Kami menggunakan cookies untuk memberi Anda pengalaman terbaik di situs web kami. Dengan terus menelusuri situs web ini, Anda memberi izin atas penggunaan cookies tersebut. Untuk detail lebih lanjut, termasuk cara mengubah preferensi Anda, silakan baca Kebijakan Privasi.
Info Selengkapnya Setuju

Respon pasar saham terhadap pemilihan presiden

Oktober 07, 2020 12:00 UTC
Waktu membaca: 12 menit

Setiap empat tahun sekali, penduduk Amerika pergi ke tempat pemungutan suara untuk memilih presiden berikutnya. Pemilihan presiden negara ini adalah pemilu yang paling banyak ditonton di dunia, terutama dari lantai bursa perdagangan. Hal ini dikarenakan respon pasar saham selama pemilihan presiden memang menunjukkan beberapa korelasi. Fenomena ini dikenal sebagai siklus empat tahun pemilu dan penting untuk diketahui terutama jika Anda ingin memperdagangkan respon pasar saham selama pemilihan presiden berlangsung.

Pemilihan Presiden

Di artikel ini, Anda akan mempelajari:

  • Korelasi di pasar saham selama pemilihan presiden.
  • Cara berdagang di pasar saham menanggapi pemilihan presiden.
  • Seluk beluk siklus empat tahun pemilu.
  • Cara menggunakan Contracts for Difference (CFD) untuk menempatkan posisi beli atau jual terlepas dari apapun yang terjadi selama pemilu.
  • Cara memulai dengan akun perdagangan demo secara GRATIS dari Admiral Markets UK Ltd untuk mempraktikkan ide dan teori Anda dalam lingkungan perdagangan virtual dan bebas risiko!

Mengapa harus berfokus pada pasar saham selama pemilihan presiden berlangsung?

Jika Anda tidak terbiasa dengan bagaimana pasar saham beroperasi, elemen terpenting untuk dipahami adalah bahwa pasar saham adalah tempat di mana para investor membeli dan menjual saham perusahaan publik seperti Apple, Facebook dan Nike.

Karena tujuan utama perusahaan publik adalah menghasilkan keuntungan bagi pemegang sahamnya, investor menghabiskan banyak waktu untuk mencari bisnis mana yang akan berkinerja baik di masa depan sehingga mereka juga dapat 'membeli' dan juga mendapatkan keuntungan. Keuntungan bias didapatkan dalam bentuk kenaikan harga saham seiring dengan kenaikan nilai perusahaan ataupun pembayaran dividen yang sebagian besar perusahaan berikan empat kali dalam setahun.

Sementara investor akan melihat pendapatan perusahaan, peluncuran produk dan metrik keuangan, seperti rasio harga terhadap pendapatan, untuk menentukan kualitas perusahaan untuk tempat investasi, namun juga ada peristiwa eksternal yang juga menentukan. Misalnya, siklus empat tahun pemilu yang menunjukkan korelasi antara pasar saham selama pemilu, meski hal inipun hanya berlangsung sementara.

Pasar selalu waspada terhadap perubahan. Pemerintah baru selalu memiliki ide-ide baru yang dapat mempengaruhi lapangan kerja, pajak, dan regulasi di antara hal lainnya. Setiap perubahan signifikan dapat berdampak pada pendapatan perusahaan. Namun, sementara beberapa perusahaan mungkin mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut, beberapa mungkin mengalami sebaliknya. Oleh karena itu, banyak orang percaya bahwa reaksi pasar saham selama masa pemilu dapat diimbangi.

Tahukah Anda bahwa Anda dapat melihat grafik harga historis dan live dari berbagai kelas aset dengan mengunduh platform perdagangan MetaTrader 5 yang disediakan oleh Admiral Markets sepenuhnya secara GRATIS? Mungkin akan berguna untuk Anda mengunduh platform sekarang sehingga Anda dapat mengikuti beberapa contoh berikutnya. Untuk memulai unduhan Anda, cukup klik pada spanduk di bawah ini:

Unduh MetaTrader 5

Respon pasar saham terhadap pemilihan presiden

Teori siklus pemilihan empat tahun pertama kali dikembangkan oleh Yale Hirsch, seorang sejarawan pasar saham terkemuka. Banyak manajer dana makro global lainnya juga menghabiskan waktu menganalisis kinerja pasar saham dalam tahun-tahun berlangsungnya pemilihan presiden.

Namun, secara umum, sebagian besar analis sampai pada kesimpulan bahwa secara keseluruhan dua tahun pertama masa jabatan presiden adalah cenderung yang paling lemah dengan dua tahun terakhir dapat memberikan pengembalian yang jauh di atas rata-rata.

Salah satu alasannya adalah bahwa dua tahun pertama sebuah masa jabatan diisi dengan ide-ide baru yang membutuhkan waktu untuk diselesaikan dan disaring ke dalam perekonomian. Selama dua tahun terakhir, partai yang terpilih akan memiliki fokus pada pemilihan ulang presiden berikutnya, yang melibatkan penetapan agenda dan kebijakan yang lebih berpihak pada pasar dan portofolio pensiun rakyat.

Menurut Jurrien Timmer, direktur makro global untuk Fidelity Management, aspek yang paling menarik dari siklus empat tahun pemilu adalah bahwa perbedaan apa pun yang ada dalam dua tahun pertama, akan menghilang pada tahun keempat. Sebagian hal ini juga dikonfirmasi oleh persentase kenaikan indeks Dow Jones Industrial Average dari tahun 1949 hingga 2019 selama setiap langkah dari siklus empat tahun pemilu: pascapemilu, jangka menengah, pra-pemilu, dan tahun pemilu, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut:

persentase kenaikan indeks Dow Jones Industrial Average

Sumber: Jeffery Hirsch

Beberapa analis bahkan telah mengambil teori ini dan mengujinya dari tahun 1789! Misalnya, Timmer telah menganalisis data bulanan dari tahun 1789 menggunakan campuran indeks pasar saham S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average. Yang menarik untuk dicatat di sini adalah bahwa pola ini masih berlaku hingga saat ini. Dua tahun pertama masa jabatan presiden umumnya adalah periode perubahan yang terlemah sedangkan dua tahun terakhir umumnya adalah paling kuat. Hal tersebut dapat dilihat pada diagram diagram batang berwarna merah berikut ini:

Siklus Pemilihan Presiden

Sumber: Fidelity

Reaksi pasar saham terhadap pemilihan presiden

Pada grafik di bawah ini, garis merah menunjukkan pemilihan presiden Amerika Serikat terbaru. Meskipun tidak semua tahun pemilihan umum berakhir dengan keuntungan, namun lebih banyak keuntungan yang sejalan dengan analisis data jangka panjang yang dibahas pada grafik di atas. Hal ini dikarenakan oleh dampak peristiwa seperti krisis keuangan 2008 dan gelembung teknologi 2000.

Pada grafik indeks S&P 500 di bawah ini, garis merah menunjukkan tanggal pemilihan presiden terbaru. Data pada grafik ini memungkinkan kami untuk melihat kondisi pasar saham sebelum dan sesudah pemilihan umum presiden:

Pada grafik indeks S&P 500 pemilihan presiden

Sumber: Admiral Markets MetaTrader 4, SP500, Bulanan - Rentang data: dari 1 Januari 2001 hingga 25 Mei 2020, diakses pada 25 Mei 2020 pukul 8:45 BST. - Harap diperhatikan: Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

Garis merah terbaru pada grafik menunjukkan hasil pemilihan presiden Trump vs Clinton pada pemilihan presiden Amerika 2016. Tahun ini berakhir dengan kenaikan 11,9% seperti yang ditunjukkan oleh analisis jangka panjang. Namun, yang menarik, tahun berikutnya pergerakan tidak melemah dan terus mengungguli rata-rata historis. Hal ini dikarenakan Donald Trump mengumumkan kebijakan ramah bisnis seperti pemotongan pajak perusahaan. Kebijakan ini membantu memicu ledakan pasar saham untuk tahun 2017 sebelum mengalami penurunan di tahun 2018.

Tahukah Anda bahwa akun Admiral Markets Invest.MT5 memungkinkan Anda berinvestasi dalam saham dan ETF dari 15 bursa saham terbesar di dunia? Anda juga memiliki kemampuan untuk:

  • Membuka akun hanya dengan setoran minimum €1 dan investasikan hanya dari $ 0,01 per saham dengan biaya transaksi minimum hanya $1 pada saham AS.
  • Dapatkan data pasar waktu nyata secara gratis, tanpa penundaan, tanpa biaya tambahan.
  • Ciptakan aliran pendapatan pasif dengan mengumpulkan pembayaran dividen .
  • Gunakan platform perdagangan kelas multi-aset MetaTrader 5 yang terkenal di dunia .

Anda dapat memulai sekarang dengan mengklik spanduk di bawah dan menikmati semua fitur di atas dan banyak lagi!

ETF

Berikut adalah kinerja pasar saham selama tahun-tahun pemilu presiden lainnya:

Tahun

Kandidat presiden

Pemenang

% Pengembalian Indeks S&P 500

2016

Donald Trump vs Hilary Clinton

Trump (Republik)

11,9%

2012

Barack Obama vs Mitt Romney

Obama (Demokrat)

16%

2008

Barack Obama vs John McCain

Obama (Demokrat)

-37%

2004

George W Bush vs John Kerry

Bush (Republik)

10,9%

2000

George W Bush vs Al Gore

Bush (Republik)

-9,1%

1996

Bill Clinton vs Bob Dole

Clinton (Demokrat)

23%

1992

Bill Clinton vs George HW Bush

Clinton (Demokrat)

7,6%

Bagaimana memperdagangkan pasar saham masa selama pemilihan presiden

Bias kenaikan pasar saham dalam dua tahun terakhir dari siklus empat tahun pemilu hanyalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Namun tidaklah bijaksana untuk hanya memiliki fokus pada bias yang satu ini. Menganalisis kondisi ekonomi secara keseluruhan, sektor kinerja terkuat, dan fundamental perusahaan juga harus memainkan peran besar dalam keputusan perdagangan atau investasi jenis apa pun.

Namun, ada berbagai cara pedagang dan investor dapat menggunakan informasi ini. Beberapa disorot di bawah ini:

1. Berinvestasi di sektor dan perusahaan terkuat di tahun ketiga dan keempat

Jika pasar saham secara keseluruhan memang bergerak lebih tinggi di tahun ketiga dan keempat dari siklus pemilihan empat tahun, mengidentifikasi sektor dan perusahaan terkuat di dalamnya dapat mengarah pada beberapa tren yang sangat kuat. Misalnya, bank seperti JP Morgan dan Bank of America dapat berkinerja baik jika pengumuman kebijakan baru menawarkan regulasi yang lebih longgar.

Halaman Spesifikasi Kontrak Admiral Markets memungkinkan Anda mencari perusahaan dalam industri yang berbeda, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

CFD Kontrak Untuk Perbedaan

Sumber: Spesifikasi Kontrak Admiral Markets

2. Berinvestasi dalam indeks pasar saham secara keseluruhan di tahun ketiga dan keempat

Selain memilih saham secara individu, investor dapat memilih untuk berinvestasi di keseluruhan indeks pasar saham seperti indeks S&P 500. Hal ini dapat dilakukan dengan berinvestasi di ETF indeks pasar saham. Misalnya, Vanguard S&P 500 UCITS ETF bertujuan untuk melacak kinerja indeks S&P 500 dan disukai oleh investor legendaris Warren Buffett.

Anda dapat melihat berbagai ETF yang tersedia untuk diperdagangkan dan diinvestasikan dari platform perdagangan MetaTrader 5 yang disediakan oleh Admiral Markets. Cukup buka jendela Market Watch (Ctrl + M), klik kanan dan pilih Symbols. Pilihan ini kemudian juga akan memberikan detail lain seperti ukuran kontrak dan jam buka dan tutup pasar.

Pasar Saham Saat Pemilihan Presiden

Tangkapan layar jendela Symbols di platform perdagangan MetaTrader 5

3. Jual sektor saham dan perusahaan terlemah di tahun pertama atau kedua

Karena tren umum adalah keuntungan yang tidak terlalu besar dalam dua tahun pertama siklus pemilihan presiden, para pedagang mungkin kemudian mencari kesempatan untuk mengidentifikasi sektor terlemah dari pemilihan di tahun keempat. Jika suatu sektor tidak dapat mendukung perubahan kebijakan baru apa pun dari masa jabatan presiden yang baru, maka investor dapat memindahkan uang mereka ke tempat lain yang menyebabkan penurunan di beberapa sektor.

Mengidentifikasi perusahaan dalam sektor tersebut dan menggunakan produk seperti Contracts for Difference (CFD) dapat membantu pedagang untuk 'menjual saham' dan berpotensi mendapat untung dari pasar yang jatuh.

Untuk menempatkan perdagangan beli atau jual di pasar mana pun cukup klik kanan pada grafik di platform perdagangan MetaTrader 5 Anda yang disediakan oleh Admiral Markets dan pilih Trading dan pilih New Order. Atau, tekan F9 pada keyboard Anda.

Tangkapan layar dari tiket perdagangan saat pemilihan presiden

Tangkapan layar dari tiket perdagangan di platform perdagangan MetaTrader 5.

4. Tunggu tren berkembang di indeks pasar saham dan mulai perdagangkan!

Sebagian besar pedagang retail akan memilih untuk menunggu tren ditetapkan dan kemudian melakukan perdagangan ke arah tren tersebut. Jika tren dapat berkembang pada waktu yang tepat dari bias historis berdasarkan siklus empat tahun, hal itu dapat mengarah pada tren jangka panjang yang dapat memberikan banyak peluang kepada pedagang jangka pendek untuk berdagang masuk dan keluar pasar.

Mengapa memperdagangkan pasar saham selama pemilihan presiden dengan Admiral Markets?

  • Berdagang dengan perusahaan yang mapan dan teregulasi yang mencakup regulasi dari Otoritas Perilaku Keuangan Inggris.
  • Manfaatkan kebijakan perlindungan saldo negatif, untuk melindungi Anda dari pergerakan merugikan di pasar.
  • Akses platform perdagangan online tercepat dan terpopuler yang disebut MetaTrader yang dapat Anda gunakan di sistem operasi PC, Mac, Web, Android dan iOS dan disediakan secara gratis oleh Admiral Markets UK Ltd.
  • Buka akun investasi Invest.MT5 untuk membeli saham dan ETF dari 15 bursa saham terbesar di dunia.
  • Buka akun perdagangan Trade.MT4 atau Trade.MT5 untuk berdagang melalui CFD (Contracts for Difference) untuk mengambil posisi beli dan jual untuk mendapatkan keuntungan dari pasar naik dan turun.
  • Mulailah hari ini dengan membuka akun perdagangan demo gratis sehingga Anda dapat berdagang di lingkungan perdagangan bebas risiko sampai Anda siap terjun berdagang secara live!

Akun Trading Demo

Tentang Admiral Markets

Admiral Markets adalah broker Forex dan CFD yang telah memenangkan banyak penghargaan dan diatur secara global, menawarkan trading dengan lebih dari 8.000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5.

Artikel lain yang mungkin juga menarik bagi Anda:

***

Data yang diberikan memberikan informasi tambahan mengenai semua analisis, perkiraan, tinjauan pasar, ramalan mingguan atau penilaian dan informasi serupa lainnya (selanjutnya disebut "Analisis") yang diterbitkan di situs Admiral Markets. Sebelum membuat keputusan investasi, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Artikel ini adalah komunikasi pemasaran. Artikel ini dipublikasikan hanya untuk tujuan informatif dan sama sekali tidak dapat ditafsirkan sebagai saran atau rekomendasi investasi. Artikel ini tidak disusun sesuai dengan persyaratan hukum yang dirancang untuk mempromosikan kemandirian penelitian investasi, dan bahwa itu tidak tunduk pada larangan berurusan sebelum penyebaran penelitian investasi.
  2. Setiap keputusan investasi dibuat oleh masing-masing klien saja sedangkan Admiral Markets AS (Admiral Markets) tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang timbul dari keputusan tersebut, baik berdasarkan analisis atau tidak.
  3. Dengan tujuan untuk melindungi kepentingan klien kami dan objektivitas Analisis, Admiral Markets telah menetapkan prosedur internal yang relevan untuk pencegahan dan pengelolaan konflik kepentingan.
  4. Analisis ini disusun oleh analis independen (selanjutnya disebut "Penulis") pribadi Jitan Solanki, Trader dan Analis Profesional.
  5. Sementara setiap upaya yang wajar diambil untuk memastikan bahwa semua sumber analisis dapat diandalkan dan bahwa semua informasi disajikan, sebanyak mungkin, dengan cara yang dapat dimengerti, tepat waktu, tepat dan lengkap, Admiral Market tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan setiap informasi yang terkandung dalam Analisis.
  6. Segala jenis kinerja instrumen keuangan masa lalu atau model yang ditunjukkan dalam analisis tidak boleh ditafsirkan sebagai janji tersurat atau tersirat, jaminan atau implikasi oleh Admiral Markets untuk kinerja di masa depan. Nilai instrumen keuangan dapat meningkat dan menurun dan pelestarian nilai aset tidak dijamin.

Produk leverage (termasuk kontrak untuk perbedaan) bersifat spekulatif dan dapat mengakibatkan kerugian atau keuntungan. Sebelum Anda memulai perdagangan, pastikan Anda memahami risikonya.

CFD adalah instrumen kompleks yang membawa risiko tinggi terjadinya kerugian dengan cepat karena penggunaan leverage.