Kami menggunakan cookies untuk memberi Anda pengalaman terbaik di situs web kami. Dengan terus menelusuri situs web ini, Anda memberi izin atas penggunaan cookies tersebut. Untuk detail lebih lanjut, termasuk cara mengubah preferensi Anda, silakan baca Kebijakan Privasi.
Info Selengkapnya Setuju

Apa itu Quantitative Easing?

Maret 21, 2020 16:20 UTC
Waktu membaca: 22 menit

Artikel ini akan membahas topik quantitative easing secara terperinci serta juga membahas berbagai jenis ekonomi dan perbedaan mereka, cara mengidentifikasi dan menghadapi krisis keuangan, kritik, dan dampak terhadap quantitative easing di pasar Forex dan masih banyak lagi!

What Is Quantitative Easing?

Pendahuluan - Quantitative Easing

Dunia keuangan dan ekonomi mungkin tampak dan terdengar rumit bagi Anda yang tidak memiliki banyak pengalaman. Terminologi yang membingungkan dan cara berpikir teori ekonomi yang tidak pasti mampu membuat Anda tersesat bahkan dalam penjelasan mengenai hal-hal yang paling sederhana. Quantitative easing (Pelonggaran kuantitatif) adalah salah satu dari terminologi tersebut, dan pada bagian selanjutnya Anda akan menemukan semua yang perlu Anda ketahui untuk memahaminya. Kami akan menjelaskan apa itu quantitative easing, mengapa quantitative easing perlu dilakukan, dan yang paling penting, bagaimana quantitative easing dapat mencerminkan aset dan grafik trading Anda.

Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa ilmu ekonomi adalah dunia yang penuh teori dan juga berdasarkan teori.

Dalam dunia ekonomi, hanya ada data empiris yang diterima dari pengamatan peristiwa aktual, bukan melalui data dari eksperimen yang terkontrol. Apa yang dilakukan para ahli ekonomi dengan data adalah yang membuat suatu model ekonomi yang menjelaskan data, dengan harapan bahwa model-model itu dapat digunakan untuk memprediksi kondisi di masa depan. Ketika ada data baru, maka ada juga teori baru yang disarankan. Pernyataan-pernyataan yang akan Anda baca di bagian selanjutnya bukanlah aturan bagaimana ekonomi berperilaku, namun, mereka adalah model yang menggambarkan ekonomi dengan kondisi dan kemampuan terbaik mereka, berdasarkan data yang tersedia hingga saat ini.

Apa Arti Quantitative Easing yang sebenarnya?

Quantitative Easing, atau juga dikenal sebagai QE adalah suatu kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral untuk membeli obligasi pemerintah dalam jumlah tertentu dan jenis aset keuangan lainnya dengan tujuan meningkatkan jumlah uang yang beredar, dan pada umumnya untuk memperkuat ekonomi. Pengertian QE juga dapat merujuk pada proses bank sentral memperkenalkan jenis uang baru ke dalam pasokan uang ekonomi.

Cepat atau Lambat, Namun Tetap Bertumbuh

Pada dasarnya, ada dua jenis ekonomi - ekonomi berkembang dan maju. Kedua jenis ini harus tumbuh pada laju yang kurang lebih konstan. Jika suatu ekonomi berhenti tumbuh, atau jika laju pertumbuhan ekonomi melambat, maka ekonomi akan memasuki fase stagnasi atau bahkan resesi. Jika ekonomi tidak tumbuh pada tingkat yang stabil atau mengalami peningkatan, maka akan terjadi resesi atau kemerosotan ekonomi. Perbedaan antara negara berkembang dan negara maju benar-benar berada pada laju pertumbuhan ekonomi.

Ekonomi maju, seperti AS, Inggris, Jepang, dan Jerman menganggap kenaikan 2% dalam PDB tahunan sebagai angka yang sehat. Negara-negara berkembang seperti Brazil, Rusia, India, dan Cina, juga dikenal sebagai negara-negara BRIC, dianggap kaya ketika mereka mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 6-8% PDB. Sekarang, bayangkan, Anda adalah pemerintah negara yang menjanjikan. Tugas yang dihadapi adalah membuat ekonomi Anda tumbuh pada tingkat yang stabil. Lalu, apa yang Anda butuhkan?

Kekuatan produksi

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dalam ekonomi adalah adalah untuk meningkatkan daya produksi. Suatu negara perlu memproduksi lebih banyak untuk memenuhi permintaan populasi Anda yang terus meningkat. Peningkatan produksi dapat dicapai dengan dua cara yang berbeda - melalui peningkatan jumlah pekerja atau peningkatan efisiensi kerja para pekerja. Misalnya, jika saat ini hanya ada satu petani yang membajak sawah. Hal ini mungkin cukup untuk petani, namun pemerintah dapat membuat keadaan jauh lebih baik.

Anda misalnya, sebagai pemerintah, dapat menghabiskan sebagian dari anggaran pemerintah dan menumbuhkan industri pertanian dalam perekonomian Anda seratus kali lipat, baik dengan mempekerjakan 99 pekerja lainnya, atau dengan memasok buldoser yang akan melakukan semua pekerjaan, tentu saja, Anda juga harus melatih petani untuk menggunakan buldoser.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan di sini. Pertama, produksi dalam pertumbuhan ekonomi Anda sebenarnya meningkat, tetapi untuk peningkatan terus terjadi pada tingkat yang konstan, Anda perlu terus menambahkan buldoser, atau petani pada tingkat yang juga konstan.

Hal kedua, adalah menambah jumlah pekerja biasa dapat dilakukan di negara-negara dengan ekonomi berkembang yang memiliki akses ke banyak tenaga kerja baik segera maupun terencana, seperti India atau Cina misalnya. Namun, negara-negara dengan ekonomi maju, seperti AS atau Jerman, karena tingkat pertumbuhan populasi yang rendah dan tingkat pendidikan dan teknologi yang tinggi, buldoser merupakan pilihan yang lebih tepat. Ketika ekonomi mulai berubah dari berkembang menjadi maju, maka kemajuan teknologi menjadi satu-satunya cara untuk meningkatkan hasil produksi dengan kecepatan yang diinginkan.

Investasi dalam suatu ekonomi

Mari kita juga ingat bahwa tanah pertanian di negara Anda adalah sumber daya yang terbatas, sama halnya dengan hasil pertanian. Jadi, untuk mendukung pertumbuhan kekuatan produksi Anda, Anda memerlukan kemajuan teknologi. Hal ketiga yang Anda butuhkan adalah investasi yang juga merupakan hal yang sangat penting. Ekonomi Anda membutuhkan uang, karena, seperti yang mungkin Anda sadari, baik menambah jumlah pekerja, maupun menambah buldoser, keduanya membutuhkan uang dapat memulainya.

Hal itu berarti bahwa pembiayaan ekonomi Anda yang sedang tumbuh akan mengalami peningkatan yang konstan juga. Hal ini dapat menjadi suatu masalah, karena pertanyaannya Adalah; "Di mana Anda mendapatkan semua uang yang diperlukan untuk membiayai ekonomi Anda yang sedang tumbuh pada tingkat yang terus meningkat?" Jawabannya sederhana - Anda dapat membuat sistem perbankan dengan bank sentral besar. Sekarang Anda memiliki bank sentral, bank dapat mencetak uang sebanyak yang Anda inginkan, tetapi Anda tidak menerimanya secara langsung.

Anda dapat menerimanya melalui jaringan bank-bank swasta. Kami akan menjelaskan cara kerjanya. Anda perlu membuat apa yang disebut 'obligasi pemerintah' - unit utang nasional. Kemudian Anda membuka pelelangan di mana Anda mengundang bank-bank kecil untuk membeli obligasi Anda. Bank akan dengan senang hati membeli obligasi ini, karena sebagai pemerintah, Anda dianggap sebagai debitur yang dapat dipercaya, belum lagi, Anda berjanji untuk membayar mahal kepada bank yang membeli obligasi Anda.

Trading DAX30 Dengan Admiral Markets

Tahukah Anda bahwa Admiral Markets menyediakan persyaratan trading paling kompetitif kepada para trader profesional pada indeks DAX30? Anda dapat melakukan trading CFD pada indeks DAX30 dengan komisi nol, kemampuan untuk mendiversifikasi eksposur pasar Anda di banyak perusahaan dan industri, dan masih banyak lagi fitur menarik lainnya!

Klik banner di bawah ini untuk memulai trading DAX30 ari ini!

Trade CFDs on DAX30

Bank swasta kini dapat menahan hutang Anda sampai Anda telah melunasi semuanya, atau mereka dapat pergi ke bank sentral dan menukar utang Anda dengan uang secara aktual. Ini adalah bagaimana Anda mendapatkan uang, sementara bank sentral menerima catatan dari Anda (negara) yang mengatakan bahwa Anda berhutang kepada mereka, dan bagian yang menarik dari hal ini adalah bahwa Anda dapat berhutang sebanyak yang Anda inginkan. Dengan cara ini, Anda secara bersamaan menciptakan uang dan utang dalam perekonomian Anda, dan Anda bisa melakukannya secara berulang-ulang.

Menciptakan uang - Inflasi dan deflasi

Mari kita lupakan hutang sejenak dan berkonsentrasi pada pembiayaan pertumbuhan ekonomi Anda dengan uang yang baru Anda ciptakan. Anda mungkin dengan cepat menemukan bahwa ada masalah dengan menciptakan uang. Semakin banyak uang yang Anda buat, semakin banyak uang yang ada, dan dengan demikian, semakin sedikit dari nilai uang tersebut. Pasokan dan permintaan pasar akan berperan pada situasi ini. Proses meningkatkan jumlah uang beredar di perekonomian Anda disebut inflasi. Sekarang Anda ingin ekonomi Anda terus mengalami pertumbuhan, dengan bank sentral Anda terus mencetak uang untuk Anda, tetapi hanya pada tingkat yang stabil.

Ekonomi mencoba menahan inflasi pada level optimal untuk pertumbuhannya. Biasanya, berkisar antara 2% hingga 5% per tahun. Tingkat pertumbuhan di bawah 2% dianggap sebagai deflasi, dan berbahaya, karena akan memperlambat pertumbuhan ekonomi Anda yang kemudian dapat menyebabkan krisis ekonomi. Jika tidak ada cukup uang yang beredar bagi masyarakat untuk membayar produk-produk yang dihasilkan perekonomian Anda maka bisnis harus menyesuaikan, kecepatan produksi akan melambat, dan sebelum Anda menyadarinya, 30% populasi negara Anda menganggur dan kelaparan, semua karena Anda membiarkan pasokan uang turun hanya beberapa %.

Dapat disimpulkan bahwa inflasi yang rendah adalah buruk bagi negara Anda. Bagaimana dengan inflasi yang tinggi? Setiap inflasi di atas 7-10% disebut hiperinflasi dan sama berbahayanya dengan krisis keuangan lainnya. Jika Anda menghasilkan uang terlalu cepat, maka kondisi tersebut akan memakan nilai mata uang itu sendiri dan Anda akan berakhir dengan lebih banyak uang tunai yang dapat membeli lebih sedikit barang. Hiperinflasi di Republik Weimar, Jerman modern pada tahun 1921 membuat uang kertas Deutsche sangat tidak berharga dan beredar sangat banyak sehingga orang Jerman membakarnya di tungku untuk bahan bakar.

Bagaimana cara memperkenalkan uang baru ke dalam perekonomian

Setelah Anda mengetahui tingkat inflasi yang optimal untuk ekonomi Anda, Anda menetapkan target untuk bank sentral Anda. Misalnya, inflasi tahunan 3% adalah yang terbaik untuk kasus Anda. Bank sentral memiliki beberapa cara untuk menambah uang tunai ke dalam sirkulasi dalam perekonomian - dan keduanya tidak secara langsung. Pertama, bank sentral dapat meminjamkan uang kepada pemerintah, dan kemudian pemerintah dapat memperkenalkan uang ini kepada ekonomi melalui metode seperti membelanjakannya untuk membangun jalan. Hal ini juga dikenal sebagai 'pengeluaran anggaran'.

Kedua, bank sentral dapat meminjamkan uang kepada bank-bank kecil, yang kemudian akan meminjamkannya kembali kepada individu atau bisnis, yang dengan demikian akan menyebabkan uang tetap beredar melalui siklus ekonomi. Cara kedua ini dapat menjadi sedikit rumit, karena bank swasta memiliki kepentingan ekonomi sendiri dalam agendanya, dan jika mereka menemukan bahwa meminjam uang dari bank sentral tidak menguntungkan secara finansial bagi mereka, mereka jelas tidak akan meminjamnya. Demikian pula, jika bank-bank swasta tidak menemukan meminjamkan uang kepada orang-orang dan bisnis dapat menguntungkan mereka, mereka juga tidak akan melakukannya.

Cara kedua adalah salah alasan utama uang dapat hilang dari peredaran. Jadi, bagaimana bank sentral dapat membuat bank swasta tertarik untuk meminjam uang? Dengan mengubah suku bunga. Suku bunga rendah berarti pembayaran yang lebih rendah dari bank swasta ke bank sentral untuk meminjam mata uang dan sebaliknya. Jadi, sederhananya, suku bunga rendah menghasilkan lebih banyak pinjaman yang menghasilkan inflasi yang lebih tinggi. Suku bunga yang lebih tinggi menghasilkan lebih sedikit pinjaman sehingga berakhir dengan inflasi yang lebih rendah.

Satu hal yang perlu diperhatikan di sini mengenai bank swasta adalah mereka adalah pemain kunci dalam jumlah uang yang beredar pada ekonomi Anda. Jika bank sentral Anda dapat menambah uang ke ekonomi, bank swasta Anda dapat melipatgandakan uang yang sudah ada dalam sirkulasi melalui sistem yang dikenal sebagai 'perbankan cadangan fraksional'. Perbankan cadangan fraksional berarti bahwa bank dapat meminjamkan uang tanpa batas, dan hanya menyimpan sebagian kecil dari dana yang tersisa sebagai jaminan.

Perbankan cadangan fraksional

Misalnya, Joe datang ke bank, membuka akun dan menyetor $ 100. Berkat sistem perbankan cadangan fraksional, bank sekarang dapat meminjam $ 90 dari uang Joe, menyimpan hanya 10% sebagai dana cadangan. Jack, pria berikutnya tertarik untuk meminjam uang dari bank, Jack akan dapatkan $ 90 untuk membayar kekalahan taruhannya. Steve kemudian menerima $ 90 dan menaruhnya di rekeningnya banknya sendiri.

Sekarang bank Steve dapat meminjamkan $ 81 - untuk individu berikutnya yang membutuhkan pinjaman - Mark, dan seterusnya. Sekarang bank memiliki Joe dengan $ 100 di akunnya, Steve dengan $ 90 di akunnya dan Mark dengan $ 81 di sakunya, berjumlah $ 271 dalam contoh ekonomi kecil yang kami berikan. Namun uang aktual sebenarnya hanyalah berjumlah $ 100. Begitulah cara uang dikalikan dengan bank swasta, tetapi hanya dengan syarat bahwa uang dipinjamkan.

Berinvestasi Dengan Admiral Markets

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi di pasar saham untuk membangun portofolio Anda dengan saham terbaik di tahun 2020, Anda harus memiliki akses ke produk-produk terbaik yang tersedia. Salah satu produk tersebut adalah Invest.MT5. Invest.MT5 memungkinkan Anda untuk berinvestasi dalam saham dan ETF di 15 bursa efek terbesar di dunia dengan platform trading MetaTrader 5. Temukan juga manfaat lainnya bersama Admiral Markets, termasuk data pasar real-time secara gratis, pembaruan pasar premium, nol biaya pemeliharaan akun, komisi transaksi rendah, dan pembayaran dividen.

Klik pada spanduk di bawah ini untuk memulai!

Trade with ETF

Satu hal terakhir tentang sistem perbankan adalah pentingnya untuk menyadari bahwa meskipun sistem perbankan dapat mempengaruhi pasokan uang, namun sistem perbankan hanya dapat memengaruhi permintaan akan uang secara tidak langsung. Sederhananya, Jack harus memiliki keinginan untuk datang ke bank untuk pinjaman, dan bank harus tertarik untuk meminjamkan uang dari bank sentral.

Namun, individu, bisnis, dan bank hanya meminjam dan meminjamkan uang ketika mereka merasa cukup aman untuk melakukannya. Jadi, pada dasarnya, hanya dengan menciptakan lingkungan ekonomi yang aman dan stabil yang dapat mendorong tingkat pertumbuhan dan pembangunan, pemerintah dapat mempengaruhi permintaan uang. Penurunan permintaan ini berarti lebih sedikit uang yang ditambahkan ke sirkulasi ekonomi daripada yang dibutuhkan ekonomi Anda, yang sering kali akan mengarahkan kepada krisis keuangan.

Apa yang perlu Anda ketahui

Pengetahuan di atas adalah pengetahuan minimum dalam bidang ekonomi dan keuangan yang perlu Anda ketahui untuk memahami quantitative easing, jadi mari kita ulas secara singkat apa yang telah Anda pelajari: Ekonomi perlu tumbuh secara konstan. Jika tidak, maka tidak akan ada stabilitas ekonomi, melainkan resesi ekonomi. Untuk tumbuh, ekonomi perlu meningkatkan output produksi yang basis teknologi, dan yang paling penting adalah meningkatkan jumlah uang yang beredar. Untuk memastikan ekonomi mendapatkan investasi yang dibutuhkan tanpa terlalu banyak uang yang masuk ke dalam sirkulasi ekonomi, bank sentral dapat melakukan berbagai kebijakan moneter.

Salah satu cara paling populer dan efektif untuk mengatur jumlah uang beredar yang tersedia untuk bank sentral adalah dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga. Selain itu, bank swasta dapat melipatgandakan uang yang beredar dengan meminjamkan sekitar 10 kali lebih banyak daripada yang sebenarnya mereka miliki berkat sistem cadangan fraksional. Akhirnya, pemerintah, dengan bantuan bank sentral, dapat secara langsung mempengaruhi pasokan uang yang tersedia dalam perekonomian, walau tidak dapat mempengaruhi permintaan.

Quantitative Easing - Cara Mengidentifikasi Krisis Keuangan dan Cara Menghadapinya

Berkat bank sentral, ekonomi dapat tumbuh dengan kecepatan tinggi, dalam waktu singkat, dan dengan proporsi yang sangat besar. Namun, karena sifat fungsinya, ekonomi semacam itu mengharuskan lebih banyak uang secara terus-menerus diperkenalkan. Apa yang terjadi ketika orang atau bisnis tidak lagi merasa percaya diri dalam meminjam uang? Penggandaan uang akan berhenti. Pengeluaran publik menurun, permintaan barang dan jasa menurun, dan ekspansi bisnis akan melambat.

Tak lama setelah permintaan menurun, maka pasokan akan menurun juga, karena bisnis memotong produksi dan memberhentikan karyawan untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar baru. Pengangguran bertambah, pendapatan rumah tangga berkurang dan sebagainya hingga mengalami pergerakan spiral ke bawah. Apa yang terjadi ketika bank swasta tidak merasa cukup percaya diri meminjamkan uang kepada individu atau bisnis? Penggandaan uang juga akan berhenti. Jika terlalu banyak individu atau debitur besar (seperti Lehman Brothers holdings Inc.) bangkrut, bank mungkin juga akan bangkrut dengan sendirinya.

Terlalu banyak individu mungkin akan pergi ke bank mereka untuk menarik uang mereka, dan kemudian bank menyadari bahwa mereka tidak memiliki cukup banyak uang untuk diedarkan dan ingin menghindari untuk masuk ke posisi yang bahkan lebih berisiko, dengan mengurangi jumlah pinjaman mereka. Kepanikan penarikan seperti di atas terbukti sangat menular, karena investor mudah dihantui. Reaksi berantai akan berlanjut sampai semua orang kemudian menyimpan uang mereka secara aktual di bawah bantal dan menunggu untuk hari yang lebih baik. Sekali lagi, pengeluaran publik turun, pengembangan bisnis yang lambat, dan ekonomi yang menghadapi spiral ke bawah sama dengan gerbang ke dalam jurang resesi ekonomi.

Pada titik ini, atau lebih baik lagi, sebelum titik ini, bank sentral harus menyadari dan mengenakan sabuk pengetatan bank swasta, dan harus meningkatkan pasokan uang melalui penurunan suku bunga. Jika bank swasta memiliki cukup uang untuk merasa aman, mereka akan mulai meminjamkan uang kepada individu dan bisnis lagi, dan penggandaan uang akan terus berlanjut, memberikan ekonomi dana yang diperlukan untuk melanjutkan perekonomian. Tetapi apa yang terjadi, ketika suku bunga mendekati 0% dan tidak dapat diturunkan lebih jauh lagi? Di sinilah quantitative easing akan ikut berperan.

Quantitative Easing

Quantitative easing adalah kebijakan moneter agresif yang dilakukan bank sentral dengan membeli sejumlah besar aset keuangan dalam upaya untuk merangsang ekonomi guna meningkatkan uang tunai yang beredar secara langsung. Secara teori, quantitative easing diharapkan untuk mencapai dua hal, yakni peningkatan jumlah uang beredar secara langsung, serta peningkatan nilai aset keuangan yang tetap ada di pasar.

Kedua tujuan tersebut mengarah pada lingkungan bank yang menstimulasi pinjaman jangka panjang kepada para individu dan bisnis, dan mengurangi pengeluaran untuk membeli aset yang mahal. Quantitative easing datang dalam berbagai bentuk, sebagian besar bervariasi dalam hal aset yang harus dibeli oleh bank sentral.

Trading CFD Mata Uang Kripto Dengan Admiral Markets

Apakah Anda siap untuk bergabung dengan pasar mata uang kripto yang sedang berkembang?

Admiral Markets memungkinkan trader profesional untuk melakukan trading 24 jam sehari, 7 hari seminggu dengan EUR dan mata uang kripto lainnya, serta kemampuan untuk mengambil posisi pendek atau pendek pada CFD mata uang kripto, tanpa aset kripto aktual yang diperlukan untuk melakukan trading. Lakukan trading CFD di BTCEUR, ETHEUR, XRPEUR, BTCUSD, dan masih banyak lagi pasangan mata uang lainnya! Klik banner di bawah untuk membuka akun dan mulai melakukan trading!

Trade CFD dan mata uang kripto

Asal-Usul dan Kegagalan Implementasi Quantitative Easing

Quantitative Easing adalah konsep yang relatif muda yang diusulkan oleh seorang ahli ekonomi Jepang keturunan Jerman, dan terinspirasi oleh pertumbuhan gelembung real estate yang terjadi di Jepang sekitar tahun 1990. Profesor Richard Werner mengakui bahwa sebagian besar uang dalam perekonomian berasal bukan dari bank sentral, tetapi dari bank swasta yang berperan sebagai pengganda uang saat memberikan pinjaman kepada individu. Karena itu, dia berpendapat untuk tidak mendukung bank sentral membeli utang pemerintah, tetapi lebih memilih bank sentral melakukan transaksi jangka panjang dengan bank swasta, dan secara agresif membeli aset dari mereka.

Pada tahun 2001, Bank of Japan mengimplementasikan kebijakan moneter yang agresif, yang dikenal dengan quantitative easing, namun itu tidak seperti yang disarankan Werner. Bank of Japan melakukan persis apa yang Werner peringatkan - dan membeli sejumlah besar utang pemerintah. Yang sekarang kita ketahui sebagai upaya untuk mengakhiri periode deflasi dari negara dengan ekonomi terbesar dunia adalah sia-sia, yang kemudian mengantarkan mereka pada deflasi selama dua dekade.

Pada tahun 2009, Bank of England memperkenalkan quantitative easing versi mereka sendiri, yang secara bersamaan memangkas suku bunga untuk meningkatkan efeknya. Hal ini bisa dibilang adalah kegagalan implementasi lainnya. Inggris kurang lebih melakukan apa yang disarankan Werner dalam teorinya, dengan benar memompa uang baru ke dalam perekonomian melalui bank swasta, hanya saja tidak merangsang pinjaman. Implementasi tersebut hanya merangsang trading keuangan, dan pound yang baru dibuat tenggelam dalam luasnya pasar keuangan, tidak meninggalkan keuntungan apapun bagi ekonomi Inggris yang menjadi tujuan mereka.

Pada tahun 2014, Bank of England telah mencetak sekitar $ 410 miliar, dan meskipun ekonomi Inggris menunjukkan tanda-tanda pemulihan di tahun-tahun berikutnya, inflasi turun jauh di bawah tingkat proyeksi 2%, ke rekor terendah 0,0%, dan berada pada risiko deflasi.

Jelas ini adalah kebalikan dari apa yang dimaksudkan dari tujuan quantitative easing. Pada akhir 2008, Federal Reserve Bank AS memulai program quantitative easing yang paling ambisius hingga saat ini. Gagasan mereka adalah membeli aset keuangan sebanyak mungkin dari semua orang, di mana saja, dimulai dengan obligasi hipotek yang murah dan yang banyak memenuhi pasar, karena tidak ada yang menginginkannya.

Obligasi-obligasi tersebut termasuk obligasi hipotek yang juga menyebabkan longsor finansial dari krisis keuangan dunia 2008. Implementasi tersebut menghasilkan 3,7 triliun Dolar AS tambahan yang dipompa ke dalam ekonomi AS, dan kemudian akhirnya tersebar ke dalam ekonomi secara global dalam lima tahun berikutnya. Banyak ahli dunia menganggap ini satu-satunya quantitative easing yang paling berhasil hingga saat ini, meskipun ada kritik sistematis dari sumber ekonomi non-pemerintah.

Meskipun demikian, ekonomi AS dianggap telah bergerak dari kondisi kritis kepada kondisi pemulihan. Pada September 2015, Bank Sentral Amerika berharap untuk memulai secara bertahap dalam menaikkan suku bunga, meskipun inflasi turun di AS seperti dalam kasus sebelumnya. Pada 2013 dan 2014, Jepang kembali memutuskan untuk mencoba mengimplementasikan quantitative easing. Program yang mereka rencanakan adalah untuk memompa uang ke dalam ekonomi Jepang, dengan jumlah yang lebih kecil daripada di AS secara total, namun secara proporsional jauh lebih besar.

Bank of Japan mengumumkan bahwa melalui suntikan bulanan akan membeli utang pemerintah dengan total sekitar $ 650 miliar. Tidak ada peningkatan signifikan dalam ekonomi Jepang sejak pengumuman itu, hanya deflasi yang lebih banyak. Zona Euro memulai program quantitative easing sendiri pada tahun 2015, dalam upaya untuk menggelembungkan ekonomi Uni Eropa yang menyusut. Kebijakan quantitative easing ECB dimulai dengan hanya $ 1 triliun. Sangat sederhana, jika dibandingkan dengan ukuran ekonominya.

Bank Sentral Eropa mengumumkan bahwa mereka berencana untuk memompa sepertiga dari apa yang dilakukan AS. Gagasan Bank Sentral Eropa sangat mirip dengan Bank Sentral Amerika. Quantitative easing melibatkan pembelian aset keuangan, termasuk utang pemerintah negara-negara anggota zona euro, serta aset dari lembaga dan institusi. Tingkat inflasi ditargetkan 2% per tahun, seperti halnya dengan semua negara yang disebutkan di atas.

Kritik Quantitative Easing

Pertama dan terutama, para kritikus mengatakan bahwa investasi yang tidak produktif pada dasarnya bersifat deflasi. Inilah sebabnya mengapa 'membuang uang tunai' ke bank-bank swasta yang menggunakannya di pasar keuangan daripada mengkredit populasi adalah manuver yang gagal. Demikian pula, menggelembungkan ekonomi lain dengan utang pemerintah Anda sendiri, seperti yang dilakukan AS dengan Cina tidak baik untuk Cina, maupun AS, dan keduanya sama-sama patut disalahkan.

Sayap lain dari pakar keuangan mengklaim bahwa kebijakan moneter yang agresif seperti quantitative easing, menghilangkan siklus ekonomi bisnisnya, dan bahwa dengan memperlancar resesi, bank sentral juga memperlancar booming ekonomi setelah resesi. Bank for International Settlements (BIS), tetap tidak memihak dan jeli pada bank sentral nasional, meskipun dengan hati-hati berkomentar bahwa dunia telah menjadi terlalu bergantung pada rangsangan ekonomi.

Trading Forex & CFD dengan Admiral Markets

Trading secara profesional tidak pernah lebih mudah diakses daripada sekarang! Admiral Markets menawarkan kepada trader profesional kemampuan untuk melakukan trading di pasar Forex secara langsung dan melalui CFD dengan 80+ mata uang, termasuk mata uang utama, mata uang forex, mata uang pasangan eksotis, dan masih banyak lagi! Buka akun trading live Anda hari ini dengan mengklik banner di bawah ini!

Trading Forex & CFD

Dampak Quantitative Easing pada Pasar Forex

Ada dua reaksi pasar forex untuk berita fundamental di luar sana - lonjakan seketika ketika berita tersebut direalisasikan, mengumumkan akan perubahan, dan akhirnya penyesuaian harga ketika perubahan yang diumumkan mulai benar-benar mempengaruhi pasar. Jadi, apa yang terjadi ketika quantitative easing diumumkan, dan apa yang terjadi ketika implementasi tersebut diterapkan ke pasar?

Secara teoritis, keduanya akan menyebabkan kelemahan dalam mata uang, karena lebih banyak mata uang ditambahkan ke sirkulasi - peningkatan inflasi - meningkatkan pasokan dan menurunkan harga. Namun, apakah itu yang sebenarnya terjadi? Ketika UE mengumumkan quantitative easing pada 22 Januari 2015, pasangan mata uang EUR / USD turun 500 pips selama dua hari berikutnya. Pada saat ini, penurunan telah berhenti, sementara para ahli ekonomi memperdebatkan kemungkinan mencapai keseimbangan antara pasangan EUR / USD.

Ketika Inggris mengumumkan quantitative easing pada Maret 2009, pasangan mata uang GBP / USD turun 600 poin dalam dua minggu, tetapi mengalami peningkatan sebesar 3300 poin dalam empat bulan ke depan dan menggantung sampai di akhir tahun. Ketika AS mengumumkan putaran pertama quantitative easing pada Desember 2008, pasangan EUR / USD naik 2000 pips di minggu berikutnya, dan kembali ke level semula di bulan berikutnya, dan kemudian tumbuh dengan mantap selama setengah tahun, dan juga tetap menggantung dengan slope yang kurang lebih sesuai dengan pit stop yang diambil oleh Federal Reserve di antara Q1, Q2, dan Q3.

Dibandingkan dengan emas, Dolar AS kehilangan nilai antara tahun 2007 hingga 2011, dan telah perlahan menguat semenjak saat itu. Putaran quantitative easing baru Jepang dimulai pada April 2013, menyebabkan JPY turun 900 pips terhadap Dolar AS, namun, nilai tukar stabil untuk satu setengah tahun berikutnya. Singkatnya, reaksi pertama adalah untuk penurunan terhadap jumlah mata uang yang meningkat, tetapi seiring berjalannya waktu mata uang akan kembali meningkat terlepas dari logika dan pemikiran teoritis. Sejauh ini quantitative easing secara statistik terbukti untuk menghadirkan deflasi untuk pasar Forex.

Kesimpulan - Quantitative Easing

Data tentang efek quantitative easing di seluruh dunia sedang dianalisis secara konstan, dan hasil stimulasi moneter agresif sama sekali tidak konklusif. Berbagai ekonomi dan mata uang di dunia memiliki reaksi yang berbeda terhadap teknik quantitative easing yang diadopsi oleh bank sentral mereka, dan kesimpulan definitif mengenai masalah ini akan memakan waktu bertahun-tahun untuk dapat diambil.

Di sebagian besar negara yang telah mencoba quantitative easing, praktek ini tidak mendorong penurunan inflasi, dan kadang-kadang bahkan menyebabkan deflasi. Triliun dolar telah disuntikkan ke dalam ekonomi dunia oleh berbagai negara. Ekonomi yang sudah matang memang dapat pulih dari kehancuran industri mereka, namun jumlah uang yang diciptakan juga dapat melintasi batas, menciptakan gelembung ekonomi ukuran nasional di negara-negara berkembang.

Pertanyaannya di sini adalah, apakah dan kapan quantitative easing akan terjadi dan apakah dampak quantitative easing terhadap perekonomian indonesia? Saran terbaik di sini adalah untuk Anda mengawasi pasar. Penelitian lebih lanjut tentang dampak kebijakan moneter agresif terhadap ekonomi mungkin diperlukan, tetapi selalu ingat bahwa ekonomi mungkin membaik, meskipun mata uang kehilangan nilai relatifnya dan sebaliknya. Pastikan untuk memeriksa bagian Artikel & Tutorial kami untuk materi pendidikan lebih lanjut.

MetaTrader Supreme Edition - Admiral Markets

Tahukah Anda bahwa Admiral Markets menawarkan versi Metatrader yang disempurnakan yang meningkatkan kemampuan trading? Sekarang Anda dapat melakukan trading dengan MetaTrader 4 dan MetaTrader 5 dengan versi lanjutan MetaTrader yang menawarkan fitur-fitur tambahan yang sangat baik seperti matriks korelasi, yang memungkinkan Anda untuk melihat dan membedakan berbagai pasangan mata uang secara real-time, atau widget trader mini - yang memungkinkan Anda membeli atau menjual melalui jendela kecil sambil melanjutkan semua hal lain yang perlu Anda lakukan.

Unduh GRATIS hari ini dengan mengklik spanduk di bawah ini!

MetaTrader Supreme Edition

Artikel lainnya yang mungkin menarik bagi Anda

Tentang Admiral Markets

Admiral Markets adalah pialang Forex dan CFD yang telah memenangkan banyak penghargaan dan diatur secara global, menawarkan trading dengan lebih dari 8.000 instrumen keuangan melalui platform trading paling populer di dunia: MetaTrader 4 dan MetaTrader 5. Mulai trading hari ini!

***

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh diartikan sebagai saran investasi, rekomendasi investasi, tawaran atau rekomendasi untuk setiap transaksi dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading bukanlah indikator yang pasti untuk kinerja saat ini atau di masa mendatang, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi, Anda harus mencari nasihat dari penasihat keuangan independen untuk memastikan Anda memahami risikonya.

CFD adalah instrumen kompleks yang membawa risiko tinggi terjadinya kerugian dengan cepat karena penggunaan leverage.