Yen Jepang dan Kegelisahan Intervensi

Oktober 10, 2023 01:24

Jika Anda mengikuti berita keuangan, kemungkinan bahwa tanggal 4 Oktober Anda membaca tentang beberapa analis pasar yang mencurigai kemungkinan intervensi pemerintah Jepang untuk membantu yen Jepang menguat. Intervensi di pasar mata uang terkait dengan ekonomi besar seperti itu bukan hal biasa dan tentunya bukan peristiwa yang ingin dilewatkan oleh media keuangan.

Apa yang terjadi dan mengapa demikian? Baca artikel kami selengkapnya tentang sejarah intervensi pasar mata uang terkait yen Jepang dan alasan dibaliknya. Kami mengingatkan bahwa kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan.

Jepang Menolak Mengungkap Informasi Kemungkinan Intervensi Forex

Pada 3 Oktober, yen Jepang melemah lebih lanjut, diperdagangkan sedikit di atas JPY 150.00 terhadap dolar AS, menyentuh level terendah yang tercatat dalam 12 bulan. Meskipun begitu, mata uang Jepang bereaksi di sesi berikutnya dengan menguat hampir 2% dan membawa nilai tukar USD/JPY menjadi JPY 147.30.

Sumber: Admirals MetaTrader 5 - Grafik Harian USD JPY.  Rentang Waktu: 28 Juni 2023 – 5 Oktober 2023. Tanggal diambil: 5 Oktober 2023. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan. 

 

Rebound yen yang cepat membuat banyak analis mata uang memperkirakan bahwa kementerian keuangan negara itu memainkan peran dengan mengintervensi pasar Forex untuk mendukung nilai mata uang tersebut. Analis di USB yang berbicara pada reporter Reuters menyatakan bahwa “mereka mengambil tindakan di sini akan sangat konsisten dengan peringatan baru-baru ini dari pejabat tinggi dan perilaku masa lalu. Otoritas mungkin tidak dapat dengan seketika membalikkan tren di pasar Forex. Namun memasuki pasar dalam ukuran yang memberikan sinyal kuat dan membantu mengulur waktu agar hal-hal lain jatuh ke tempatnya yang dalam kepenuhan waktu kemudian berkontribusi pada posisi bersantai."

Saat reporter keuangan bertanya pada Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengenai apakah intervensi telah dilakukan, ia menyatakan bahwa ia tidak ingin berkomentar apakah Jepang telah melakukan intervensi di pasar Forex.” Suzuki menekankan bahwa pergerakan cepat di pasar mata uang tidak diinginkan, menambahkan tentang pentingnya stabilitas. Menteri Keuangan Jepang tidak mengesampingkan opsi apa pun terhadap pergerakan berlebihan dan menegaskan kembali bahwa nilai tukar mata uang harus ditetapkan oleh pasar.”

Perlu dicatat bahwa Suzuki menyebutkan bahwa “kami hanya mengambil langkah yang memiliki pemahaman dengan otoritas AS.” Beberapa hari lalu, Sekretaris Perbendaharaan AS dan mantan kepala The Fed, Janet Yellen menyatakan bahwa persetujuan AS terkait intervensi Jepang di pasar mata uang akan bergantung pada detail situasi.

Yen Jepang dan Sejarah Intervensi

Jika intervensi di pasar mata uang memang telah dilakukan, ini tidak akan menjadi yang pertama kalinya bagi Jepang. Meskipun begitu, ia juga bukanlah taktik yang rutin dilakukan. Selama krisis keuangan Asia (1997-1998), Jepang secara langsung melakukan intervensi di pasar Forex untuk mendukung yen, saat nilai tukar antara dolar AS dan yen Jepang mencapai 148.00 pada bulan Agustus 1998.

Lebih dari satu dekade kemudian di tahun 2011, Pemerintah Jepang dan Bank of Jepang bergegas menjual yen Jepang di pasar Forex karena mata uang itu melemah terhadap dolar AS, diperdagangkan di 15 tahun terendah di JPY 82.87.

Sumber: Admirals MetaTrader 5 - Grafik Bulanan USD JPY. Rentang Waktu: 1 November 2017 – 5 Oktober 2023. Tanggal diambil: 5 Oktober 2023. Kinerja masa lalu bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk hasil di masa depan. 

 

Pada awal September (7 Sept) 2022, pemerintah Jepang dan bank sentralnya menyatakan keprihatinan mereka terhadap yen dikarenakan pergerakan cepat satu sisi di pasar Forex. Dua minggu kemudian, keputusan BoJ untuk mempertahankan suku bunga yang sangat rendah berujung pada intervensi baru untuk menjaga nilai yen ke level yang dapat diterima. Meskipun begitu, ia tidak cukup karena pada bulan Oktober pasangan USD/JPY diperdagangkan di 151.94, level terendah yang tercatat dalam 32 tahun terakhir.

Mengapa Otoritas Jepang Lakukan Intervensi Pasar Forex?

Bukan rahasia bahwa pasar keuangan global telah dipengaruhi oleh pengetatan kebijakan moneter yang diterapkan oleh bank sentral besar di seluruh dunia. Federal Reserve memimpin dengan meningkatkan biaya pinjaman ke level yang tidak terlihat selama beberapa dekade dengan Bank of England dan Bank Sentral Eropa mengikuti jejaknya.

Kebijakan Federal Reserve telah menguatkan dolar terhadap pesaing utamanya, Sementara ekonom memperkirakan bahwa menunda kenaikan suku bunga bisa berujung pada pemangkasan suku bunga tahun depan, data yang data dari pasar tenaga kerja dan inflasi inti menunjukkan bahwa bank sentral AS itu bisa mempertahankan suku bunga di level tinggi lebih lama dari yang perkiraan awal.

Sebaliknya, Bank of Japan (BoJ) masih menerapkan kebijakan moneter yang longgar sejalan dengan tahun lalu dengan inflasi masih rendah namun di atas target 2% BoJ, jika dibandingkan dengan ekonomi utama lainnya. Meskipun begitu, kekuatan dolar dan melemahnya yen telah membuat perusahaan-perusahaan Jepang dan konsumen mengeluh karena perusahaan-perusahaan telah memindahkan  jalur produksi ke luar negeri dan biaya impor barang telah meningkat.

Mendukung yen Jepang adalah keputusan yang tidak murah. Laporan Reuters menyatakan bahwa Jepang memiliki $1.3 dalam cadangan mata uang asing. Menguatkan yen akan perlu menghabiskan sebagian dari cadangan ini yang dapat berujung pada pertanyaan berikut: Berapa banyak yang bersedia dikeluarkan Jepang untuk mendukung mata uangnya?

Manajemen Risiko Trading Yen Jepang

Ketika Anda mulai trading, ada hal yang harus Anda pertimbangkan: trading memiliki risiko. Sebagai seorang trader pemula, Anda mungkin tidak memiliki latar belakang dan pengetahuan yang diperlukan untuk menilai arah tindakan yang benar saat trading. Juga, refleks dan pemahaman Anda tentang lingkungan trading mungkin belum memenuhi standar. Namun Anda tidak perlu kecewa.

Belajar cara kerja trading dan memiliki akses ke alat manajemen risiko yang tepat bisa jadi awal yang bagus bagi trader pemula. Beragam materi edukasi terkait trading seperti ebook, panduan, video tersedia online, memberikan trader pemula kesempatan untuk belajar lebih banyak dan memperoleh jawaban atas pertanyaan mereka.

Ketika berbicara tentang alat manajemen risiko, tidak diragukan bahwa trader pemula harus menyertakannya ke dalam strategi trading mereka. Berkat alat-alat tersebut Anda bisa mengeksekusi strategi trading dan menentukan limit sehingga Anda bisa membatasi potensi kerugian tanpa terus-menerus duduk di depan layar. Belajar cara kerja alat manajemen risiko sifatnya wajib bagi pemula yang mulai menjelajahi dunia trading karena ia dapat melindungi dana Anda dan meringankan stres.

Tertarik trading berita ekonomi makro? Pelajari cara kerja pendekatan ini dengan webinar gratis kami. Bertemu dan berinteraksi dengan trader ahli. Tonton dan belajar dari sesi trading live.

Webinar trading gratis

Bergabunglah dengan webinar live yang dibawakan oleh ahli trading kami

Materi ini tidak mengandung dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran, atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Harap dicatat bahwa analisis trading seperti ini bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja saat ini atau di masa depan, karena keadaan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Sebelum membuat keputusan investasi apa pun, Anda harus mencari saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda mengerti risikonya.

Miltos Skemperis
Miltos Skemperis Penulis Konten Keuangan

Miltos Skemperis memiliki latar belakang jurnalisme dan manajemen bisnis. Ia sebelumnya bekerja sebagai reporter di berbagai saluran berita TV dan surat kabar. Miltos bekerja sebagai penulis konten keuangan selama tujuh tahun terakhir ini.