumbuh ketika ekonomi global berkinerja baik, karena dengan demikian konsumen akan membeli lebih banyak produk (di mana minyak sering digunakan untuk memproduksi suatu produk), perusahaan mengirim dan mengangkut lebih banyak barang (karena permintaan yang lebih tinggi), perusahaan berinvestasi lebih banyak (untuk menciptakan kapasitas yang cukup), dan dalam dunia bisnis, konsumen lebih banyak bepergian untuk bisnis dan liburan. Ekonomi global yang melemah memiliki efek sebaliknya, dan menurunkan permintaan minyak.

Oil Trading - Bagaimana situasi geopolitik mempengaruhi harga minyak?

Dengan hanya lima negara yang memproduksi hampir setengah dari total minyak mentah dunia, ketegangan di salah satu negara ini dapat menyebabkan masalah signifikan dengan pasokan minyak. Misalnya, perang atau konflik di wilayah penghasil minyak dapat mengancam persediaan, produksi atau fasilitas pemurnian, yang kemudian dapat menyebabkan lonjakan harga minyak.

Sebagai seorang trader, hal ini berarti Anda harus mengawasi situasi geopolitik di sekitar negara-negara penghasil minyak utama dunia.

Apa keuntungan dari melakukan oil trading?

Menjadi salah satu aset paling populer di dunia untuk trading dan investasi, ada berbagai manfaat dari melakukan trading minyak mentah

Keuntungan oil trading #1: Volatilitas

Volatilitas (pergerakan harga yang besar) dalam harga minyak, volatilitas mungkin merupakan keuntungan yang paling dikenal dari trading WTI dan minyak mentah Brent. Harga minyak cenderung bergerak naik dan turun dengan ayunan harga yang substansial (seperti yang dapat dilihat para trader pada grafik di bawah). Pergerakan harga minyak menawarkan potensi bagi para trader untuk memanfaatkan pergerakan ini melalui trading intraday, trading intra-week ataupun swing trading.

volatilitas trading minyak online

Sumber: Admiral Markets MT5 dengan MT5SE Add-on WTI CFD - Disclaimer: Grafik untuk instrumen keuangan dalam artikel ini adalah untuk tujuan ilustrasi dan bukan merupakan saran perdagangan atau ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun yang disediakan oleh Admiral Markets (CFDs, ETFs , Saham). Kinerja masa lalu tidak selalu merupakan indikasi kinerja masa depan.

Manfaat oil trading #2: Diversifikasi

Kebanyakan trader dan investor menaruh semua telur mereka dalam satu keranjang. Di banyak negara Barat, seperti AS, Inggris, dan Australia, kekayaan seseorang biasanya diinvestasikan terhadap properti, sedangkan di negara lain, aset seperti saham merupakan bagian dari kekayaan pribadi yang besar.

Bahaya dari hal ini adalah bahwa jika pasar tunggal mengalami penurunan, maka seluruh portofolio investor dapat musnah. Diversifikasi portofolio Anda dengan berinvestasi dan melakukan trading di berbagai jenis pasar dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Berinvestasi dalam komoditas seperti minyak mentah adalah satu cara trader untuk dapat mendiversifikasi portofolio dan mengelola risiko mereka.

Manfaat oil trading #3: Melakukan trading secara fundamental

Banyak pasar mengintimidasi para trader baru karena mereka tampaknya bergantung pada sinyal teknis. Minyak mentah, bagaimanapun, masih sangat dipengaruhi oleh peristiwa fundamental, seperti contohnya faktor ketegangan geopolitik tersebut. Hal ini berarti, jika Anda secara teratur mengikuti berita, Anda mungkin dapat menemukan peluang trading yang menarik pada instrumen ini.

oil trading kapan saja


Oil Trading - Bagaimana cara melakukan trading dan berinvestasi dengan minyak mentah?

Pasar minyak adalah pasar yang sangat menarik, dengan sejumlah cara oil trading berbeda Anda dapat melakukan trading dan melakukan investasi. Beberapa diantaranya termasuk investasi pembelian minyak mentah, saham minyak, trading minyak dengan kontrak berjangka, investasi dalam ETF minyak dan trading CFD minyak.

Jika Anda siap untuk memulai oil trading, apakah Anda tahu bahwa Anda dapat membuka akun demo gratis secara online dan mulai melakukan oil trading hari ini?

Inilah tiga langkah pertama untuk memulai oil trading secara online:

  1. Mendaftar untuk akun trading demo
  2. Unduh dan pasang platform trading MetaTrader 5
  3. Masuk ke platform menggunakan detail akun demo Anda
  4. Lakukan trading pertama Anda!

Anda dapat melihat proses untuk melakukan perdagangan pertama Anda di video di bawah ini:

Oil Trading - Membeli minyak mentah secara langsung?

Beberapa dari Anda mungkin memiliki asumsi bahwa cara paling mudah untuk berinvestasi dalam minyak mentah adalah dengan membeli per barel, dan kemudian menjualnya dengan harga yang lebih tinggi begitu harga minyak mentah naik.

Pada kenyataannya, cukup sulit bagi trader eceran atau investor untuk berinvestasi dalam minyak secara fisik. Tidak seperti beberapa komoditas lain, seperti emas dan perak, minyak sulit untuk disimpan, sangat beracun dan memerlukan asuransi yang signifikan bahkan jika Anda berhasil mendapatkan barel minyak.

Berita baiknya adalah ada berbagai metode lain untuk berinvestasi dan memperdagangkan minyak, yang jauh lebih praktis.

Oil Trading - Berinvestasi dalam stok minyak

Pilihan pertama adalah untuk berinvestasi dalam saham minyak dan mengambil untung ketika harga saham naik. Hal ini dapat dilakukan dengan berinvestasi dalam saham perusahaan yang terlibat dalam eksplorasi, produksi, dan penyempurnaan minyak. Perusahaan-perusahaan yang termasuk adalah raksasa global dalam industri ini, seperti BP, Royal Dutch Shell, Exxon Mobil dan Total SA.

Tantangan dengan pendekatan ini adalah bahwa, karena Anda tidak berinvestasi secara langsung dalam minyak itu sendiri, harga saham perusahaan tempat Anda berinvestasi mungkin tidak selalu mencerminkan perubahan dalam harga minyak. Hal ini dikarenakan, ada sejumlah faktor lain yang masuk ke penilaian perusahaan di luar harga produk akhir, termasuk dividen, perubahan manajemen, peraturan yang dapat berdampak pada bisnis, persepsi publik dan masih banyak lagi.

Oil Trading - Memperdagangkan minyak dengan kontrak berjangka

Pilihan selanjutnya adalah memperdagangkan minyak dengan kontrak berjangka. Trading minyak berjangka adalah pilihan umum dalam memperdagangkan minyak mentah WTI dan Brent.

Kontrak berjangka adalah perjanjian hukum untuk membeli atau menjual aset dengan harga yang telah ditentukan pada waktu tertentu di masa depan. Dari perspektif perdagangan, seorang pedagang memiliki sedikit minat dalam menerima aset itu sendiri (biasanya 1.000 barel minyak), tetapi hanya memperdagangkan kontrak itu sendiri untuk mendapatkan keuntungan.

Katakanlah, misalnya, bahwa kontrak berjangka untuk minyak diperdagangkan pada harga $55 per barel. Jika seorang pedagang percaya bahwa harga minyak akan naik sebelum berakhirnya kontrak, mereka dapat membeli kontrak sekarang dengan harapan bahwa mereka akan dapat menutup kontrak dengan untung.

Jika harga minyak naik menjadi $58 pada saat kontrak berakhir atau pedagang memilih untuk menutupnya, mereka kemudian akan mendapat untung sebesar $3 per barel, atau total $3.000. Namun, jika harganya turun menjadi sebesar $54, mereka akan kehilangan uang sebesar $1.000.

Perhatikan bahwa ketika memperdagangkan minyak dengan kontrak berjangka, pedagang tidak perlu menginvestasikan nilai penuh kontrak ($55 x 1.000 barel minyak). Sebagai gantinya, mereka hanya perlu melakukan pembayaran pada margin awal, yang biasanya berjumlah beberapa ribu dolar.

Oil Trading - Berinvestasi dalam ETF minyak

Pilihan berikutnya dalam perdagangan minyak adalah berinvestasi dalam ETF komoditas minyak (dana yang diperdagangkan di bursa). Sebuah ETF merupakan aset atas kumpulan aset lainnya (seperti saham) yang investor dapat pilih sebagai instrumen berinvestasi atau melakukan trading dengannya. Manfaat utama dari ETF adalah, hal ini dapat memberi investor kesempatan untuk berinvestasi atau melakukan trading pada pasar yang lebih besar, daripada harus memilih instrumen secara individu.

etf oil trading

Misalnya, jika seorang investor ingin berinvestasi di saham teknologi AS, tetapi tidak ingin meneliti masing-masing saham untuk ditambahkan ke portofolio mereka, mereka dapat mencari ETF yang mewakili pasar saham teknologi AS, di mana riset untuk saham teknologi terbaik AS telah dilakukan sebelumnya.

Ada berbagai ETF komoditas yang tersedia, termasuk ETF minyak mentah. ETF minyak mentah mungkin juga mewakili saham perusahaan minyak dan juga minyak mentah dengan kontrak berjangka.

Seperti berinvestasi dalam aset lain, seperti saham, investasi tradisional dalam ETF adalah investasi di mana Anda berinvestasi pada satu harga, dan kemudian menutup investasi Anda begitu nilai ETF meningkat, menghasilkan laba dari selisih harga. Namun, Anda juga dapat melakukan trading ETF melalui CFD, yang memungkinkan Anda untuk melakukan trading pada kedua arah (jadi ada potensi untuk mendapat untung jika pasar naik ataupun turun).

Oil Trading CFD

Pilihan terakhir untuk melakukan trading pada minyak mentah adalah melalui trading CFD. CFD adalah singkatan dari contract for difference, dan CFD adalah alat yang memungkinkan Anda untuk melakukan trading pada pergerakan harga minyak mentah, tanpa perlu memiliki kontrak secara fisik atau berinvestasi dalam aset secara fisik.

Sebagai gantinya, Anda dapat mulai melakukan trading dengan:

  • Mendaftar untuk akun dengan broker CFD
  • Mengunduh dan menginstal platform trading
  • Menyetorkan dana ke akun Anda (hanya untuk akun live - untuk perdagangan demo, Anda dapat menggunakan uang virtual)
  • Membuka dan menutup operasi trading dari platform trading

Anda dapat melihat proses lengkap untuk membuka akun demo untuk perdagangan minyak mentah di video ini:

Beberapa manfaat dari oil trading melalui CFD meliputi:

  • Pilihan untuk melakukan trading pada pasar minyak tanpa harus berinvestasi dalam barel minyak secara fisik
  • Kemampuan untuk melakukan trading long (beli) atau short (jual), yang berarti Anda berpotensi mendapat untung baik di pergerakan pasar yang naik maupun turun
  • Kemampuan untuk melakukan trading jangka pendek, dengan eksekusi trading dalam waktu kurang dari satu detik
  • Kemampuan untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan - CFD dapat mendapatkan keuntungan dari leverage, yang berarti Anda dapat mengakses bagian pasar yang lebih besar daripada yang jumlah yang Anda setorkan (misalnya, jika broker menawarkan leverage 1:10, maka untuk setiap $1 yang Anda investasikan, Anda dapat melakukan trading pada minyak mentah sebesar $10)
  • Pilihan untuk melakukan trading pada berbagai pasar dari satu platform trading - broker profesional seperti Admiral Markets menawarkan CFD pada ribuan pasar keuangan, termasuk mata uang, saham, komoditas, mata uang kripto dan masih banyak lagi
  • Pilihan untuk melakukan trading pada ukuran kontrak yang lebih kecil, yang berarti memiliki risiko yang lebih rendah (misalnya kontrak berjangka standar adalah 1.000 barel minyak, sementara 1 lot (kontrak CFD standar) adalah 100 barel, dan 0,1 lot berarti hanya 10 barel)
  • Kemampuan untuk melakukan trading 24 jam sehari, 5 hari seminggu, sepenuhnya secara online

Jadi bagaimana sebenarnya cara kerja oil trading dengan CFD? Berikut adalah contoh singkat untuk dapat menggambarkan prosesnya.

Contoh oil trading dengan CFD

Untuk memahami cara kerja trading CFD, dan cara menghitung potensi untung atau rugi Anda, Anda perlu memahami:

  1. Ukuran trading
  2. Perbedaan antara harga pembukaan dan penutupan trading
  3. Setiap biaya trading atau komisi trading

Ketika berbicara mengenai ukuran trading, trading CFD diukur dalam jumlah 'lot', yang merupakan ukuran kontrak standar dalam aset yang mendasarinya. Dalam kasus minyak mentah WTI dan Brent, satu lot sama dengan 100 barel. Hal ini berarti bahwa, jika WTI dihargai sebesar $55 per barel, maka satu lot akan bernilai $ 5.500.

Jika Anda berpikir harga WTI akan naik, Anda akan membuka perdagangan beli, juga dikenal sebagai perdagangan panjang. (Jika Anda berpikir harga akan turun, Anda akan membuka perdagangan jual, juga dikenal sebagai perdagangan pendek.)

Setelah Anda menempatkan posisi trading Anda, dan kemudian harga WTI naik menjadi $ 58 per barel. Jika pada titik tersebut Anda memutuskan untuk menutup posisi trading pada harga tersebut. Perbedaan antara harga pembukaan trading Anda dan harga penutupan adalah $3 ($ 58 - $ 53) per barel. Jika kita menghitungnya dengan ukuran trading (100 barel), maka total keuntungan Anda adalah $ 300.

Namun, penting juga untuk mengingat komisi trading. Biaya yang dikenakan oleh broker CFD yang terbagi dalam tiga kategori:

  • Spread
  • Komisi
  • Swap

Spread adalah perbedaan antara harga 'beli' dan 'jual' suatu aset. Harga beli sebenarnya selalu sedikit lebih tinggi daripada harga jual, yang berarti bahwa jika Anda membuka perdagangan lama dan menjualnya segera, Anda sebenarnya akan rugi, karena Anda menjual dengan harga lebih rendah dari harga yang Anda bayarkan semula.

Perbedaannya kecil (pada saat penulisan, harga jual untuk WTI di Admiral Markets 'MetaTrader 5 adalah $ 55,03, sedangkan harga beli adalah $ 55,06), tetapi hal ini dapat terasa jika Anda melakukan trading dengan volume yang besar (misalnya beberapa lot), atau jumlah trading yang besar.

Spread ini adalah salah satu biaya yang dikenakan oleh broker, dan sebelum suatu posisi trading menjadi menguntungkan, harga aset perlu melewati batas spread. Ini adalah salah satu alasan mengapa penting untuk melihat seberapa kompetitif spread broker, karena spread adalah biaya utama dalam trading.

Beberapa broker mungkin mengenakan biaya komisi di samping spread. Komisi ini dapat berupa persentase atau jumlah dolar yang diambil dari setiap trading, dan biasanya akan ada komisi minimum yang akan dibebankan.

Biaya akhir adalah swap, yang merupakan penyesuaian suku bunga yang dibebankan untuk memegang posisi beli trading dalam semalam. Perhatikan bahwa untuk posisi sell, Anda mungkin akan juga menerima biaya bunga.

Jika kita berasumsi bahwa satu-satunya biaya broker Anda adalah spread sebesar $0,03, maka laba bersih Anda untuk contoh di atas adalah $297 [$ 300 laba kotor - ($ 0,03 x 100 barel)].

Apakah Anda siap untuk melakukan oil trading secara langsung? Salah satu langkah pertama yang harus Anda ambil untuk memulai oil trading adalah dengan mengunduh platform trading. Berita baiknya adalah Anda bisa mendapatkan platform trading paling populer di dunia - MetaTrader 5, 100% secara gratis dengan Admiral Markets.

MetaTrader 5 memberikan trader akses kepada kemampuan pembuatan grafik yang unggul, data pasar real-time gratis, widget trading terbaik, dan masih banyak lagi. Untuk mengunduh MetaTrader 5 sekarang, Anda dapat mengklik banner di bawah ini!

Oil trading dengan MetaTrader 5

Oil Trading dengan CFD vs perdagangan minyak dengan kontrak berjangka

Karena trading CFD dan kontrak adalah dua cara paling umum untuk memperdagangkan minyak mentah, para pedagang sering membandingkan keduanya untuk melihat mana yang paling cocok untuk mereka.

Ada sejumlah perbedaan antara kedua produk, berikut beberapa perbedaan utama dirangkum dalam tabel ini:

Perdagangan Berjangka

Trading CFD

Tanggal kadaluarsa (bulanan, triwulanan)

Umumnya tidak ada tanggal kadaluarsa

Berdagang melalui pertukaran (CBOT, CME, NYMEX)

Trading melalui broker

Tidak ada kepemilikan produk

Tidak ada kepemilikan produk

Dapat berdagang dalam jangka panjang dan pendek

Dapat berdagang dalam jangka panjang dan pendek

Dapat diperdagangkan dengan margin

Dapat diperdagangkan dengan margin

Lebih sedikit pasar yang tersedia daripada CFD

Dapat melakukan trading di lebih dari 3.000+ pasar



Strategi oil trading

Setelah menemukan broker yang akan memungkinkan Anda untuk dapat melakukan trading minyak secara online, maka langkah terbaik selanjutnya adalah memikirkan tentang strategi oil trading itu sendiri. Sangat penting untuk menerapkan manajemen risiko yang baik ketika melakukan trading, tetapi juga penting untuk menerapkan strategi oil trading yang tepat. Sebagian besar metode trading dapat dibagi menjadi beberapa gaya dan kerangka waktu yang berbeda.

Berikut ini ringkasan metode utama untuk melakukan trading CFD pada minyak, komoditas, dan instrumen keuangan lainnya:

Gaya perdagangan

  • Analisis fundamental: teknik membaca, menganalisis dan menggunakan data, berita, dan pernyataan untuk membuat penilaian tentang penawaran dan permintaan di masa depan
  • Analisis teknis : teknik menganalisis grafik harga melalui lilin (atau batang) dan indikator untuk menunjukkan pengaturan perdagangan yang menawarkan probabilitas lebih tinggi dan kurva ekuitas yang diharapkan positif dalam jangka panjang
  • Analisis wave: metode ini menganalisis pola harga pada grafik untuk memahami konteks, struktur pasar, dan apakah ada peluang perdagangan

Kerangka waktu

  • Trader jangka panjang menggunakan kerangka waktu yang lebih tinggi seperti grafik mingguan atau harian.
  • Swing trader menggunakan kerangka waktu tengah seperti grafik 4 jam dan harian.
  • Trader intra-week menggunakan grafik mid-low seperti grafik 1 jam dan 4 jam.
  • Trader intraday menggunakan kerangka waktu yang lebih rendah seperti grafik 15 dan 60 menit.
  • Scalper menggunakan grafik yang sangat rendah seperti grafik 1 dan 5 menit.

Kombinasi kerangka waktu yang berbeda untuk oil trading

Meskipun trader dapat menggabungkan semua kerangka waktu dan gaya dalam daftar kombinasi, namun ada beberapa kombinasi yang lebih umum digunakan. Mari kita tinjau beberapa metode tersebut:

  • Fundamental dan jangka panjang: ketika trader melakukan trading minyak online menggunakan analisis fundamental, mereka dapat menggunakan prakiraan jangka panjang untuk menyiapkan trading jangka panjang pada kerangka waktu yang lebih tinggi - jika tersedia. Perubahan mendasar lebih lambat, sehingga akan ada lebih sedikit pengaturan perdagangan dengan gaya ini, tetapi juga membutuhkan lebih sedikit waktu.
  • Fundamental dan jangka pendek: ketika trader menggunakan rilis data dan peristiwa ekonomi untuk tujuan trading, mereka biasanya akan berfokus pada pengaturan trading pendek dan cepat, yang dilakukan pada kerangka waktu yang lebih rendah. Trader jenis ini akan menggunakan alat khusus yang menyediakan pengumuman ekonomi, perkiraan, prediksi, dan banyak lagi. Admiral Markets menyediakan ' Kalender Forex ' yang dapat menyediakan jenis informasi ini.
  • Analisis gelomban jangka menengah & panjang: pola gelombang paling berguna untuk diperdagangkan pada grafik 1 jam atau lebih tinggi. Ketika Anda mulai menggunakan jenis analisis ini, mungkin lebih efektif untuk awalnya berfokus pada grafik 4 jam dan lebih tinggi. Alasannya adalah bahwa menafsirkan pola gelombang membutuhkan pengalaman, dan lebih mudah untuk memahami dan menafsirkan dinamika grafik kerangka waktu yang lebih tinggi, dibandingkan dengan yang bergerak cepat seperti grafik 15 menit.
  • Analisis teknis dan jangka menengah: analisis teknis dapat digunakan untuk perdagangan jangka panjang dan grafik kerangka waktu yang lebih tinggi, tetapi lebih sering digunakan untuk entri cepat dan keluar. Pedagang juga dapat menggunakan alat teknis untuk membuat rencana perdagangan yang lebih kuat. Alat-alat trading yang sering digunakan dalam kombinasi ini adalah garis tren, moving average, Fibonacci , dan osilator.
  • Analisis teknis dan jangka pendek: trader dengan teknik scalping lebih cenderung menggunakan indikator trading yang dapat membuat perhitungan secara otomatis. Mereka cenderung menggunakan indikator seperti Parabolic, Keltner Channel , dan Pivot Points , daripada alat manual seperti garis tren dan Fibonacci, karena harga bergerak dengan cepat pada kerangka waktu yang lebih rendah, dan keputusan harus dibuat sama cepatnya.
  • Kombinasi dari ketiganya: beberapa trader tidak ingin membatasi diri mereka dan menggabungkan ketiga metode dalam pendekatan besar. Meskipun ada beberapa manfaat untuk trader dengan memiliki pandangan yang berbeda, ada juga risiko bahwa mereka dapat terjebak dalam "kelumpuhan analisis" dan mendapatkan diri mereka tidak dapat membuat keputusan.

Rencana perdagangan dan sistem perdagangan pada oil trading

Seperti yang Anda telah baca sebelumnya, elemen-elemen yang telah dibahas dapat digabungkan untuk membentuk sebuah strategi perdagangan. Namun, pada sistem perdagangan pada trading biasanya mencakup daftar komponen utama seperti:

  • Jenis analisis
  • Kerangka waktu
  • Pendekatan manajemen risiko
  • Metode masuk
  • Filter (alasan untuk tidak masuk ke dalam pasar)
  • Manajemen trading (termasuk titik keluar dari pasar dan tingkat stop loss)
  • Metode keluar (termasuk stop loss dan target keuntungan)
  • Umpan balik dan evaluasi

Meskipun komponen-komponen diatas mungkin tampak seperti daftar panjang, ada baiknya untuk mempertimbangkan dengan cermat semua aspek tersebut sebelum melakukan trading, karena daftar ini dapat membantu para trader dalam membangun pendekatan yang lebih konsisten untuk jangka panjang.

Contoh strategi oil trading

Berikut adalah contoh dari pendekatan trading diskresioner yang menggunakan analisis teknis pada grafik 4 jam pada WTI CFD. Perlu diingat bahwa ini hanyalah contoh sederhana tentang bagaimana trader dapat menggabungkan berbagai alat dan indikator untuk membentuk keputusan trading. Metode trading ini belum diuji dalam perdagangan secara hanya, dan penulis hanya menggunakannya untuk tujuan contoh. Mari kita lihat contoh strategi ini yang didasarkan pada analisis kerangka waktu tunggal (grafik 4 jam) menggunakan platform MT5, dan plugin MetaTrader Supreme Edition.

Belum memiliki platform trading? Dapatkan platform MetaTrader di sini:

Tambahkan alat berikut ke platform MT4 atau MT5 Anda:

  • 100 ema (moving average) dekat
  • Saluran Keltner dari plugin MetaTrader Supreme Edition
  • Indikator fraktal

grafik oil trading cfd

Sumber: Admiral Markets MT5 dengan MT5SE Add-on WTI CFD - Disclaimer: Grafik untuk instrumen keuangan dalam artikel ini adalah untuk tujuan ilustrasi dan bukan merupakan saran perdagangan atau ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun yang disediakan oleh Admiral Markets (CFDs, ETFs , Saham). Kinerja masa lalu tidak selalu merupakan indikasi kinerja masa depan.

Berikut urutan langkah-langkahnya:

  • Analisis: melakukan trading dengan tren dengan menggunakan moving average:
    • Beli saat garis di atas 100 ema tercapai.
    • Jual saat garis di bawah 100 ema tercapai.
  • Metode masuk: breakout.
    • Breakout dengan penutupan lilin di atas garis resistensi saluran Keltner untuk pengaturan panjang.
    • Breakout dengan penutupan lilin di bawah dukungan saluran Keltner untuk pengaturan pendek.
  • Stop loss:
    • Trader dapat menggunakan stop loss di atas atau di bawah indikator fraktal terdekat, lilin ke-2 rendah atau tinggi, atau lilin terdekat terendah atau tertinggi.
    • Pengaturan baru tersedia setelah harga menelusuri kembali ke saluran Keltner.
  • Manajemen trading: gunakan trailing stop loss dan bergerak untuk mencapai titik impas setelah posisi trading telah mencapai setidaknya rasio imbalan terhadap risiko 1 banding 1.
  • Metode keluar: keluar saat titik tertinggi atau terendah tercapai (menggunakan aturan yang sama dalam filter). Atau keluar saat Poin Pivot mingguan tercapai.

investasi oil trading

Sumber: Admiral Markets MT5 dengan MT5SE Add-on WTI CFD - Disclaimer: Grafik untuk instrumen keuangan dalam artikel ini adalah untuk tujuan ilustrasi dan bukan merupakan saran perdagangan atau ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun yang disediakan oleh Admiral Markets (CFDs, ETFs , Saham). Kinerja masa lalu tidak selalu merupakan indikasi kinerja masa depan.

oil trading cfd

Sumber: Admiral Markets MT5 dengan MT5SE Add-on WTI CFD - Disclaimer: Grafik untuk instrumen keuangan dalam artikel ini adalah untuk tujuan ilustrasi dan bukan merupakan saran perdagangan atau ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun yang disediakan oleh Admiral Markets (CFDs, ETFs , Saham). Kinerja masa lalu tidak selalu merupakan indikasi kinerja masa depan.

Bagian yang paling sulit mungkin adalah untuk menentukan filter, untuk menghindari pengaturan yang terlalu dekat dengan mencoba menghindari pengaturan yang terlalu dekat dengan titik support atau resistance.

Berikut cara trader dapat menentukan filter:

  • Gunakan moving average jangka panjang :
    • Jangan menempatkan order jual jika harga berada di atas moving average jangka panjang.
    • Jangan menempatkan order beli jika harga berada di atas moving average jangka pendek.
  • Gunakan kontrol + Y untuk menambah level horizontal. Periksa titik puncak dan bawah dari 2 zona waktu terakhir dan tempatkan garis tren horizontal pada titik tersebut.
    • Pastikan bahwa ruang antara entri dan atas atau bawah (potensi keuntungan) tidak lebih kecil dari ukuran stop loss.

grafik oil trading

Sumber: Admiral Markets MT5 dengan MT5SE Add-on WTI CFD - Disclaimer: Grafik untuk instrumen keuangan dalam artikel ini adalah untuk tujuan ilustrasi dan bukan merupakan saran perdagangan atau ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun yang disediakan oleh Admiral Markets (CFDs, ETFs , Saham). Kinerja masa lalu tidak selalu merupakan indikasi kinerja masa depan.

Sekali lagi, contoh diatas bukanlah sebuah sistem trading yang lengkap, tetapi hanya kombinasi alat dan indikator yang menunjukkan bagaimana trader dapat membangun sistem trading. Selalu ingat bahwa semua gagasan ini harus diuji pada akun demo terlebih dahulu.

Platform terbaik untuk oil trading

Baik Anda ingin melakukan oil trading Indonesia pada WTI, minyak mentah Brent, atau melakukan trading pada ribuan pasar lainnya, platform trading terbaik saat ini adalah MetaTrader 5 dengan plugin MetaTrader the MT5 Supreme Edition.

Platform MetaTrader menawarkan platform grafik yang mudah digunakan dan dinavigasi, bersama dengan fitur-fitur tambahan seperti one-click trading, pemantauan trading waktu nyata dan pembaruan pasar secara langsung. Trader dapat melakukan trading pada minyak mentah WTI dan Brent, dan berbagai instrumen keuangan lainnya, termasuk Valas, CFD, CFD komoditas, dan indeks saham.

Plugin MetaTrader Supreme Edition dari Admiral Markets menawarkan daftar panjang indikator dan alat tambahan yang bukan bagian standar dari paket MetaTrader yang biasa. Fitur tambahan termasuk, tetapi tidak terbatas pada, sentimen trader, terminal mini, terminal trading, grafik tick trading, simulator trading, grafik mini yang baik untuk menganalisis kerangka waktu secara bersamaan, dan paket indikator tambahan termasuk Pivot Points dan Saluran Keltner.

Klik banner di bawah untuk memulai unduhan GRATIS Anda!

oil trading supreme edition

Tentang Admiral Markets

Admiral Markets adalah broker Forex dan CFD yang telah memenangkan banyak penghargaan dan diatur secara global, menawarkan trading dengan lebih dari 8.000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Mulai trading hari ini!

***

Artikel lainnya yang mungkin menarik bagi Anda

***

Data yang diberikan memberikan informasi tambahan mengenai semua analisis, perkiraan, tinjauan pasar, ramalan mingguan atau penilaian dan informasi serupa lainnya (selanjutnya disebut "Analisis") yang diterbitkan di situs Admiral Markets. Sebelum membuat keputusan investasi, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Artikel ini adalah komunikasi pemasaran. Artikel ini dipublikasikan hanya untuk tujuan informatif dan sama sekali tidak dapat ditafsirkan sebagai saran atau rekomendasi investasi. Artikel ini tidak disusun sesuai dengan persyaratan hukum yang dirancang untuk mempromosikan kemandirian penelitian investasi, dan bahwa itu tidak tunduk pada larangan berurusan sebelum penyebaran penelitian investasi.
  2. Setiap keputusan investasi dibuat oleh masing-masing klien saja sedangkan Admiral Markets AS (Admiral Markets) tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang timbul dari keputusan tersebut, baik berdasarkan analisis atau tidak.
  3. Dengan tujuan untuk melindungi kepentingan klien kami dan objektivitas Analisis, Admiral Markets telah menetapkan prosedur internal yang relevan untuk pencegahan dan pengelolaan konflik kepentingan.
  4. Analisis ini disusun oleh analis independen (selanjutnya disebut "Penulis") pribadi Jacqueline Pretty, Trader dan Analis Profesional.
  5. Sementara setiap upaya yang wajar diambil untuk memastikan bahwa semua sumber analisis dapat diandalkan dan bahwa semua informasi disajikan, sebanyak mungkin, dengan cara yang dapat dimengerti, tepat waktu, tepat dan lengkap, Admiral Markets tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan setiap informasi yang terkandung dalam Analisis.
  6. Segala jenis kinerja instrumen keuangan masa lalu atau model yang ditunjukkan dalam analisis tidak boleh ditafsirkan sebagai janji tersurat atau tersirat, jaminan atau implikasi oleh Admiral Markets untuk kinerja di masa depan. Nilai instrumen keuangan dapat meningkat dan menurun dan pelestarian nilai aset tidak dijamin.

Produk leverage (termasuk kontrak untuk perbedaan) bersifat spekulatif dan dapat mengakibatkan kerugian atau keuntungan. Sebelum Anda memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya.

CFD adalah instrumen kompleks yang membawa risiko tinggi terjadinya kerugian dengan cepat karena penggunaan leverage.