Pengenalan Saham INCO (VALE)

April 29, 2021 07:30 UTC
Waktu membaca: 13 menit

saham inco

Apa itu Saham INCO? Mari kita mulai dengan membahas Vale, sebuah perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan ini dikenal dengan nama PT Vale yang berpusat di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Perusahaan ini berdiri pada tanggal 25 Juli 1968. Selain itu, perusahaan ini merupakan bagian dari Vale, sebuah perusahaan multi tambang yang berpusat di Brazil. Vale adalah pemimpin global dalam produksi bijih besi dan salah satu produsen nikel terbesar di dunia.

Perusahaan Vale Indonesia bekerja dengan menambang nikel laterit untuk menghasilkan produk akhir berupa batu nikel. Volume rata-rata perusahan dalam produksi nikel per tahun mencapai 75.000 metrik ton. Sedangkan dalam memproduksi nikel di kawasan Blok Sorowako, tim perusahaan menerapkan teknologi pyrometallurgical. Ini merupakan sejenis teknologi untuk melebur bijih nikel laterit. Selanjutnya, nikel yang sudah diproduksi diekspor seluruhnya ke Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. di Jepang. Kedua perusahaan ini melakukan kerja sama yang didasarkan pada kontrak jangka panjang.

Sejarah Berdirinya Perusahaan Vale

Di Tanah Air, Perusahaan Vale memiliki sejarah yang relatif panjang. Pendiriannya dimulai dengan eksplorasi di wilayah timur Sulawesi pada tahun 1920-an. Eksplorasi dilanjutkan dengan beberapa tindakan lainnya termasuk studi dan kegiatan pengembangan. Semua kegiatan tersebut didukung selama masa kemerdekaan Indonesia dan pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Untuk menandatangani pendirian tersebut, pemerintah Indonesia membuat kontrak karya. Kontrak karya adalah izin dari Pemerintah yang mengizinkan Vale untuk mengeksplorasi, menambang, dan mengolah bijih nikel di beberapa wilayah negara. Menyusul kesepakatan tersebut, Perusahaan Vale memulai pembangunan lokasi yang sebagian besar berlokasi di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Terdapat beberapa perubahan atau amandemen kontrak karya. Salah satunya adalah Perjanjian Perubahan dan Perpanjangan yang ditandatangani pada Januari 1996. Kontrak karya tersebut diubah dan diperpanjang hingga 28 Desember 2025. Kemudian, pada bulan Oktober 2014, Perusahaan Vale dan Pemerintah Indonesia mencapai kesepakatan setelah melakukan renegosiasi kontrak kerja dan terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang diubah.

investasi saham

Dasar Hukum Pendirian Perusahaan

Di Indonesia, Perusahaan Vale didirikan berdasarkan akta nomor 49 tanggal 25 Juli 1968 yang dibuat di Notaris Eliza Pondaag di kantornya di Jakarta. Pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan nomor JA5 / 59/18 tanggal 26 Juli 1968. Untuk mendukung kekuatan hukumnya, pendirian tersebut juga diundangkan dalam pasal 93 Berita Negara Republik Indonesia Indonesia nomor 62 tanggal 2 Agustus 1968.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Terakhir kalinya, diubah dengan Akta Nomor 21 tanggal 29 Juni 2015. Perubahan ini dibuat oleh Notaris Leolin Jayayanti SH, Notaris di kantornya di Jakarta. Perubahan atau perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang terakhir kemudian menyetujui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 29 Juni 2015. Selain itu, perubahan tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan nomor AHU-0938647.AH.01.02 Tahun 2015 tanggal 3 Juli 2015.

Kesempatan terakhir pasal tersebut juga telah mendapatkan pemberitahuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Nomor AHU-0938647.AH.01.02 Tahun 2015 tanggal 3 Juli 2015. Pemberitahuan lainnya dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia terdapat dalam Surat Keputusan nomor AHU-AH.01.03-0948078 Tahun 2015 tanggal 3 Juli 2015.

Tentang Saham INCO

Di Indonesia, kode saham Vale Indonesia adalah INCO. Kode ini digunakan di Bursa Efek Indonesia atau Bursa Efek Indonesia. Sedangkan secara internasional masih menggunakan istilah Vale berdasarkan kode induk perusahaan di Brazil. Saham INCO telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 16 Mei 1990.

Modal Dasar dari perusahaan adalah 39.745.354.880 saham, dengan nilai nominal Rp25 per saham. Selain itu terdapat  modal disetor penuh sebanyak 9.936.338.720 lembar saham dengan nilai nominal Rp25 per lembar saham.

Kepemilikan Saham INCO

Vale Limited Company adalah bagian dari Vale Base Metals. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen nikel terbesar kedua di dunia. Saat ini, perusahaan ini sendiri memiliki 43,79% saham. Terdapat beberapa perusahaan lain yang juga merupakan bagian dari pemegang saham yang memiliki mayoritas saham. Salah satunya adalah Sumitomo yang baru bergabung. Sumitomo atau SMM adalah perusahaan pertambangan dan peleburan terbesar di Jepang dengan 15,03% saham. Selain itu, Inalum yang saat ini lebih dikenal dengan MIND ID juga telah memiliki 20% saham sejak Oktober 2020. Sisa 21,18% saham dimiliki oleh publik dan para pemegang saham lainnya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Inalum kini menjadi bagian dari pemegang saham INCO. Keterlibatan Inalum mendapat respon positif dari publik karena memperkuat posisi Vale sebagai perusahaan tambang nikel terbesar di Tanah Air. Benar adanya bahwa PT Vale Indonesia Tbk atau Vale Limited Company (INCO) telah menyelesaikan divestasi 20% sahamnya di Inalum. Tindakan ini memang dilakukan oleh INCO dan diikuti dengan beberapa pujian regulasi.

Selain itu, sebagian saham pemerintah juga telah dijual separuhnya kepada perusahaan lain, Sumitomo. Transaksi yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan ini selesai lebih cepat dari yang diharapkan. Ini terjadi pada akhir tahun 2020.

Setelah perjanjian kepemilikan tersebut di atas, pemegang saham INCO adalah holding Vale Canada Limited, holding Inalum, Sumitomo Metal Mining Co Ltd, dan publik. Selain itu, dalam aksi korporasi tersebut, INCO tidak menerbitkan saham baru. Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa valuasi perjanjian INCO dan Inalum tidak berubah pada angka Rp 5,5 triliun. Ini setara dengan Rp 2.780 per saham.

kepemilikan saham inco

Sumber: Sekilas PT Vale Indonesia, from Vale.com, diakses pada 08 April 2021 pukul 11:00 AM GMT.

Prospek Saham INCO

Selain itu, keberlanjutan pasca transaksi INCO diperkirakan akan semakin baik. Setelah investasi selesai, ada kemungkinan kontrak INCO akan diperpanjang oleh pemerintah mulai tahun 2025 sampai 2045. Penyelesaian itu sendiri merupakan salah satu syarat perpanjangan kontrak. Persyaratan lainnya adalah royalti penjualan sebesar 2% yang telah dipenuhi oleh INCO sejak tahun 2015. Persentase royalti tersebut juga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang artinya INCO tidak perlu melakukan penyesuaian bahkan setelah kontrak diperpanjang.

Karena 100% produknya adalah nikel, tim manajerial perusahaan yakin INCO adalah pemain terbaik Indonesia untuk meningkatkan permintaan kendaraan listrik. Karena kendaraan listrik disebut-sebut sebagai masa depan transportasi, wajar jika nikel masih menjadi salah satu produk minimal yang permintaannya tinggi. Nikel juga merupakan salah satu bahan untuk peralatan sehari-hari seperti peralatan makan dan peralatan dapur. Selain itu, produsen elektronik juga memanfaatkannya untuk zat dan bahan tambahan pada produknya. Demikianlah bagaimana kecenderungan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel memiliki masa depan yang cerah.

Prospek Vale yang menjanjikan sebagai perusahaan nikel dibuktikan dengan riset terkini. Berdasarkan riset yang dilakukan Maybank, salah satu bank swasta Tanah Air, diperkirakan proporsi kebutuhan aki nikel akan meningkat menjadi 17% dari total permintaan pada 2024 dari 3% pada 2019.

Artinya, kebutuhan nikel secara keseluruhan berada pada kisaran 4,6% pada 2019-2024. Memang, ini sedikit lebih rendah dari 5,3% pada 2014-2019. Perwakilan Maybank, Isnaputra mengatakan, untuk setiap perubahan asumsi harga nikel 1%, pendapatan tahun 2021 diprediksi akan berubah hingga 3,1%. Bank juga tetap merekomendasikan pembelian harga saham INCO dengan target Rp 5.000 per saham. Selain itu, jatuhnya harga nikel akan menjadi risiko besar bagi INCO saham.

Diperkirakan harga nikel pada tahun ini berada pada kisaran US$16.000-US$17.000 per ton. Angka tersebut masih cukup baik mengingat permasalahan yang terjadi sepanjang tahun 2020 termasuk pandemi Covid 19. Beberapa perbaikan juga mungkin terjadi beberapa bulan kemudian. Namun, mengingat kondisi saat ini yang seringkali di luar ekspektasi, kenaikan harga nikel juga diprakirakan tidak akan terlalu signifikan di awal tahun 2021.

Selain itu, beberapa tinjauan dan analis keuangan juga membuat prediksi terkait produksi Vale Indonesia. Volume produksi perseroan tahun ini berada pada kisaran 60.000 ton - 64.000 ton, lebih rendah dari tahun 2020. Namun jika digabungkan dengan harga yang sedikit dinaikkan, laba bersih yang didapatkan akan masih tetap bagus.

Sebagai perbandingan, pada akhir tahun 2021 diperkirakan pendapatan dan laba bersih saham INCO masing-masing dapat mencapai US$701 juta dan US$73 juta.

trading zero to hero

Kinerja Saham INCO di NYSE

Saham INCO atau Saham Vale telah berkinerja cukup baik di bursa efek nasional dan internasional. Pada tahun 2020, perseroan berhasil meraup keuntungan sekitar USD 53 juta. Itu adalah bukti kinerja bagus perusahaan tahun ini. Namun, masih terdapat kendala yang dihadapi perseroan. Misalnya, pandemi Covid 19 yang menyebabkan jatuhnya harga nikel.

Terlebih lagi, perusahaan masih bertahan dan bahkan menunjukkan kekuatannya dengan masih membukukan laba bersih yang tinggi di akhir tahun 2020. Tak bisa dipungkiri, pandemi tersebut merugikan hampir semua sektor, dan hanya sedikit saja yang masih bisa bertahan dengan baik. Vale adalah salah satunya. Meskipun harga turun selama beberapa bulan serta permintaan yang turun drastis, Vale masih berhasil menunjukkan kinerja yang baik. Bahkan setelah kondisi berangsur membaik, perusahaan mencatat banyak pemulihan dan menunjukkan perbaikan di bursa.

Baik di Bursa Efek Indonesia maupun di Bursa New York, kinerja saham Vale menunjukkan prospek yang cukup baik. Secara umum, selama produk tambang nikel memiliki permintaan yang tinggi, maka masih terdapat peluang untuk mendapatkan keuntungan dengan berinvestasi di saham . Namun, Investor juga harus mempertimbangkan risiko yang terlibat dalam investasi.

Di bursa internasional seperti NYSE, Vale hanya belum memasukkan perusahaan yang bertempat di Indonesia. Padahal, perusahaan yang ditempatkan di dalam negeri memberikan kontribusi yang besar bagi semua. Sedangkan berdasarkan laporan terkini, seluruh indikator keuangan pendamping di bulan ini mengalami perbaikan. Indikator tersebut adalah pendapatan, laba bersih, Laba per saham dilusian (EPS), dan Margin Laba Bersih.

Bagaimana Cara Berinvestasi di Saham INCO?

Dalam hal investasi saham, penting untuk memiliki akses ke alat dan sumber daya trading yang tepat. Berikut cara mulai berinvestasi di saham INCO (VALE):

1. Pilih akun trading saham online
Akun trading Anda adalah koneksi Anda dengan semua individu lain di dunia yang ingin membeli dan menjual saham. Memiliki akun trading saham online dengan broker memberikan Anda akses ke platform trading mereka di mana mereka dapat menghubungkan pesanan jual dan beli Anda dengan para trader lain melalui koneksi mereka ke bursa, yang mengelola pasar saham dan di mana saham yang Anda perdagangkan terdaftar.

2. Pilih broker teregulasi
Karena broker Anda akan menahan modal trading atau investasi Anda, penting untuk memilih broker teregulasi, untuk keamanan dan keselamatan finansial Anda. Misalnya, Admirals diberikan wewenang dan diatur oleh Otoritas Perilaku Keuangan Inggris, Komisi Sekuritas dan Bursa Siprus, Otoritas Pengawas Keuangan Estonia, dan Komisi Sekuritas dan Investasi Australia. Pilih platform trading saham online multi-aset.

Unduh MetaTrader 5

Platform trading saham online Anda adalah cara Anda menempatkan level masuk dan keluar pada perusahaan pilihan Anda. Mengetahui cara memilih platform trading saham online terbaik adalah penting karena ini merupakan akses Anda ke informasi dan alat penting seperti harga pasar langsung dari perusahaan yang Anda perdagangkan, grafik harga historis saham, berbagai alat trading, dan indikator teknis yang dapat membantu dalam membuat keputusan trading dan banyak lagi.

Dengan Admiral Markets, pengguna memiliki akses ke perangkat lunak trading pasar saham online dari MetaTrader. Platform ini memungkinkan trader untuk melihat grafik harga dari harga saham perusahaan dan mengakses tiket pesanan dari platform untuk melakukan trading beli dan jual dan melihat bagaimana kinerjanya. Admiral Markets saat ini menawarkan opsi berikut untuk perangkat lunak trading online:

Kesimpulan

Vale Limited Company adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan nikel. Di Indonesia, shelter utamanya terletak di Sorowako Sulawesi. Didirikan pada tahun 1968 dengan sejarah yang panjang. Perusahaan juga merupakan bagian dari induk perusahaan dari Brazil. Nikel yang diproduksi oleh Vale diekspor ke perusahaan multi-tambang Sumitomo di Jepang.

Vale adalah salah satu perusahaan yang masih dapat bertahan dengan baik selama pandemi Covid 19 sementara yang lain mungkin tumbang. Pasalnya, permintaan nikel yang masih relatif tinggi meski sempat mengalami penurunan harga. Faktor lain seperti perkembangan kendaraan listrik juga menjadi penyebab perusahaan tambang nikel tersebut masih memiliki masa depan yang cerah. Nikel juga merupakan salah satu bahan untuk berbagai produk mulai dari peralatan dapur hingga peralatan elektronik.

Karena itulah kinerja Vale di bursa saham masih sangat bagus dan prospektif. Itu termasuk dalam bursa saham kelas dunia seperti NYSE dengan beberapa indikator keuangan yang naik bulan ini. Anda memiliki beberapa kemungkinan tentang cara berinvestasi di saham VALE. Salah satu opsinya adalah melalui broker online untuk memperdagangkan saham - atau CFD untuk leverage dan kemampuan untuk melakukan short selling. Leverage meningkatkan modal yang diinvestasikan dan membuat saham lebih mudah diakses oleh modal awal yang kecil. Ini juga memperbesar keuntungan dan kerugian.

Admirals menawarkan kesempatan untuk berinvestasi di sekitar 15 pasar keuangan melalui CFD di platform MetaTrader, baik membeli atau menjual dengan tingkat leverage yang sesuai untuk Anda. Sebaiknya gunakan leverage yang sesuai dengan tingkat toleransi risiko Anda agar tidak menempatkan diri Anda dalam situasi yang sulit, secara finansial dan psikologis.

Anda juga dapat menggunakan akun trading Trader.MT5 kami untuk membeli saham Google, atau salah satu dari 8.000 saham dan ETF yang tersedia di 15 bursa saham teratas dunia!

Melakukan Trading Bebas Risiko dengan Akun Demo Admiral Markets

Trader yang menggunakan Admiral Markets dapat melakukan trading bebas risiko di akun trading demo! Sebelum menuju ke pasar langsung dan mempertaruhkan modal Anda sendiri, berlatihlah terlebih dahulu dengan mata uang virtual. Klik spanduk di bawah ini untuk membuka akun demo gratis Anda hari ini:

Trading dengan Akun Demo

Artikel lainnya yang mungkin menarik bagi Anda:

***

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh diartikan sebagai saran investasi, rekomendasi investasi, tawaran atau rekomendasi untuk setiap transaksi dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading bukanlah indikator yang pasti untuk kinerja saat ini atau di masa mendatang, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi, Anda harus mencari nasihat dari penasihat keuangan independen untuk memastikan Anda memahami risiko trading.

Jonathan Siahaan
Jonathan Siahaan
Penulis Keuangan, Admirals Indonesia

Jonathan adalah penulis keuangan untuk Admirals Indonesia dengan gelar Master Edukasi dari University of Glasgow. Ia memiliki pengalaman sebagai publisher digital lebih dari 9 tahun di berbagai bidang dalam penulisan dan penyuntingan konten.