Menabung vs Investasi: Apakah Lebih Baik Menabung atau Investasi?

Juli 30, 2021 00:17 UTC
Waktu membaca: 6 menit

Menabung atau investasi? Ini adalah pertanyaan yang akan kita semua hadapi dalam kehidupan kita. Meskipun sebagian orang mungkin telah berpikir bahwa perbedaan antara keduanya sangat sepele, tetapi pada kenyataannya adalah mereka merupakan dua konsep yang sangat berbeda, masing-masing mempunyai tujuannya sendiri. 

Pada artikel ini, kami akan menganalisis perbedaan menabung dan investasi serta menjelaskan alasannya, ini bukan pertanyaan tentang yang mana yang lebih baik, melainkan lebih kepada pertanyaan tentang mencari keseimbangan yang tepat dalam portofolio tabungan vs investasi Anda.

Apa Itu Tabungan?

Menabung dapat diartikan dengan menyisihkan uang dan menyimpannya  di bank, baik dalam tabungan atau rekening giro. Orang-orang mungkin menyimpan uang untuk tujuan tertentu – seperti deposito rumah – atau hanya sekedar menabung untuk masa depan.

Uang yang disimpan pada tabungan mudah diakses oleh penabung ketika mereka membutuhkannya, dengan kata lain, bersifat sangat tidak pasti. Jika disimpan dalam sebuah Bank di Inggris, uang tersebut juga akan diasuransikan dengan Financial Services Compensation Scheme (Jasa Keuangan Skema Kompensasi Keuangan) – yang berarti bahwa jika bank Anda bangkrut, £85,000 pertama dari tabungan Anda akan dikembalikan.

Apa Itu Investasi?

Investasi juga termasuk menyisihkan uang untuk masa depan, namun, tujuan utama investasi adalah meningkatkan kekayaan Anda dengan cara menggunakan uang Anda untuk menghasilkan lebih banyak uang. Hal ini dilakukan melalui pembelian aset, yang dipercaya oleh para investor akan tumbuh nilainya dan menghasilkan pendapatan seiring berjalannya waktu.

Terdapat banyak pilihan yang tersedia bagi calon-calon investor – di antaranya seperti obligasisaham, Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (ETF) dan reksa dana.

Berbeda dengan tabungan, uang yang di investasikan tidak memiliki asuransi, oleh sebab itu, setiap investasi memiliki risiko kerugian total. Namun, masing-masing instrumen keuangan memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda – sebagai contoh, membeli obligasi atau gilt dari pemerintah Inggris, memiliki risiko yang jauh lebih kecil daripada membeli saham di perusahaan baru.  

Selain itu, modal yang ditanamkan juga jauh lebih likuid dibandingkan dengan modal yang terdapat pada bank. Tidak seperti bank, di mana pada umumnya seseorang dapat menarik uang sesuka hati, likuidasi dalam investasi biasanya lebih rumit, terkadang sulit menemukan klien yang besedia membeli aset Anda.

Risiko Menabung vs Investasi

Kami telah menjelaskan apa itu tabungan dan investasi, serta membahas beberapa kesamaan dan perbedaan utama antara menabung vs investasi, termasuk konsep risiko, yang akan kami bahas lebih lanjut di sini.

Risiko dan keuntungan adalah dua kunci perbedaan antara tabungan dan investasi. Menabung uang memiliki risiko yang rendah, namun potensi keuntungan yang di dapatkan juga sangat terbatas pada tingkat bunga saat ini. Di sisi lain, investasi meimiliki risiko yang jauh lebih tinggi, namun memiliki potensi keuntungan yang tidak terbatas.

Risiko Inflasi

Kami telah mencatat bahwa uang yang disimpan di bank Inggris diasuransikan hingga  £85,000 – menjadikannya tempat yang aman untuk menyimpan uang tunai Anda.  Namun, tidak berarti menyimpan uang di bank tidak memiliki risiko sama sekali.

Sejak 2008, suku bunga telah dipertahankan oleh Bank of England hingga mencapai rekor terendah dan tidak kunjung terlihat tanda-tanda kenaikan. Oleh karna itu, risiko yang paling nyata dari menyimpan uang di bank adalah bunga yang diperoleh dari tabungan Anda nilainya akan melebihi tingkat inflasi.

Inflasi adalah penurunan daya beli mata uang dari waktu ke waktu, yang disebabkan oleh kenaikan harga dalam suatu perekonomian. Jika tingkat inflasi lebih tinggi dari nilai bunga, maka, seiring berjalannya waktu, uang yang disimpan pada rekening tabungan akan kehilangan daya belinya.

Gagal Bayar dan Risiko Pasar

Meskipun risiko inflasi juga terdapat pada investasi, risiko yang lebih berat adalah ketika nilai investasi Anda jatuh atau bahkan tidak berharga. Seperti yang disebutkan diatas, risiko ini beragam berdasarkan instrumen mana yang Anda pilih untuk menempatkan uang Anda.  

Ketika anda membeli obligasi, pada dasarnya Anda meminjamkan uang kepada penerbit obligasi untuk melunasi pada saat jatuh tempo juga ditambah dengan bunga sementara dan, oleh karena itu, terdapat risiko gagal bayar.

BerInvestasi dalam obligasi pemerintah seperti negara Inggris dan AS memiliki risiko yang kecil, dengan syarat Anda harus berniat untuk menahan obligasi tersebut hingga jatuh tempo. Hal ini dikarenakan, kemungkinan untuk pemerintah seperti Inggris  gagal membayar utang negaranya sangat rendah, meskipun mungkin tetap bisa terjadi.

Ini tidak berarti bahwa semua obligasi pemerintahan  adalah investasi yang aman, itu juga tergantung pada pemerintahan yang menerbitkan obligasi tersebut. Misalnya, sejak 1827, Argentina telah gagal membayar utang nasional mereka sebanyak sembilan kali, yang adalah sebuah rekor global.

Dengan investasi seperti saham dan dana, terdapat risiko pasar yang tidak bergerak ke arah yang di inginkan, dan sebagai dampaknya, terjadi kerugian pada modal.

Intinya, di mana pun Anda menyimpan uang Anda, , selalu ada risiko. Sebelum menginvestasikan uang Anda, penting untuk membuat rencana pengelolaan risiko untuk membantu mengantisipasi dan, diharapkan, dapat mengurangi risiko tersebut.

Menabung vs Investasi

Pertama-tama, ketika mempertimbangkan menabung vs investasi, menabung harus diprioritaskan. Bahkan penunjang investasi yang paling radikal kemungkinan besar akan menekankan pentingnya memiliki tabungan yang siap sedia jika terjadi sesuatu yang tidak terduga

Tidak ada peraturan tentang berapa banyak uang yang harus Anda tabung, namun, memiliki cukup uang untuk mencukupi kebutuhan Anda selama setidaknya tiga bulan merupakan langkah awal yang baik.

Hanya saja setelah Anda memiliki tabungan cadangan ini, Anda harus mulai berinvestasi dan Anda tidak boleh menginvestasikan uang untuk bertahan hidup.

Berinvestasi memiliki tujuan untuk menciptakan kekayaan jangka panjang, yang berarti Anda tidak boleh menginvestasikan uang untuk keperluan jangka pendek Anda. Hal ini disebabkan oleh dua alasan.

Pertama, seperti yang kami bahas sebelumnya, uang yang diinvestasikan cenderung lebih sedikit likuid dibandingkan dengan uang yang terdapat pada rekening tabungan, yang berarti bahwa uang Anda tidak tersedia saat Anda membutuhkanya.

Kedua, dan mungkin menjadi alasan yang lebih penting, sifat pasar keuangan yang bergejolak menyebabkan kemungkinan Anda tidak dapat meilhat dampak yang signifikan atau perubahan apa pun dari berinvestasi dalam jangka pendek. Fluktuasi harga jangka pendek mempengaruhi nilai investasi Anda secara signifikan, sedangkan dalam jangka panjang fluktuasi cenderung lebih lancar. Selain itu, ketika keluar dan masuk dari posisi pada pasar keuangan akan dikenakan biaya dari broker Anda dan pajak capital gain dari pemerintah – kedua hal tersebut akan semakin mengurangi potensi keuntungan jangka pendek.

Berinvestasi Dengan Admirals

Jika, dengan membaca artikel ini, Anda berpikir bahwa berinvestasi adalah pilihan yang tepat untuk Anda, tidak perlu mencari lagi selain akun Invest.MT5 dari Admirals  Admirals (sebelumnya Admiral Markets)!

Akun Invest.MT5 tidak hanya memungkinkan Anda untuk membeli saham dan ETF  dari 15 bursa saham terbesar di dunia dengan persyaratan yang kompetitif, dan juga mendapatkan keuntungan lain dari hal-hal berikut ini: Membuka akun hanya dengan setoran minimum sebesar €1.

  • Akses gratis platform trading multi-asset nomor satu di dunia, MetaTrader 5.
  • Akses eksklusif alat Analisis Premium kami, dimana Anda bisa mendapat berita terbaru, wawasan teknis dan sentimen pasar tanpa biaya tambahan!  

Untuk mengetahui lebih lanjut dan membuka akun hari ini, klik spanduk di bawah dan mendaftar hari ini:

Artikel lainnya yang mungkin menarik bagi Anda

Tentang Admiral Markets

Admiral Markets adalah broker forex dan CFD yang telah memenangkan banyak penghargaan dan diatur secara global, menawarkan trading dengan lebih dari 8.000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Mulai trading hari ini!

***

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh diartikan sebagai saran investasi, rekomendasi investasi, tawaran atau rekomendasi untuk setiap transaksi dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading bukanlah indikator yang pasti untuk kinerja saat ini atau di masa mendatang, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi, Anda harus mencari nasihat dari penasihat keuangan independen untuk memastikan Anda memahami risikonya.

Roberto Rivero
Roberto Rivero Penulis Keuangan, Admirals, London

Roberto menghabiskan 11 tahun merancang sistem trading dan pengambilan keputusan untuk trader dan manajer investasi, serta 13 tahun lagi di S&P, bekerja dengan investor profesional.