Dasar Index Trading

Waktu membaca: 21 menit

What is Index Trading?

Anda mungkin telah mendengar banyak orang berbicara tentang pasar saham di televisi, radio, majalah, dan internet. Tetapi apakah Anda mengerti ketika ada yang mengatakan "pasar telah berkinerja baik hari ini"? Apa itu "pasar saham" sebenarnya?

Pada umumnya, ketika seseorang berbicara tentang "the market" atau pasar dalam bahasa Indonesia, mereka sedang berbicara tentang index trading saham. Dengan berkembangnya pasar saham dalam masyarakat kita, nama-nama indeks seperti Dow Jones Index, SP 500, CAC40 atau DAX 30 telah menjadi bagian dari kosa kata umum sehari-hari.

Dalam artikel ini kita akan membahas:

  • Apa itu index trading, dan apa itu index trading saham?
  • Keuntungan dan kerugian dari index trading
  • Index trading saham paling populer di dunia
  • Platform index trading terbaik

Index Trading

Sebagian besar trader tahu nama dan singkatan dari indeks saham global utama, namun mungkin tidak semua orang tahu bahwa mereka juga dapat melakukan CFD trading terhadap indeks. Faktanya, CFD indeks saham tidak hanya dapat dianalisis, tetapi mereka juga dapat dibeli dan dijual dengan cara yang mirip dengan cara trading saham.

Apa itu Index Trading Saham?

Trading index adalah kegiatan trading dengan menggunakan indeks saham sebagai instrumen trading. Indeks saham itu sendiri mewakili nilai sekelompok saham dari satu negara, dan menunjukkan kinerja saham keseluruhan, saat ini, dan historis dari indeks saham tertentu. Sebagai contoh, indeks FTSE100 mewakili 100 perusahaan yang terdaftar di London Stock Exchange dengan kapitalisasi pasar tertinggi, sedangkan S&P500 mewakili 500 perusahaan di Amerika Serikat.

Charles Dow menciptakan indeks saham pertama pada Mei 1896. Indesk saham pertama dikenal sebagai Dow Jones Index (DJI) atau Indeks Dow Jones dengan mewakili 12 perusahaan terbesar di Amerika Serikat, dan hari ini Indeks Dow Jones telah mewakili 30 perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di Amerika Serikat.

Setiap bursa efek di dunia dan setiap negara memiliki tolak ukur indeks saham, dan beberapa memiliki beberapa indeks. Karena adalah hal yang mungkin mustahil untuk melacak setiap saham di setiap negara, indeks saham memungkinkan trader dan investor untuk mengukur kinerja keseluruhan sebuah pasar saham atau suatu negara.

Ahli ekonomi, politisi, dan analis dapat menggunakan indeks saham untuk memahami seberapa baik kinerja pasar keuangan dan perusahaan di pasar tersebut.

Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang index trading, salah satu cara terbaik untuk belajar adalah mencoba melakukan trading di akun demo secara gratis. Akun demo memberi Anda kesempatan untuk melakukan trading pada pasar saham menggunakan dana virtual, yang berarti Anda dapat mempelajari cara kerja pasar dan menguji strategi trading Anda tanpa mempertaruhkan uang Anda secara nyata. Cukup klik banner di bawah ini untuk memulai!

Index Trading With A FREE Demo Trading Account

Bagaimana Cara Kerja Index Trading Pasar Saham?

Seperti yang kita bahas sebelumnya, indeks saham mewakili kinerja berbagai entitas, seperti:

  • Suatu negara, seperti Indeks Jerman DAX 30.
  • Sekelompok saham dalam satu negara, seperti S&P500 dari AS.
  • Sektor, seperti indeks Nasdaq, yang mewakili saham (dan perusahaan) dari sektor teknologi.

Ketika kita berbicara tentang bagaimana indeks saham mewakili nilai suatu negara, kelompok atau sektor, maka contohnya adalah jika nilai indeks Nasdaq naik atau turun, hal itu merupakan indikasi kinerja keseluruhan semua saham dalam Nasdaq. Ketika harga indeks saham meningkat, maka nilai keseluruhan indeks juga bergerak lebih tinggi. Hal yang sama berlaku untuk ketika indeks saham bergerak ke bawah, yang berarti bahwa nilai keseluruhan indeks menurun.

Namun, arah indeks saham tidak menunjukkan bahwa semua harga saham indeks bergerak naik atau turun. Dalam hitungan rata-rata, semua saham mungkin menjadi lebih berharga, namun sementara beberapa saham naik, saham yang lain mungkin bergerak turun. Hal yang sama berlaku untuk hari tren bearish pada indeks saham: mungkin banyak saham atau sektor yang cenderung menurun, namun beberapa saham yang lain mungkin bergerak turun.

Kerap kali hal ini membingungkan dan menimbulkan pertanyaan - bagaimana cara menghitung indeks?

Bagaimana Cara Menghitung Index Trading Saham?

Sebelum era digital, menghitung harga indeks tidaklah mudah. Saat ini, sebagian besar indeks saham menggunakan rumus rata-rata tertimbang untuk menentukan nilai indeks. Dengan rumus ini, cara menghitung bobot masing-masing saham adalah:

Harga saham x jumlah saham / kapitalisasi pasar semua saham

Sebagian besar indeks menimbang perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasar. Jika kapitalisasi pasar perusahaan adalah 1.000.000 pound dan nilai semua saham dalam indeks adalah 100.000.000 pound, maka perusahaan akan bernilai 1% dari indeks.

Hal ini menandakan bahwa nilai indeks saham adalah ukuran statistik dari perubahan dalam portofolio saham yang mewakili bagian dari pasar.

Index Trading Pasar Saham

Mengapa melakukan trading index di pasar saham? Indeks saham adalah alternatif yang menarik jika dibandingan dengan pasar keuangan lainnya.

Berikut adalah beberapa keuntungan dari index trading:

  • Kemampuan trading pada pergerakan pasar saham secara keseluruhan
  • Diversifikasi instan
  • Kemampuan trading dengan berbagai strategi selama periode waktu yang berbeda
  • Indeks adalah pasar yang unggul dan memiliki sangat kecil kemungkinan untuk manipulasi harga
  • Melakukan trading dengan indeks yang populer: FTSE100 di Inggris, SP500 di AS, DAX 30 di Jerman, dll.
  • Opsi trading jangka panjang

Namun, seperti pasar keuangan lainnya, ada beberapa kelemahan dari index trading saham:

  • Beberapa indeks saham kurang tidak memiliki likuidasi yang tinggi dibandingkan pasar lain, seperti pasar forex
  • Biaya broker mungkin lebih tinggi pada indeks yang kurang populer
  • Jam trading terbatas - sementara Anda dapat melakukan trading di pasar forex dapat 24 jam sehari, 5 hari seminggu, pasar saham hanya buka selama jam kerja waktu negara setempat
  • Karena pasar sering tutup, mungkin ada lebih banyak gap dibandingkan forex

Index Trading Saham vs Investasi Saham

Ketika membandingkan investasi dalam saham tradisional dengan index trading, ada sejumlah alasan mengapa seseorang mungkin lebih memilih trading index.

Berinvestasi dalam saham berarti Anda terpapar pada risiko apa pun yang dihadapi oleh suatu perusahaan tertentu. Sebaliknya, berinvestasi dalam indeks saham berarti Anda terdiversifikasi secara otomatis, karena investasi Anda mewakili puluhan atau bahkan ratusan, saham.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa berinvestasi dalam indeks jauh lebih menguntungkan daripada berinvestasi dengan memilih saham secara individual. Hal ini kurang lebih benar adanya karena indeks memungkinkan Anda untuk melakukan diversifikasi secara sektoral dan bahkan geografis.

Jika Anda melakukan index trading saham dengan CFD, Anda juga dapat memanfaatkan leverage, yang berarti Anda dapat melakukan trading dengan deposito yang lebih besar dari investasi Anda. Namun perlu diingat, sementara leverage dapat melipatgandakan keuntungan Anda, leverage juga dapat melipatgandakan kerugian Anda.

Selain itu, Anda membeli dan mempertahankan saham untuk jangka panjang dengan harapan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi, namun dengan CFD indeks saham Anda dapat membeli indeks saham (artinya Anda membuka posisi buy dengan harapan adanya peningkatkan nilai dan kemudian Anda menjual untuk mendapat keuntungan ), atau Anda dapat menjualnya (berarti Anda membuka posisi sell dengan harapan bahwa indeks akan menurun nilainya, dan kemudian Anda akan menutup trading Anda dengan harga yang lebih rendah, membuat keuntungan pada perbedaan harga).

Manajemen risiko parameter seperti stop loss juga dapat digunakan dalam index trading. Membatasi risiko pada pengaturan trading adalah manajemen risiko yang penting.

Index Trading vs. Trading Forex

Kedua pasar memiliki manfaat dan yang tepat untuk Anda akan berdasarkan strategi trading Anda. Trading forex bisa jadi menantang karena Anda perlu memprediksi pergerakan pasangan mata uang tunggal, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan bisa sangat fluktuatif. Sebaliknya, dengan index trading Anda dapat melakukan trading berdasarkan prediksi tentang pergerakan pasar secara luas.

Contoh sederana, forex trading mungkin lebih cocok untuk trader scalper yang mengambil keuntungan dari volatilitas tinggi dan spread rendah. Namun index trading, terutama pada indeks dengan spread yang lebih luas, mungkin lebih cocok untuk trader jangka panjang, seperti swing trader.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan untuk keduanya adalah seberapa baik Anda memahami pasar. Beberapa trader mungkin memahami dan berhasil melakukan trading pada sektor atau ekonomi tertentu sebagai pengetahuan yang dapat menguntungkan untuk index trading. Namun beberapa trader lain mungkin lebih memahami pergerakan mata uang dengan lebih baik dan pengetahuannya lebih cocok digunakan untuk trading forex.

Salah satu indeks saham yang paling populer untuk diperdagangkan adalah DAX30, yang mewakili 30 perusahaan terbesar di bursa Frankfurt dengan kapitalisasi pasar. Cukup klik banner di bawah ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang DAX30, dan bagaimana Anda dapat melakukan trading dengan DAX30!

Index Trading CFDs on DAX30

Index Trading Saham Populer

Ada berbagai jenis indeks saham di seluruh dunia, tetapi beberapa indeks yang sering diperdagangkan adalah indeks saham Amerika Serikat, Eropa, dan di Asia.

Index Trading Saham Amerika Serikat

New York Stock Exchange (NYSE) saat ini adalah bursa efek terbesar di dunia yang melakukan trading dengan sekitar 3.000 sekuritas.

Tiga dari indeks saham AS yang paling terkenal populer di kalangan trader adalah Dow Jones Industrial Average (DJI30), Nasdaq dan S&P 500.

DJ30 - Dow Jones Industrial Average

Indeks DJIA terdiri dari 30 perusahaan: 3M, American Express, Apple, Caterpillar, Chevron, Cisco, Coca-Cola, DuPont, Exxon Mobil, General Electric, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Johnson & Johnson, McDonald's, Merck, Microsoft, Nike, Pfizer, Procter & Gamble, Travelers , UnitedHealth Group, United Technologies Corporation, Verizon, Visa, Walmart, dan Walt Disney.

Indeks DJIA semakin populer di kalangan trader dengan 3-4 periode pergerakan harga yang kuat antara jam 8 pagi dan 10 malam GMT. Pada 17 Januari 2020, Dow Jones mencapai puncak tertinggi sepanjang masa di 29.401,40, mengikuti tren kenaikan yang konsisten sejak Maret 2009.

Index trading: Dow Jones Industrial Average chart

Sumber: Admiral Markets MT5 Supreme Edition , DJI , Bulanan - Rentang data: dari 1 Mei 20045 hingga 27 Januari 2020, diakses pada 27 Januari 2020 pukul 10:30 pagi EET. Harap dicatat: Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator hasil yang dapat diandalkan di masa depan.

Meskipun indeks Dow Jones sampai saat ini terbilang stabil, namun pasar tetap memiliki siklus naik dan turunnya, dan kadang-kadang ini bisa terjadi dengan sangat kuat. Sepanjang sejarahnya, indeks saham Dow Jones telah bergerak naik secara teratur dan bertahap, tetapi ada tahun dan dekade dimana Dow Jones mengalami kenaikan dan penurunan yang besar.

Mari kita ulas beberapa momen penting dalam sejarah pasar saham:

  • Wall Street Crash 1929: market crash yang terjadi karena gelembung spekulatif dalam saham. Peristiwa ini berlangsung selama empat tahun.
  • Black Monday pada tahun 1987: market crash ini terjadi pada satu hari dan terjadi penurunan 22,61% pada saham amerika, dan ini adalah penurunan terbesar sepanjang masa yang pernah tercatat pada satu hari trading. Tidak ada alasan yang jelas mengenai apa yang menyebabkan market crash secara tiba-tiba ini, namun trading bisa menjadi salah satu faktor.
  • Gelembung dot-com pada tahun 2000: harga saham teknologi bergerak sangat cepat antara tahun 1995 hingga 2000, dan gelembung spekulatif akhirnya pecah pada tahun 2000.
  • 'Resesi Hebat' 2008 (Atau Krisis Finansial Global): sistem keuangan di AS runtuh ketika bank, dan lembaga keuangan lainnya mengalami masalah yang disebabkan oleh kredit macet di pasar real estate, yang diperkuat oleh trading derivatif.
  • Kebangkitan pasar sejak 2008: pasar saham telah mengalami kenaikan yang luar biasa sejak peristiwa Resesi Hebat, menandai kenaikan besar.

Semua peristiwa yang tidak dapat diprediksi seperti diatas adalah alasan yang mengingatkan kita betapa pentingnya bagi trader untuk memiliki manajemen risiko yang kuat.

Index Trading Saham - SP500

S&P 500 mengukur kinerja 500 perusahaan besar yang terdaftar di bursa saham AS. Beberapa di antaranya adalah 3M, Adobe Systems, Alphabet, Amazon.com, American Express, Berkshire Hathaway, Boeing, Citigroup, Coca-Cola, eBay Inc , Exxon, FedEx, General Motors, General Electric, Goldman Sachs, Harley-Davidson, Hewlett Packard, Hilton, Intel, Johnson & Johnson, JPMorgan, Mastercard , McDonald's, Nasdaq , Nike, Oracle, PayPal, PepsiCo, Salesforce , Starbucks, Twitter, Visa, Walmart dan masih banyak lagi.

Seperti Dow Jones, S&P 500 mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Januari 2020, mencapai 3.337,55 pada 22 Januari. S&P 500 juga mengalami tren kenaikan yang kuat sejak Maret 2009, setelah berakhirnya masa terburuk dari krisis keuangan global.

Stock market index: SP500 chart

Sumber: Admiral Markets MT5 Supreme Edition , SP500 , Bulanan - Rentang data: dari 1 Mei 20045 hingga 27 Januari 2020, diakses pada 27 Januari 2020 pukul 10:30 pagi EET. Harap dicatat: Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator hasil yang dapat diandalkan di masa depan.

Index Trading Saham NQ100 - Indeks Saham Nasdaq

Indeks Nasdaq 100 terdiri dari 100 perusahaan terbesar di sektor teknologi di AS. Tidak mengherankan, Nasdaq adalah salah satu indeks global yang banyak kita dengar, dan sangat dihargai oleh para trader indeks saham.

Beberapa saham yang diwakili oleh Nasdaq 100 meliputi: Adobe, Advanced Micro Devices, Alphabet Inc., Amazon.com, Amgen, Apple Inc., Autodesk, Cisco, Citrix, Ebay , Expedia, Facebook, Hasbro, Intel, Intuit, Marriott, Micron , Microsoft, NVIDIA, Netflix, Tesla, Workday, dan masih banyak lagi.

Bagaimana Cara Melakukan Trading Dengan Index Trading Saham AS?

Jika Anda ingin mulai melakukan index trading dengan Dow Jones, S&P 500 atau Nasdaq, maka inilah beberapa langkah yang harus Anda lakukan:

1. Buka akun trading dengan broker CFD. Anda dapat melihat proses untuk melakukannya di video berikut ini:

2. Unduh platform trading MetaTrader 5. Sekali lagi, Anda dapat melihat prosesnya dalam video di bawah ini:

3. Di jendela Market Watch, pada kolom pencarian 'click to add ...', cari kode indeks yang ingin Anda perdagangkan. Tiga index trading yang tercantum pada contoh di bawah adalah [DJI30], [SP500] dan [NQ100]. Anda kemudian dapat mengklik kanan salah satu instrumen untuk membuka grafik.

market watch index trading

Sumber: Admiral Markets MT5.

4. Untuk membuka posisi beli atau jual, ikuti langkah-langkah dalam video di bawah ini!

Index Trading Saham Eropa:

Beberapa indeks saham Eropa yang paling populer termasuk FTSE100 di Inggris, DAX di Jerman, CAC 40 di Perancis dan Stoxx50, yang mewakili berbagai perusahaan di seluruh zona euro.

Index Trading Saham - FTSE 100

London Stock Exchange adalah salah satu bursa efek terpopuler di dunia, juga memiliki indeks sahamnya sendiri - FTSE100. FTSE (atau Footsie ) mewakili 100 perusahaan dari London Stock Exchange, termasuk:

3i, AstraZeneca, Aviva, Sistem BAE, Barclays, BHP, BP, British American Tobacco, BUNZL, Diageo, easyJet , Experian, GlaxoSmithKline, Glencore , HSBC, Makanlah Saja, Grup Perbankan Lloyds, Prudential, Reckitt Benckiser, Rio Tinto, Rolls- Royce Holdings, Royal Bank of Scotland, Royal Dutch Shell, Tesco, Unilever, Vodafone Group, dan masih banyak lagi.

Index Trading Saham Jerman - DAX 30

DAX adalah indeks yang terdiri dari 30 perusahaan terbesar di Bursa Efek Frankfurt, berdasarkan kapitalisasi pasar dan buku volume pemesanan. Indeks ini dikelola oleh Deutsche Borse dan harga telah dihitung setiap detik sejak 1 Januari 2006 oleh sistem elektronik Xetra .

Mengingat bahwa Jerman adalah ekonomi terbesar di Eropa, DAX30 adalah indeks yang sangat populer untuk trader internasional.

Perusahaan-perusahaan yang diwakili oleh indeks DAX meliputi: Adidas, Allianz, BASF, Bayer, BMW, Comerzbank , Deutsche Bank, Deutsche Telekom, Fresenius, Henkel, Infineon, Linde , Lufthansa, MAN, Metro, RWE, SAP, Siemens, VW, dan lebih.

Index Trading Saham Prancis - CAC 40

CAC 40 adalah indeks saham utama dari pasar Paris dan didirikan pada 15 Juni 1988. Indeks CAC 40 ditentukan dari harga 40 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar yang terdaftar di Paris Stock Exchange.

Sejak 1 Desember 2003, CAC 40 telah mengadopsi sistem kapitalisasi pasar mengambang untuk menyelaraskan dengan cara di mana indeks global utama beroperasi. Ini berarti bahwa sejak tanggal itu, jumlah sekuritas yang tersedia untuk pembelian di pasar untuk suatu perusahaan diperhitungkan dalam menghitung indeks.

Beberapa perusahaan yang terdaftar di indeks CAC 40 meliputi: Accor, Air Liquide , Airbus, ArcelorMittal , AXA, BNP Paribas, Capgemini , Carrefour, Danone , L'Oréal , LafargeHolcim , LVMH, Michelin, PSA, Renault, Sanofi , Sodexo , Total, dan masih banyak lagi.

Index Trading Saham Zona Euro - STOXX 50

Terakhir, jika Anda tertarik untuk melakukan trading ekonomi zona euro secara keseluruhan, ada indeks yang bisa Anda gunakan!

Euronext adalah bursa saham utama di wilayah Eropa, dan indeks saham Euronext (indeks Euro Stoxx 50), mencakup 50 perusahaan dari wilayah Eropa, berdasarkan kapitalisasi pasar mereka.

Index Trading Saham Eropa Lainnya

Meskipun kami telah mencantumkan indeks saham Eropa paling populer di atas, ada sejumlah indeks saham Eropa lainnya. Berikut adalah daftar singkatnya:

  • Indeks saham Belgia: The BEL20
  • Indeks saham Yunani: indeks Athex20
  • Indeks saham Denmark adalah OMX Copenhagen 20 (atau KFX)
  • Indeks saham Belanda: AEX25
  • Indeks saham Finlandia: OMX Helsinki 25 (OMXH25)
  • Indeks saham Irlandia: ISEQ
  • Indeks saham Italia: FTSE MIB
  • Indeks saham Luksemburg: LuxX
  • Indeks saham Norwegia: OBX25
  • Indeks saham Portugis: PSI 20
  • Indeks saham Spanyol: Ibex35
  • Indeks saham Swedia: OMX Stockholm 30 (OMXS30)
  • Indeks saham Swiss: SMI20

Explore index trading instruments

Index Trading Saham Asia-Pasifik

Sementara kita sering berbicara tentang Paris Stock Exchange, London Stock Exchange atau New York Stock Exchange, bagaimana dengan bursa saham Asia?

Sekarang, mari kita bahas mengenai bursa saham Asia dengan lebih ricni.

Indeks saham Asia dan Australia memang tidak sepopuler indeks saham Inggris dan AS karena perbedaan zona waktu di mana indeks ini beroperasi. Namun, bagi mereka yang tertarik untuk melakukan trading di jam yang tidak biasa atau yang ingin melakukan trading dengan juga melakukan pekerjaan sehari-hari, indeks Asia-Pasifik dapat memberikan Anda beberapa peluang menarik.

Index Trading Saham Japan - Nikkei 225

Indeks Nikkei Stock Exchange, juga dikenal sebagai Tokyo Stock Exchange Index, terdiri dari 225 perusahaan dan merupakan indeks bursa saham paling penting di bursa Jepang.

Perusahaan yang diwakili oleh indeks ini meliputi Canon, Casio, FujiFilm , Fujitsu, Honda, Mazda, Nikon, Nissan, Panasonic, Sapporo, Subaru, Suzuki, Toyota, Yahoo, Yamaha dan banyak lagi.

Trading Saham - Indeks Komposit SSE, dan CSI 30

Ketika membahas pasar Cina, yang paling sering dibicarakan adalah Indeks Komposit SSE. Indeks Komposit SSE adalah indeks saham yang paling banyak digunakan di Cina, mencerminkan kinerja bursa Shanghai.

Indeks saham Cina lainnya adalah CSI 300. CSI 300 adalah indeks pasar saham Shanghai dari 300 perusahaan terbesar di negara itu berdasarkan kapitalisasi pasar.

Indeks-indeks saham ini kadang-kadang disebut bersama sebagai indeks saham Beijing, mengacu pada ibukota negara itu, meskipun bursa saham negara itu terletak di Shanghai.

Indeks pasar saham Cina ketiga, adalah FTSE China 50, mewakili 50 perusahaan yang dipilih dari Shanghai Stock Exchange dan Shenzhen Stock Exchange.

Index Trading Saham Hong Kong - HSI50

Indeks saham Asia populer lainnya adalah indeks HSI50 Hong Kong. Indeks pasar saham Hong Kong terdiri dari 50 perusahaan terbesar di negara itu berdasarkan kapitalisasi pasar.

Index Trading Saham Australia - ASX 200

S & P/ASX 200 mewakili 200 perusahaan terbesar di Australia berdasarkan kapitalisasi pasar. Perusahaan-perusahaan ini menyumbang 82% dari kapitalisasi pasar saham Australia, yang berarti ASX adalah salah satu cara Anda dapat melakukan trading di negara bagian pasar Australia.

Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di ASX 200 meliputi: Grup Perbankan ANZ, Blackmores , Commonwealth Bank, Coca-Cola Amatil , Caltex Australia, Domino Pizza, Bank Nasional Australia, Qantas Airways, Perusahaan Telstra, Perawan Uang, Westpac Banking Corp, Woolworths, Xero dan masih banyak lagi .

Jika Anda ingin melakukan index trading dengan saham AS, Eropa atau Asia-Pasifik, salah satu hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengunduh platform trading. Berita baiknya adalah Anda dapat mengunduh platform trading terpopuler di dunia MetaTrader 5 secara gratis!

Dengan MT5 Anda dapat mengakses ribuan pasar global, menggunakan fungsi pembuatan bagan lanjutan, memilih ukuran trading Anda sendiri dan banyak lagi. Cukup klik banner di bawah ini untuk mengunduh MT5 hari ini.

Index Trading With MetaTrader 5

Timeframe dan Strategi Index Trading

Strategi index trading terbaik tergantung pada sejumlah faktor, termasuk toleransi risiko Anda, ketersediaan Anda, dan seberapa cepat Anda ingin mendapatkan pengembalian atas investasi Anda. Salah satu faktor utama dari strategi index trading adalah time frame atau kerangka waktu trading Anda, yang biasanya meliputi scalping hingga swing trading.

Scalping - Index Trading

Scalping adalah trading dengan jangka waktu yang sangat pendek, di mana Anda bertujuan untuk membuka dan menutup trading hanya dalam beberapa menit. Karena trading ini adalah trading yang sangat singkat, keuntungan pada setiap trading biasanya juga cukup kecil - hanya memenangkan beberapa pips per trading. Hal tersebut menandakan bahwa para trader perlu melakukan trading dengan volume yang sangat tinggi, atau membuka posisi trading dengan jumlah yang sangat besar, untuk mendapatkan banyak kentungan.

Strategi index trading dengan metode scalping dapat dilakukan secara manual atau dengan robot trading.

Index Trading - Trading Harian

Trading harian adalah dimana trader melakukan trading secara manual dalam satu hari. Trading harian cenderung berlangsung selama beberapa jam dan trader harian akan membuka dan menutup posisi dalam satu hari.

Index Trading - Swing

Swing trading adalah trading pada jangka waktu yang lebih panjang - biasanya berkisar dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Swing trading seringkali menjadi strategi yang baik untuk trader baru, karena Anda tidak perlu memantau posisi Anda setiap saat. Saat melakukan swing trading, Anda tidak terlalu khawatir dengan fluktuasi harga harian yang kecil, ekspektasinya kurang lebih sama seperti ketika Anda mengikuti tren jangka panjang.

Karena indeks saham mengikuti siklus ekonomi, indeks saham sangat cocok diperdagangkan dengan cara swing trading. Kita dapat melihat pertumbuhan Dow Jones, Nasdaq dan SP500 selama dekade terakhir, semua indeks tersebut telah bertumbuh bersama ekonomi AS. Dengan mengingat hal ini, jika Anda lebih menyukai analisis fundamental daripada analisis teknis, kerangka waktu dan instrumen-instrumen trading tersebut bisa menjadi cocok untuk Anda.

Platform Terbaik Untuk Index Trading

Sekarang Anda telah memahami dasar-dasar index trading, Anda memiliki gambaran yang baik tentang indeks saham global dan Anda memiliki wawasan mengenai kerangka waktu trading. Jadi platform mana yang harus Anda pilih untuk melakukan trading?

Pilihan yang baik untuk memperdagangkan indeks saham secara online adalah MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. MetaTrader adalah platform trading paling populer di dunia, dengan pilihan fitur dan grafik yang luas.

Anda dapat mengakses berbagai pasar keuangan, termasuk CFD pada indeks, Forex , komoditas, mata uang digital dan masih banyak lagi dengan platform yang sama dengan Admiral Markets.

Admiral Markets juga menawarkan plugin MetaTrader Supreme Edition eksklusif, yang dapat memberikan pengalaman trading yang lebih baik, dengan serangkaian fitur tambahan yang dapat Anda gunakan dalam platform MT. Beberapa fitur yang dimaksud adalah:

  • Terminal mini
  • Terminal trading
  • Pendapat global
  • Paket indikator
  • Grafik tick trader
  • Simulator trading
  • Grafik mini
  • Gagasan trading dan analisis teknis dari Trading Central

MetaTrader 5 for index trading

Sumber: Admiral Markets MT5 dengan Add-on MT5SE - Grafik Mingguan EURUSD - Disclaimer: Grafik untuk instrumen keuangan dalam artikel ini adalah untuk tujuan ilustrasi dan bukan merupakan saran trading atau ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun yang disediakan oleh Admiral Markets (CFDs) , ETF, Saham). Kinerja masa lalu tidak selalu merupakan indikasi kinerja masa depan.

Apakah Anda siap untuk mendapatkan akses ke fitur trading tambahan untuk meningkatkan pengalaman index trading Anda? Jika demikian, klik banner di bawah ini untuk mengunduh MetaTrader Supreme Edition!

Index Trading with MetaTrader Supreme Edition

Tentang Admiral Markets

Admiral Markets adalah pialang Forex dan CFD yang telah memenangkan banyak penghargaan dan diatur secara global, menawarkan trading dengan lebih dari 8.000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Mulai trading hari ini!

Artikel lainnya yang mungkin menarik bagi Anda

***

Data yang diberikan memberikan informasi tambahan mengenai semua analisis, perkiraan, tinjauan pasar, ramalan mingguan atau penilaian dan informasi serupa lainnya (selanjutnya disebut "Analisis") yang diterbitkan di situs Admiral Markets. Sebelum membuat keputusan investasi, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Artikel ini adalah komunikasi pemasaran. Artikel ini dipublikasikan hanya untuk tujuan informatif dan sama sekali tidak dapat ditafsirkan sebagai saran atau rekomendasi investasi. Artikel ini tidak disusun sesuai dengan persyaratan hukum yang dirancang untuk mempromosikan kemandirian penelitian investasi, dan bahwa itu tidak tunduk pada larangan berurusan sebelum penyebaran penelitian investasi.
  2. Setiap keputusan investasi dibuat oleh masing-masing klien saja sedangkan Admiral Markets AS (Admiral Markets) tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang timbul dari keputusan tersebut, baik berdasarkan analisis atau tidak.
  3. Dengan tujuan untuk melindungi kepentingan klien kami dan objektivitas Analisis, Admiral Markets telah menetapkan prosedur internal yang relevan untuk pencegahan dan pengelolaan konflik kepentingan.
  4. Analisis ini disusun oleh analis independen (selanjutnya disebut "Penulis") pribadi Nataly Kivimae, Trader dan Analis Profesional.
  5. Sementara setiap upaya yang wajar diambil untuk memastikan bahwa semua sumber analisis dapat diandalkan dan bahwa semua informasi disajikan, sebanyak mungkin, dengan cara yang dapat dimengerti, tepat waktu, tepat dan lengkap, Admiral Markets tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan setiap informasi yang terkandung dalam Analisis.
  6. Segala jenis kinerja instrumen keuangan masa lalu atau model yang ditunjukkan dalam analisis tidak boleh ditafsirkan sebagai janji tersurat atau tersirat, jaminan atau implikasi oleh Admiral Markets untuk kinerja di masa depan. Nilai instrumen keuangan dapat meningkat dan menurun dan pelestarian nilai aset tidak dijamin.

Produk leverage (termasuk kontrak untuk perbedaan) bersifat spekulatif dan dapat mengakibatkan kerugian atau keuntungan. Sebelum Anda memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya.


CFD adalah instrumen kompleks yang membawa risiko tinggi terjadinya kerugian dengan cepat karena penggunaan leverage.