CFD adalah instrumen kompleks yang membawa risiko tinggi terjadinya kerugian dengan cepat karena penggunaan leverage.

expand_more

Analisa Fundamental Saham

Maret 09, 2021 09:01 Asia/Jakarta
Waktu membaca: 14 menit

Saat membeli saham di pasar saham, Anda sebenarnya mengakuisisi sebagian kecil perusahaan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan akan membeli saham atau tidak, sangat penting untuk menganalisis tidak hanya aspek teknis saham yang bersangkutan, tetapi juga dasar-dasar bisnis di balik perusahaan. Sebagian orang menyebutnya sebagai analisa fundamental saham, analisis fundamental saham, atau dalam bahasa Inggrsi: fundamental analysis.

Pada artikel ini kami akan menjelaskan bagaimana melakukan analisis fundamental saham dan perusahaannya masing-masing dan indikator apa yang harus Anda perhatikan untuk melakukan ini. Tetapi sebelum kita membahas lebih detail, pertama-tama mari kita lihat apa yang kita maksud ketika kita berbicara tentang analisis fundamental.

Analisa Fundamental Saham

Pengertian Analisis Fundamental Saham

Analisis fundamental, dalam konteks ini, adalah estimasi nilai suatu perusahaan dengan tujuan untuk sampai pada "nilai wajar" untuk sahamnya.

Saat saham diperdagangkan di pasar saham, "harga pasar" mereka berfluktuasi naik dan turun tergantung pada penawaran dan permintaan. Membandingkan nilai wajar saham dengan harga pasar saat ini membantu investor untuk memutuskan apakah akan berinvestasi dalam suatu saham atau tidak.

Analisis fundamental melibatkan perhatian kepada segala sesuatu yang dapat memengaruhi nilai perusahaan, dari keadaan ekonomi, kondisi industri, hingga faktor-faktor khusus perusahaan.

Dengan melakukan analisa fundamental, kita akan lebih mudah memahami apakah saham tersebut overvalued atau undervalued dan potensi masa depannya. Untuk alasan ini, jenis analisis ini sangat berharga bagi para trader yang berdagang dalam jangka panjang.

 

Analisis Teknikal dan Fundamental Saham

Analisis teknis mengevaluasi aset dengan melihat harga dan tren harga sebelumnya, dengan tujuan mengidentifikasi pola yang dapat menunjukkan pergerakan harga aset tersebut di masa depan. Berikut adalah beberapa perbedaan utama dari kedua jenis analisis tersebut:

  • Menganalisis fundamental perusahaan adalah suatu keharusan bagi trader yang ingin berinvestasi di perusahaan dalam jangka panjang. Demikian pula, analisis teknis penting bagi investor jangka pendek
  • Analisis teknis didukung oleh indikator teknis dan statistik, sedangkan analisis fundamental didasarkan pada makroekonomi, data spesifik perusahaan dan rasio keuangan.
  • Analisis teknis mengukur kemungkinan perubahan harga aset di masa depan, sementara fundamental mencoba mengukur nilai riil suatu aset
  • Analisis teknis melihat ke masa lalu untuk melihat apa yang mungkin terjadi di masa depan. Sebaliknya, analisis fundamental mempelajari masa kini untuk melihat seperti apa masa depan itu
  • Trader yang berfokus pada aspek teknis bertanya pada diri sendiri "kapan saya harus melakukan investasi?", Sementara fundamentalis bertanya "di mana saya harus melakukan investasi?"

Analisis fundamental dapat menjadi pelengkap analisis teknis. Melakukan kedua jenis analisis tersebut memungkinkan kita untuk membandingkan pengaruh faktor fundamental tertentu pada harga aset di masa lalu

Untuk lebih memahami cara kerja analisis fundamental, mari kita lihat contoh berikut:

Perusahaan A terdaftar di bursa efek. Laporan laba rugi dan neraca perusahaan mencerminkan kesehatan keuangan yang baik. Selain itu, perusahaan termasuk dalam sektor ekonomi yang stabil. Namun, saham perusahaan tampaknya tidak mencerminkan posisinya yang baik dan hampir tidak meningkat nilainya. Setelah melakukan analisa fundamental terhadap perusahaan, kita dapat menyimpulkan bahwa saham perusahaan saat ini sedang undervalued sehingga dalam jangka panjang terdapat potensi peningkatan.

Bagi para pendukung analisis fundamental saham, harga saham suatu perusahaan akan selalu cenderung bergerak menuju nilai riilnya. Oleh karenanya, mereka akan menambah porsi kepemilikan pada emiten yang seperti itu.

Fundamental Analysis Saham

Ada banyak cara analisa fundamental saham, setiap trader akan memiliki metode mereka sendiri. Dalam artikel ini, kami telah memilih pendekatan top-down, yaitu dimulai dengan keadaan ekonomi umum dan bergerak ke bawah menuju faktor perusahaan yang lebih spesifik. Kita akan menyoroti indikator dan rasio terpenting yang menjadi dasar untuk melakukan analisis fundamental saham.

Analisis Makroekonomi

Analisis makroekonomi melihat keadaan umum ekonomi, kekuatan dan kelemahannya, tingkat pertumbuhan dan sebagainya. Jenis informasi ini, yang sangat penting untuk analisis kami, dapat ditemukan di bagian ekonomi publikasi berita dan dalam komunikasi resmi berbagai organisasi publik. Kalender Ekonomi adalah alat yang sangat berguna yang menunjukkan kepada kita tanggal dan waktu pengumuman dan publikasi yang diharapkan, negara yang akan dipengaruhi berita dan perkiraan bagaimana setiap faktor akan berdampak pada perekonomian.

kalender ekonomi Admiral Markets

Sumber: Admiral Markets - tangkapan layar Kalender Ekonomi. Tanggal 2 Juli 2020

Indikator makroekonomi terpenting dalam hal ini adalah PDB, suku bunga, inflasi, tingkat pekerjaan dan, dalam kasus perusahaan yang terkait dengan sektor keuangan atau perumahan, Tingkat Penawaran Antar Bank Euro.

Produk Domestik Bruto (PDB)

PDB mengukur nilai moneter semua barang jadi dan jasa yang diproduksi di suatu negara selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. Meskipun oleh beberapa pihak dianggap tidak lengkap karena tidak memasukkan unsur-unsur yang sulit dihitung, seperti perekonomian informal, PDB tetap menjadi indikator yang paling banyak digunakan untuk mengukur ukuran suatu perekonomian.

Kantor statistik setiap negara biasanya mempublikasikan evolusi PDB secara teratur. Di AS, data diterbitkan oleh Kantor Pemerintah untuk Analisis Ekonomi, di Zona Euro adalah Eurostat dan di Inggris adalah Kantor Statistik Nasional. Selain lembaga tersebut, organisasi global seperti IMF biasanya membuat perkiraan evolusi PDB negara-negara utama dunia.

Bagian paling menarik dari data bagi pedagang yang melihat fundamental perusahaan bukanlah PDB dalam istilah absolutnya, melainkan evolusinya dari kuartal ke kuartal dan tahun ke tahun. Tingkat pertumbuhan yang positif menunjukkan bahwa pendapatan suatu perekonomian telah meningkat dan, oleh karena itu, perekonomian berkembang dengan baik.

Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang ini dan topik lain yang terkait dengan perdagangan, mengapa tidak mendaftar untuk webinar Admiral Markets gratis? Dalam seri Spotlight Trading kami, trader ahli akan mengajak Anda untuk mempelajari topik trading paling populer di dunia.

Cukup klik spanduk di bawah ini untuk mendaftar hari ini!

Daftar Webinar Trading bersama Admiral Markets

Suku Bunga

Suku bunga penting untuk dipertimbangkan, karena ia mempengaruhi banyak bidang ekonomi, seperti inflasi dan konsumsi. Kenaikan atau penurunan suku bunga masing-masing akan cenderung memperkuat atau melemahkan mata uang yang bersangkutan. Jika perusahaan yang Anda analisis adalah importir atau eksportir besar, perubahan mata uang ini akan berdampak langsung pada biaya dan pendapatan perusahaan.

Bank sentral menggunakan suku bunga sebagai alat untuk mengatur ekonomi, mengendalikan inflasi dan merangsang pertumbuhan ekonomi.

Menurunkan suku bunga meningkatkan konsumsi, dan begitu pula sebaliknya. Inilah salah satu alasan mengapa penurunan suku bunga cenderung baik untuk ekuitas.

Inflasi

Inflasi mengukur tingkat di mana harga barang dan jasa dalam suatu perekonomian meningkat.

Setiap negara menentukan berapa tingkat inflasi yang dianggap sehat sesuai dengan kebutuhan ekonominya. Misalnya, negara maju mencari tingkat inflasi sekitar 2%, sedangkan negara berkembang dapat mencari tingkat inflasi hingga 7% tanpa membuat panik investor.

Tingkat inflasi yang tinggi menyebabkan mata uang terdepresiasi karena lebih banyak mata uang yang dibutuhkan untuk membeli barang dalam jumlah yang sama.

Kebalikan dari inflasi adalah deflasi. Inilah saat barang dan jasa menjadi lebih murah, meningkatkan nilai uang. Deflasi menunjukkan kurangnya konsumsi dalam perekonomian dan itu terjadi dengan sendirinya, karena konsumen akan cenderung menunda pembelian barang, menunggu mereka menjadi lebih murah. Karena alasan ini, deflasi dianggap berbahaya bagi perekonomian.

Ketenagakerjaan

Laporan ketenagakerjaan sangat penting dalam analisis fundamental apa pun. Jika suatu negara memiliki tingkat pengangguran yang tinggi, konsumsi akan menurun yang berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi menandakan perekonomian yang berkinerja baik.

Dari perspektif perdagangan atau investasi, peningkatan pengangguran yang signifikan akan menyebabkan guncangan di pasar. Salah satu laporan ketenagakerjaan yang memiliki pengaruh terbesar pada pergerakan harga pasar adalah Nonfarm Payroll (NFP), yang mencerminkan jumlah total penerima upah di AS, dengan pengecualian karyawan pertanian dan mereka yang bekerja untuk organisasi pemerintah dan nirlaba. (LSM).

Jika Anda tertarik untuk mendalami analisis fundamental ekonomi makro, Anda dapat menyaksikan video berikut dari channel Youtube kami:

Analisis Sektor

Selain menganalisis ekonomi sebuah wilayah di mana perusahaan aktif, penting juga untuk menganalisis sektor di mana perusahaan beroperasi. Ada beberapa faktor yang perlu dipahami:

  • Keadaan Regulasi
    • Kebijakan yang diarahkan oleh pemerintah pada sektor terkait merupakan pertimbangan penting bagi investor saat menganalisis perusahaan.
    • Misalnya, jika kita melihat industri otomotif dan pemerintah ingin menaikkan pajak atas bahan bakar, sektor ini mungkin mengalami tantangan sebagai akibatnya.
  • Potensi pertumbuhan
    • Apakah sektor ini berpotensi untuk berkembang di masa depan? Apakah ini sektor yang relatif baru?
  • Daya saing
    • Suatu sektor mungkin tumbuh dengan cepat tetapi jika ada terlalu banyak perusahaan yang bersaing di ruang itu, keuntungan akan rendah.
  • Siklus
    • Beberapa sektor ekonomi memiliki dinamika yang relatif stabil (misalnya, makanan, minuman, obat-obatan, dll.) Sedangkan beberapa (misalnya konstruksi, barang mewah, dll.) cenderung naik turun tergantung pada apa yang terjadi dalam perekonomian yang lebih luas.
  • Ancaman dan peluang umum dari sektor tempat perusahaan beroperasi.

Analisa Keuangan Perusahaan

Setelah lingkungan ekonomi umum dipahami dan kekuatan serta kelemahan sektor terkait telah dievaluasi, kita harus mengalihkan perhatian kita pada analisis fundamental perusahaan itu sendiri. Kita harus mempelajari akun perusahaan, pendapatan, margin, solvabilitas, profitabilitas, dan sebagainya. Untuk melakukan ini, kita perlu memahami angka mana yang paling penting untuk kita fokuskan.

Pendapatan Perusahaan

Bagi emiten, laporan yang paling menarik dan penting adalah yang dibutuhkan dari suatu perusahaan oleh regulator secara triwulanan, tahunan dan semesteran. Di bagian ini, kami menyoroti beberapa informasi terpenting yang harus dicari.

Pendapatan

Total penjualan perusahaan menunjukkan permintaan dari pelanggan dan bagaimana kinerja perusahaan terhadap pesaingnya.

EBITDA

Penghasilan Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) perusahaan memungkinkan kita mengukur arus kas perusahaan. Ini adalah salah satu ukuran terpenting.

Laba bersih

Laba bersih perusahaan adalah hasil pengurangan semua biaya (pajak, upah, penyusutan, dll.) dari pendapatannya selama periode waktu tertentu.

Hutang

Ini merupakan faktor penting untuk dipertimbangkan. Sebuah perusahaan mungkin memiliki keuntungan yang sangat tinggi, tetapi jika memiliki hutang yang tinggi maka mungkin ada beberapa masalah dengan kelangsungan perusahaan tersebut. Hutang terkadang diperlukan, tetapi harus seimbang dengan faktor lain seperti pendapatan, pendapatan, pertumbuhan, dll.

Rasio Profitabilitas

Earnings per Share / Keuntungan per saham

Earnings per share (EPS) adalah salah satu indikator terpenting untuk dipertimbangkan karena mengukur laba setiap saham di perusahaan. Oleh karena itu, ini merupakan pendorong utama dari harga saham tersebut. Seperti namanya, dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah saham di pasar.

Return on Equity / Keuntungan pada Ekuitas

Return on Equity (ROE) mengukur kapasitas perusahaan untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang sahamnya. Ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan ekuitas.

Return on Assets / Keuntungan pada Aset

Return on Assets (ROA) menghitung profitabilitas aset perusahaan. Ini dilakukan dengan membagi laba bersih dengan total aset dan mengalikan hasilnya dengan 100.

Dividend Yield / Hasil Dividen

Hasil dividen mengungkapkan dividen karena setiap saham sebagai persentase dari harga saham. Bagi seorang investor, ada gunanya membandingkan hasil dividen dengan tingkat bunga yang akan diperolehnya dengan membeli obligasi pemerintah atau menyimpan uangnya di bank. Ukuran penting ini dihitung dengan membagi nilai dividen per saham dengan harga saham, lalu mengalikannya dengan 100.

Tahukah Anda bahwa Anda dapat menguji ide dan teori trading Anda dengan Admiral Markets dengan membuka akun trading demo GRATIS? Dengan membuka akun ini, Anda akan dapat melakukan trading di ekosistem trading virtual sampai Anda siap untuk akun live! Klik pada spanduk di bawah ini untuk memulai!

Buka Akun Demo dari Admiral Markets

Rasio Valuasi

Price to Earnings

Rasio Price to Earnings (PE) membandingkan harga saham perusahaan dengan keuntungan yang dicatatnya dalam periode waktu tertentu. Ini dihitung dengan membagi harga saham saat ini dengan EPS.

Jika PE rendah, bisa diartikan harga saham perseroan saat ini undervalued. Rasio ini sangat berguna ketika Anda membuat perbandingan PE dengan perusahaan lain di industri. Jika berada di bawah rata-rata industri maka itu bisa berarti perusahaan tersebut undervalued.

EV/EBITDA

EV / EBITDA mirip dengan PE tetapi dihitung di tingkat perusahaan. Ini membandingkan nilai seluruh perusahaan, yang dikenal sebagai Enterprise Value (EV), dengan nilai EBITDA untuk seluruh perusahaan. Untuk menghitung EV, Anda harus menambahkan kapitalisasi pasar ke total hutang perusahaan dan mengurangi kas yang dimilikinya saat ini.

Price to Book Ratio (PBV) 

Rasio Harga terhadap Buku (rasio PBV) dihitung dengan membagi harga saham perusahaan (P) dengan nilai buku per sahamnya (B).

Nilai Buku total perusahaan adalah nilai aset bersih perusahaan yang dihitung sebagai: total aset dikurangi penyusutan aset tersebut, dikurangi aset tidak berwujud (paten, niat baik, dll.), dikurangi kewajiban.

Nilai Buku ini kemudian dibagi dengan jumlah saham sehingga kita mendapatkan Nilai Buku Per Saham (B).

Dalam situasi di mana P/B lebih kecil dari 1, pasar menilai perusahaan di bawah nilai asetnya.

Perusahaan dengan rasio Price to Book Value yang sangat rendah menarik bagi "Investor Nilai", yang terus-menerus mencari saham yang nilainya diremehkan oleh pasar.

Price/Earnings to Growth (PEG)

Semua hal lain dianggap sama, investor cenderung memberi nilai lebih kepada perusahaan yang tumbuh lebih cepat. Artinya, perusahaan yang tumbuh lebih cepat akan memiliki rasio PE yang lebih tinggi sehingga cenderung terlihat overvalued. Untuk mengatasi hal ini, kita dapat menggunakan rasio PEG.

Ini membandingkan PE dengan pertumbuhan perusahaan di masa depan yang diharapkan, biasanya selama lima tahun ke depan. Untuk menghitung PEG, Anda harus membagi PE dengan perkiraan tingkat pertumbuhan tahunan EPS yang dinyatakan sebagai persentase.

Semakin rendah PEG, perusahaan akan terlihat semakin undervalued.

Dividend Payout Ratio (DPR)

Rasio pembayaran mencerminkan persentase keuntungan yang dicurahkan perusahaan untuk memberi remunerasi kepada pemegang sahamnya dalam bentuk dividen. Ini dihitung dengan membagi Total Dividen dengan Laba Bersih.

Cash Flow

Cash Flow atau arus kas yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan adalah ukuran kesehatan yang sangat penting ketika menganalisis perusahaan mana pun. Ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan uang tunai untuk memenuhi pembayarannya dan melakukan investasi di masa depan. Ada beberapa cara untuk mengukur Arus Kas, tetapi salah satu ukuran yang paling umum digunakan adalah EBITDA.

Sum of the Parts

Sum of the Parts (SOTP) adalah angka yang berguna untuk mengetahui apakah perusahaan yang kami analisis adalah perusahaan induk. Proses ini menilai bagian-bagian individu yang dimiliki oleh perusahaan induk dan menjumlahkannya untuk menghitung berapa nilainya secara total jika dijual secara terpisah. Jumlah ini kemudian dibandingkan dengan kapitalisasi pasar saat ini.

Dalam kasus di mana SOTP lebih tinggi dari kapitalisasi pasar saat ini, perusahaan induk dapat dianggap kurang dihargai. Dalam kasus ini, "Investor Aktivis" kadang-kadang akan membeli saham dan kemudian melobi perusahaan untuk menghancurkan dirinya sendiri atau menjual bisnis komponen yang nilainya lebih rendah.

Perbandingan & Analisis Tren

Item di bagian ini tidak selalu sangat berguna tetapi sangat berguna jika dibandingkan dengan perusahaan yang berbeda (lebih disukai di sektor yang sama) atau di beberapa periode waktu.

Misalnya, melihat pendapatan satu perusahaan selama satu tahun tidak memberi tahu Anda informasi lebih banyak, tetapi melihatnya selama 5 tahun memberi tahu Anda apakah perusahaan itu tumbuh atau menyusut dan seberapa cepat.

Demikian pula, melihat rasio PE satu perusahaan memang menarik, tetapi membandingkan rasio PE untuk sekelompok perusahaan di sektor yang sama memberi tahu Anda mana yang lebih dihargai oleh pasar dan mana yang mungkin dinilai lebih rendah.

Kesimpulan

Ada banyak variabel untuk melakukan analisis fundamental saham yang dibahas di artikel ini, tetapi variabel mana yang Anda gunakan bergantung pada gaya investasi Anda.

Beberapa investor dipandu terutama oleh kesehatan ekonomi secara keseluruhan. Beberapa akan melihat kemungkinan keuntungan dari keseluruhan sektor dan membeli atau menjual sekeranjang perusahaan dari sektor itu, tanpa perlu melihat terlalu banyak detail pada masing-masing perusahaan. Misalnya, Anda mungkin memiliki pandangan yang kuat tentang masa depan perusahaan minyak, atau industri otomotif.

Bahkan bagi investor yang didorong oleh masing-masing perusahaan, beberapa fokus pada mencari pertumbuhan yang cepat, beberapa pada perusahaan yang undervalued dan beberapa pada menghasilkan uang.

Oleh karena itu, setiap investor memberi bobot lebih pada beberapa ukuran ini daripada yang lain.

Anda dapat memulai trading Saham & ETF dengan Admiral Markets dengan mengklik spanduk di bawah ini:

Mulai trading saham & ETF

Artikel yang mungkin bermanfaat untuk Anda:

Tentang Admiral Markets

Admiral Markets adalah broker Forex dan CFD pemenang banyak penghargaan yang teregulasi secara global, menawarkan trading di lebih dari 8.000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Mulai trading hari ini!

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh diartikan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran atau rekomendasi untuk setiap transaksi pada instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading seperti itu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus meminta nasihat dari penasihat keuangan independen untuk memastikan Anda memahami resikonya.

Avatar-Admirals
Admirals
Solusi lengkap untuk membelanjakan, berinvestasi, dan mengelola uang Anda

Lebih dari sekadar broker, Admirals adalah pusat keuangan, menawarkan berbagai macam produk dan layanan keuangan. Kami memungkinkan pendekatan keuangan pribadi melalui solusi lengkap untuk berinvestasi, membelanjakan, dan mengelola uang.